Memperingati Hari Jadi Kota Tangsel Ke-4 dan Laporan Berita Pekan Terakhir Bulan November

Pada pekan keempat bulan November 2012 ini pemantau hanya menelaah berita di harian Tangsel Pos saja dan tidak di harian Tangerang Ekspres karena pemantau tidak memperoleh koran tersebut. namun tidak mengurangi analisa pemantau terhadap konten pemberitaan sepekan di akhir bulan November ini. Pada hari pertama di pekan keempat ini harian Tangsel Pos membuka dengan berita tentang hari jadi Kota Tangerang Selatan yang genap berusia 4 tahun. Kemudian beberapa berita di hari berikutnya yang pemantau anggap penting sebagai informasi yang memiliki urgensinya dengan kebutuhan informasi masyarakat Tangsel. beberapa informasi tersebut diantaranya adalah kebijakan Pemkot yang akan menggratiskan biaya berobat ke RSUD di tahun 2013 mendatang, menyoal penguapan dana zakat yang dituduhkan kepada BAZDA Kota Tangsel dan laporan kasus kekerasan KDRT tertinggi di Kecamatan Pondok Aren dan Kecamatan Serpong.

Tangsel Pos 26 November 2012

Tangsel Pos 26 November 2012

Terkait berita hari jadi Kota Tangsel ke-4 harian Tangsel Pos mengulas tentang banyaknya perubahan selama 4 tahun kota Tangsel berdiri sejak disahkan pada 26 November 2008 silam. Harian Tangsel Pos menulis bahwa Kota Tangsel sebagai kota yang paling buncit di Provinsi Banten dinilai banyak mengalami perkembangan meskipun dengan catatan masih banyak yang harus dibenahi baik di bidang infrastruktur, pendidikan, aparatur birokrasi, kesehatan, pelayanan publik, iklim bisnis, lingkungan hingga hubungan antara masyarakat.

Pada edisi Rabu, 28 November 2012 harian Tangsel Pos mengangkat laporan tentang biaya berobat gratis di RSUD yang berlaku ditahun 2013 menadatang dengan hanya menunjukan KTP. Kebijakan ini berlaku bagi seluruh warga Kota Tangserang Selatan. Sebelumnya diberitakan oleh Harian ini bahwa Pemkot Tangsel sudah menggratiskan biaya berobat dan rawat inap di Puskesmas. Tangsel Pos menulis, kebijakan kebijakan ini diambil sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Tangsel dalam meningkatkan pelayanan dan memberikan jaminan kesehatan bagi warganya—yang dikutip dari pernyataan Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany. Soal ini terakhir Tangsel Pos menjelaskan soal anggarannya berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) RSUD pada tahun 2012 yang mencapai Rp 2 miliar.

Di hari berikutnya, edisi Kamis, 29 November 2012 harian Tangsel Pos melaporkan soal Badan Amil Zakat Daerah (BAZDA) Kota Tangsel yang menyangkal adanya dugaan penguapan dana Zakat, Infaq, dan Sadaqah (ZIS) sebesar 70 persen yang ditudingkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Dirinci oleh harian ini BAZDA Tangsel mengakui dari target pendapatan ZIS sebesar Rp 1.761.125.000 pada tahun 2012, hanya 53 persen yang berhasil masuk kas BAZDA. Ditambahkan, menurut KH Endang Saefuddin mengatakan selama ini BAZDA hanya menghimpun sebanyak 15 persen dana ZIS dari masyarakat wajib zakat. Sisanya sebanyak 60 persen habis dibagikan di tingkat unit Pengumpul Zakat (UPZ), 2,5 persen dibagi habis di UPZ Kelurahan, 17,5 persen habis dibagikan di UPZ Kecamatan. Berdasarkan Keputusan Walikota Nomor 451.12/Kep. 120-Huk/2012 tentang Pengumpulan, Pendistribusian dan Pendayagunaan ZIS. Yakni, warga muslim yang memberikan ZIS kepada masjid/musholla atau sekolah kemudian diserahkan ke UPZ Kelurahan sebesar 5 persen, BAZ Kecamatan 20 persen, BAZDA 15 persen. “Jadi perhitungan kami dari 100 persen wajib zakat yang ada, yang masuk ke kas BAZDA hanya 15 persennya saja. Itu pun masih belum maksimal. Sebab dari target pemasukan yang dihimpun dari UPZ Kecamatan Rp 1.761.125.000, hanya 53 persennya saja yang tercapai, atau sekitar Rp 940 jutaan, “jelasnya. Dari dana pendapatan zakat fitrah tersebut, BAZDA langsung menyalurkan seluruhnya kepada mustahik (penerima ZIS). “Tidak benar kalau dana zakat ini menguap di atas (Tangsel Pos 29/11/2012).

