Berita Penutup Tahun 2012

Pekan keempat bulan Desember 2012 adalah pekan terakhir di tahun 2012. Tentunya selama tahun 2012 sudah banyak sejali peristiwa yang tertangkap oleh media lokal dalam hal ini harian Tangsel Pos dan harian Tangerang Ekspres yang saya pantau. Sebelumnya pada paruh awal tahun 2012 pemantau melakukan kerja pemantauan terhadap harian Tangsel Pos dan harian Suara Tangsel. namun harian Suara Tangsel terhenti penerbitannya dan tidak kembali terbit sehingga pada bulan Juli 2012 pemantau menggantinya dengan harian Tangerang Ekspres yang notabene satu grup dengan harian Tangsel Pos dibawah payung Jawa Pos Group. Dalam bulan Desember 2012 pemantau tidak mengulas berita-berita di harian Tangerang Ekspres yang sebenarnya di akhir bulan November tidak pemantau ulas. Alasannya yang mendasari ialah pemantau tidak mendapat harian Tangerang Ekspres ditempat pemantau berlangganan di mana pada dua pekan terakhir pemantau kurang responsif ditambah tempat yang biasa pemantau berlangganan tutup dan pemantau sudah mengusahakan meneleponnya namun tak dapat tersambung. Tentunya pada bulan Desember 2012 ini kerja pemantauan media yang saya kerjakan berpengaruh terhadap bobot penelitian yang kurang dilengkapi data dan analisa dari harian Tangerang Ekspres.  Terlepas dari itu saya mencoba untuk memberikan sebuah telaah atas kerja pemantauan di akhir tahun 2012 ini dengan hanya mengandalkan konten pemberitaan di harian Tangsel Pos. Disamping itu, sepanjang pemantau amati konten pemberitaan di harian Tangerang Ekspres tidak jauh berbeda dengan apa yang tersaji di harian Tangerang Pos. Ini dikarenakan dalam satu grup yang sama yakni Jawa Pos Group sehingga dapat’meringankan’ pemantau dari kelemahan penelitian ini (terutama sajian pemantauan bulan Desember 2012). Hematnya konten pemberitaan di harian Tangsel Pos dan harian Tangerang Ekspres tak jauh berbeda dan adapun berita yang berbeda itu tidaklah berpengaruh secara signifikan terhadap sajian di kedua media yang seringkali sama. Ya pemantau mengamatinya konten pemberitaannya bersifat moved and switched di kedua media tersebut.

Tangsel Pos 31 Desember 2012

Tangsel Pos 31 Desember 2012

Pada pekan keempat bulan Desember 2012 ini pemantau memilih beberapa berita yang menjadi desert bagi sajian pemberitaan media lokal di Tangerang Selatan dan dalam hal ini seperti yang sudah pemnatau utarakan diatas adalah pemberitaan di harian Tangsel Pos. Berikut beberapa berita yang menjadi penutup di tahun 2012 ini, Pada edisi Senin 24 Desember 2012 sehari sebelum Natal harian Tangsel Pos melaporkan tentang mewaspadai beberapa titik macet jelang Natal dan perayaan Tahun Baru 2013. Untuk mengatasi kemacetan tersebut pihak Dishubkominfo mengerahkan petugasnya untuk dapat mengatasi kemacetan dan mendirikan posko bersama. Selanjutnya di edisi yang sama harian Tangsel Pos melaporkan tentang larangan bagi provider untuk beriklan di tembok yang akan dilaksanakan di tahun 2013 karena tidak memberikan kontribusi PAD 2012 dan disamping itu mengganggu keindahan kota. Harian Tangsel Pos melansir bahwa Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian, Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Kota Tangsel, Bambang Nortjahyo mengatakan keberadaan reklame branding semakin menjamur, dimungkinkan karena ongkos beriklan menggunakan media tersebut murah. “Reklame branding yang paling banyak ditemui adalah milik perusahaan jaringan komunikasi. 2013 nanti semua itu akan kami tertibkan, “ ujarnya, akhir pekan kemarin. Regulasi tersebut, terang Bambang, telah tertuang didalam peraturan Walikota (Perwal) Nomor 32 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyelenggaraan Reklame. Dalam perwal itu diatur mengenai ukuran, tata letak, estetika hingga bahan dasar reklame. “Keberadaan reklame branding tidak sesuai dengan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan, “ tegasnya. Selain mengotori keindahan kota, tambah Bambang, keberadaan reklame branding tidak memberikan kontribusi pengenaan Pajak Asli Daerah (PAD). Artinya, hanya memberikan keuntungan secara sepihak (Tangsel Pos 24/12/2012).

