Sumbawa Rusuh Massa

(Dikutip dari Radar Lombok edisi 23 Januari 2013)

 

Dari 21-26  Januari 2013 terdapat 118 berita yang terbagi dalam : Isu good governance sebanyak 94,07 %, isu kriminal 2,54%, dan lingkungan hidup sebanyak 3,39%.   Dari sekian banyak berita yang terpantau, berita tentang Sumbawa Rusuh Massa paling banyak di bahas.

Kerusuhan pecah di Kabupaten Sumbawa, Selasa kemarin (22/1). Ribuan warga Sumbawa dengan merusak dan membakar toko, sejumlah rumah milik warga etnis tertentu yang tinggal di Sumbawa. Selain dibakar, sejumlah pertokoan dijarah oleh warga yang emosi. Kerusuhan ini merupakan kado terburuk  dalam ulang tahun Sumbawa yang genarp berusia ke-54. (Radar Lombok 23 Januari 2013)

Sultan Muhammad Kaharuddin  IV tidak ingin daerahnya yang selama ini dikenal aman dan tentram terjadi gejolak. kemarin, saat terjadi rusuh, massa, Raja Sumbawa ini langsung turun untuk meredam aksi massa. “Jangka mo, pedi Samawa ta e (cukup sudah, Kasihan sama Sumbawa ini),” ujar Sultan dalam bahasa sumbawa di tengah kerumunan massa. Saat yang sama, Bupati Sumbawa, Ketua DPRD, Sekda, Kapolres, Kepala Kejaksaan Negeri, dan Dandim 1607 Sumbawa, juga ikut bergabung meredam amarah massa.

Aksi massa yang dimulai sekitar pukul 12.00 Wita itu dipicu ketidakpuasan warga terhadap aparat kepolisian  dalam kasus meninggalnya Ar,  seorang gadis warga Desa Brang Rea, Kecamatan Moyo Hulu. Pihak kepolisian menyimpulkan Ar tewas akibat kecelakaan lalulintas saat berboncengan dengan temannya. Sementara pihak keluarga korban tidak mempercayai keterangan polisi karena menilai ada kejanggalan dari luka korban. ( Lombok Post 23 Januari 2013)

Polisi Bergerak cepat menindak pelaku rusuh Sumbawa. Kepolisian Resort Sumbawa menagkaap 90 pelaku. Kabid Humas Polda NTB AKBP Sukarman Husein mengungkapkan, dari penegakan hukum kerusuahan Sumbawa, diamankan 90 orang. Polisi telah menetapkan 27 sebagai tersangka dalam kasus penjarahan. Mereka dijerat Pasal 363 jo Pasal 362 KUHP. Sementara sembilan orang lainnya menjadi tersangka kasus pembakaran dan sisanya dipulangkan. Mereka hanya menjadi saksi.

Kerusuhan yang terjadi di Sumbawa Selasa lalu (21/1) telah ditunggangi kelompok tertentu yang tidak ingin melihat NTB dalam kondisi  aman dan damai. “Ada penumpang gelap dalam peritiwa ini,” kata kepala Badan Kesatuan dan Politik Dalam Negeri (Bakespoldagri) NTB Nasibun, kepada Radar Lombok, Rabu kemarin (24/1). Peristiwa kerusuhan itu terjadi secara cepat, masif dan terorganisir. (Radar Lombok 25 Januari 2013).

Gubrnur NTB Dr TGH M Zainul Majdi mengecam aksi anarkis yang dilkukan  massa di Sumbawa Besar. Dia menyebut kejadian itu musibah yang sangat besar bagi NTB. ( Lombok Post 25 Januari 2013).

Jumlah tersangka yang ditahan dalam kasus rusuh Sumbawa bertambah. Kepolisian Resort Sumbawa menahan  33 orang. Kabid Humas Polda  NTB AKBP Sukarman Husein mengatakan, 33 orang yang ditahan itu sebanyak 27 orang tersangka kasus penjarahan atau pencurian dan enam orang tersangka kasus pembakaran. Penyidikan  masih dilakukan karena kemungkinan penambahan tersangka selalu bisa saja terjadi.

Brigjen Pol M Iriawan  diminta mundur dari jabatannya sebagai Kapolda NTB. Permintaan ini datang dari Aliansi  Kebangsaan Pemuda Indonesai (AKPI) NTB. Mereka mendesak Iriawan mundur lantaran tidak bisa mencegah dan mengatasi kerusuhan atau konflik belakangan ini terjadi di NTB. Terlebih kerusuhan yang terjadi membawa korban jiwa hingga hilang dan rusaknya harta masyarakat.

Pelabuhan penyeberangan satu-satunya yang menghubungkan Pulau Sumbawa dengan Lombok di Pelabuahan Kayangan terkena  imbas akibat kerusuhan yang melanda Sumbawa Besar.  Penyeberangan mobil, kendaraan bermotor dan  pejalan kaki mengalami penurunan hingga  lima puluh persen dari hari normal sebelum kerusuhan terjadi. (Radar Lombok 26 Januari 2013).

Polisi bertindak cepat dalam mengusut kasus pembakaran dan penjarahan di Sumbawa. Dari 90 warga yang diamankan, 33 orang resmi berstatus tersangka. Ke-33 pelaku, 27 orang jadi tersangka kasus pembakaran, sisanya 6 orang dalam kasus penjarahan. “Kita sudah tetapkan 33 tersangka. Mereka itu, pelaku pembakaran dan penjarahan,” kata Kabid Humas Polda NTB AKBP Sukarman Husein kepada Lombok Post, kemarin. (Lombok Post 26 Januari 2013).

Dari hasil pemantau 21-26 Januari 2013, yang menjadi titik fokus perhatian pemantau yakni pada pemberitaan pada tanggal 26 Januari. Dimana antara Radar Lombok Dan Lombok Post mempunyai berita yang sama namun data yang tertulis dalam kedua Koran tersebut berbeda, yakni pada kalimat Kepolisian Resort Sumbawa menahan  33 orang. Kabid Humas Polda  NTB AKBP Sukarman Husein mengatakan, 33 orang yang ditahan itu sebanyak 27 orang tersangka kasus penjarahan atau pencurian dan 6 orang tersangka kasus pembakaran. (Radar Lombok 26 Januari 2013) dan Dari 90 warga yang diamankan, 33 orang resmi berstatus tersangka. Ke-33 pelaku, 27 orang jadi tersangka kasus pembakaran, sisanya 6 orang dalam kasus penjarahan. “Kita sudah tetapkan 33 tersangka. (Lombok Post 26 januari 2013).

sebagai masyarakat lokal saya berharap agar kedua media memberikan pemberitaan yang aktual dan terpercaya. Kalau pemberitaannya seperti yang diatas masyarakat akan tidak mengetahui, mana berita yang bisa dipercaya.

Be Sociable, Share!

Tentang Penulis

Dilahirkan di Pemenang, Lombok Utara pada tanggal 31 Desember 1979. Ia adalah seorang wirausaha yang aktif dalam kegiatan di komunitas lokalnya, Komunitas Pasir Putih. Selain itu ia juga ambil bagian dalam kegiatan pemantauan media lokal berbasis komunitas bersama Forum Lenteng.

Lihat semua tulisan

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung - Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org



© Agustus 2008 - 2013 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Dongeng Rangkas // Naga // Radio akumassa //