Edisi terakhir di pekan keempat bulan November 2012 harian Tangsel Pos merilis soal tingkat kekerasan rumah tangga yang semakin meningkat. Harian Tangsel Pos merilis laporan ini merujuk pada laporan Polrestra Tangerang yang membawahi Kecamatan Pondok Aren dan Kecamatan Serpong sebagai bagian dari wilayah hukumnya. Berdasarkan data Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Tangerang sepanjang Oktober 2011 hingga Oktober 2012, tercatat 40 kasus. Sebanyak 16 kasus terjadi di Pondok Aren dan 14 kasus di Serpong. Sisanya terbesar di wilayah hukum Polresta Tangerang.ditambahkan, perlu adanya sosialisasi mengenai UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT agar supaya masyarakat melek UU KDRT.

Sebagai catatan pada pemberitaan mengenai hari jadi Kota Tangsel ke -4 harian Tangsel Pos tidak memberikan ulasannya yang lebih spesifik dan informasi yang diberikan hanya sekedar memberitakan soal yang umum saja dari peringatan hari jadi ke- 4 Kota Tangsel. kemudian, berita soal pengobatan gratis di RSUD harian ini sudah menginformasikannya dengan baik karena nilai urgensinya bagi masyarakat Tangsel, hal yang sama juga dengan menyoal penguapan dana zakat yang dikelola BAZDA Kota Tangsel. dalam pemberitaan harian Tangsel Pos memberikan rincian atas kasus ini dengan mengkonfirmasi Ketua BAZDA Kota Tangsel KH Endang Saefuddin atas tudingan anggota DPRD Kota Tangsel yang mempersoalkan menguapnya dana zakat.  Terkait berita tang rilis kekerasan KDRT yang kian meningkat di Kota Tangsel, harian ini merujuk pada sumber laporan dari Polrestra Tangerang yang membawahi wilayah hukum Kecamatan Pondok Aren dan Kecamatan Serpong sedangkan kecamatn lainnya yang berada di wilaya hukum Polres Metro Jakarta Selatan tidak didapat sejuah mana tingkat kekerasan KDRT apakah meningkat seperti laporan dari Polrestra Tangerang. Terlepas dari itu, pemberitaan di pekan keempat bulan November 2012 sudah dapat memberikan informasi yang memiliki urgensinya kepada masyarakat Kota Tangerang Selatan sesuai dengan kebutuhan informasi yang diperoleh dan sebagai catatan tambahan pemantau menganggap ini perlu disajikan kepada khalayak pembaca terlebih bagi yang berkepentingan di Kota Tangerang Selatan. [rrk]

Be Sociable, Share!

Tentang Penulis

Renal Rinoza lahir di Jakarta, 8 Maret 1984. Tahun 2004 kuliah di Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan lulus tahun 2010. Tahun 2007 sempat kuliah di Program E.C Ilmu Filsafat Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta. Sehari-hari bergiat Komunitas Djuanda dan aktif menulis di Jurnal Footage, akumassa.org, dan Program Pemantauan Media akumassa.org.

Lihat semua tulisan

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung - Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org



© Agustus 2008 - 2013 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Dongeng Rangkas // Naga // Radio akumassa //