Pasca Rusuh Sumbawa

(Dikutip dari Radar Lombok edisi 28 Januari 2013)

Pemantauan media lokal Lombok (Radar Lombok dan Lombok Post) dari 28 Januari  sampai dengan 2 Februari 2013 terdapat 162 berita. Isu good governance menjadi berita yang selalu dibahas pada minggu ini. Dimana berita tentang “Pasca Rusuh Sumbawa” menjadi berita yang paling banyak dibahas kedua media.

Kerugian materil dari kerusuhan di Kabupaten Sumbawa ditaksir mencapai Rp 15 miliar. Kabag Humas Pemprov NTB Tri Budiprayitno mengungkapkan, berdasarkan hasil perhitungan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumbawa, mencatat kerugian dari kerusuhan itu mencapai Rp 15 miliar. “Itu hasil koordinasi saya barusan  sama rekan di Sumbawa. Hitungan kasar atau awal dari BPBD mencatat kerugian sebesar itu,” ungkapnya. (Radar Lombok 28 Januari 2013)

Ketua Umum PMI HM Jusuf Kalla memberi batas waktu hingga hari ini untuk memulangkan seluruh pengungsi kerusuhan  Sumbawa. Para pengungsi tidak boleh terlalu lama berada di tempat penampungan. Mereka harus pulang ke rumah masing-masing untuk kembali beraktivitas. “Jika terlalu lama berada di pengungsian, penderitaan dan trauman akan makin bertambah,” kata mantan Wapres RI ini saat berkunjung ke Sumbawa, Sabtu (27/1) lalu. (Lombok Post 28 Januari 2013)

Polisi tidak membutuhkan waktu lama untuk mencokok provokator kerusushan Sumbawa. Melalui penyidikan  cyber crime, penyebar isu menyesatkan  itu akhirnya ditangkap. Pelaku adalah Dedi Rahman, seorang wirausaha. tersangka diringkus sekitar pukul 17.00 Wita di rumahnya, Sabtu lalu. Tersangka langsung digelandang ke Polres Sumbawa untuk diperiksa kemudian ditahan.  ( Lombok Post 29 Januari 2013).

Polisi kembali menangkap lima provokator kerusuhan Sumbawa. Mereka dibekuk di tempat persembunyian, sebuah rumah di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan,  Seketeng, Sumbawa. Kelima penyebar isu yang telah ditetapkan  sebagai tersangka itu  masing-masing; Arifin Ws alias Lale, 49 tahun warga Seketeng  Kecamatan Sumbawa, Anugerah Styarto alias Zainudin, 32 tahun warga Pekat, HM Jamaan, 44 tahun warga Sebewe Moyo Utara, dua lainnya adalah  Abdul Haris Munandar, 36 dan Jufri alias Aron, 33 tahun warga Labuhan, Labuhan Badas, Sumbawa. “Mereka ditangkap sekitar’ pukul 14.30 Wita saat bersembunyi di sebuah rumah,” kata Kabidhumas Polda NTB AKBP Sukarman Husein kepada Lombok Post, kemarin. ( Lombok Post 30 Januari 2013).

Satu per satu provokator kerusuhan Sumbawa ditangkap. Kemarin sore, Polda NTB membekuk pria berinisal YP di depan Fakultas Hukum Unram. YP disebut-sebut sebagai provokator utama yang menggerakkan dan menghasut massa sehingga terjadi aksi perusakan, pembakaran, dan penjarahan. Tersangka tidak hanya terlibat di lapangan, namun ikut menyebarkan informasi  yang tidak benar kepada masyarakat. Dirreskrimum Polda NTB  Kombes Pol Reynhard Saut Silitonga mengakui kalau YP merupakan provokator utama yang menghasut massa sehingga terjadi kerusuhan. Bahkan, tersangka adalah otak yang menggerakkan massa untuk berbuat anarkis. “Provokator utama telah ditangkap. Tersangka ditangkap di Mataram, katanya ‘saat’ diihubungi Lombok Post, kemarin. ( Lombok Post 31 Januari 2013).

Simpati atas korban kerusuhan Sumbawa terus berdeatangan. bahkan warga Kota Mataram ikut membantu meringankan  beban para korban. Kemarin, Forum Peduli Umat Beragama (FKUB) yang dikoordinir Anak Agung Ketut Oke menyerahkan bantuan kepada korban. Bantuan yang dihimpun dari berbagai  donatur diserahkan langsung kepada Ketua PHDI Kabupaten Sumbawa I Made Suarya, D. ( Lombok Post 1 Februari 2013).

Empat komisioner Komnas HAM RI mempertanyakan penanganan kerusuhan Sumbawa ke Polda NTB. Kedatangan empat komisioner Komnas HAM dengan koordinator Siti Noor Laila, setelah menginvestigasi ke Sumbawa. ( Radar Lombok 2 Februari 2013).

Dari hasil pemantau minggu ini pada kedua media, pemantau tidak menemukan perilaku media yang menyimpang dalam memberitakan berbagai berita pada minggu ini.

Be Sociable, Share!

Tentang Penulis

Dilahirkan di Pemenang, Lombok Utara pada tanggal 31 Desember 1979. Ia adalah seorang wirausaha yang aktif dalam kegiatan di komunitas lokalnya, Komunitas Pasir Putih. Selain itu ia juga ambil bagian dalam kegiatan pemantauan media lokal berbasis komunitas bersama Forum Lenteng.

Lihat semua tulisan

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung - Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org



© Agustus 2008 - 2013 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Dongeng Rangkas // Naga // Radio akumassa //