Pada edisi Kamis, 27 Desember 2012 harian Tangsel Pos menurunkan laporan tentang  kalangan anggota DPRD Kota Tangsel yang tengah menginisiasi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Transparansi Penyelenggaraan Pemerintahan. Namun draft Raperda yang diajukan sepenuhnya belum final dimana substansi Raperda tersebut adalah soal aturan keterbukaan informasi publik. Yang menjadi catatan harian Tangsel Pos dalam laporannya sebagaimana yang dikutip dari pernyataan Tangerang Public Transparency Watch (TRUTH) menilai muatan dalam Raperda Transparansi Penyelenggaraan Pemerintahan masih lemah dan lebih 60 persennya hasil jiplakan UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Lanjut menurut TRUTH Raperda yang diinisiasi oleh anggota Dewan tersebut merupakan sesuatu yang tidak perlu. Sebab pasal-pasal tersebut sudah diatur dalam UU terkait.  Kemudian di rubrik lain harian Tangsel Pos menurunkan laporan tentang 13 Raperda usulan yang akan dibahas di tahun 2013 diantaranya Raperda Retribusi Daerah, Revisi perda Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Perda Diniyah, Raperda Ijin Usaha Jasa Konstruksi dan Raperda Penyelenggaraan Reklame. Terakhir, harian Tangsel Pos menyajikan berita tentang terungkapnya misteri pembunuhan karyawati Hypermart,Besty Citra Kiraningrum. Pelaku akhirnya dapat dibekuk aparat kepolisian setelah melakukan penyelidikan berhari-hari. Para pelaku yang terdiri dari tiga orang tersebut dijerat dengan pasal 340, 339 dan 338 dengan ancaman 15 tahun penjara.

Pada edisi 31 Desember 2012 harian Tangsel Pos melaporkan berita tentang geliat ekonomi Tangsel yang diprediksi tumbuh 8%. Harian Tangsel Pos menurunkan berita ini berdasarkan pernyataan dari pengamat ekonomi dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Serang Dahlil Azhar. Hal ini diperkuat dengan data dari Kantor Penanaman Modal Daerah (KPMD) setempat mengungkap hingga akhir 2011 terdapat 143 perusahaan asing yang menanamkan modalnya di kota yang dipimpin Walikota Airin Rachmi Diany ini. Sementara data sepanjang 2012 baru akan dipublikasikan pada awal 2013 nanti oleh KPMD setempat. Selama ini, total investasi asing yang telah masuk ke Tangsel mencapai US$ 3.207.540.744. Nilai tersebut diprediksi akan terus meningkat pada 2013 nanti. Mengingat perkembangan dari tahun ke tahun memang tinggi. Contohnya pada akhir tahun 2008 hanya ada 72 perusahaan asing, berkembang menjadi 81 perusahaan pada akhir 2009. Kemudian bertambah lagi menjadi 102 pada tahun 2010.ditambahkan, Sejak 2008 hingga akhir 2011 hanya ada 17 perusahaan yang berinvestasi di Kota Tangsel. “Investasi asing masih tinggi di Tangsel ini dan jumlahnya tumbuh pesat dari tahun ke tahun. Sedangkan jumlah investasi perusahaan dalam negeri tidak terlalu berkembang. Terkait nilai investasi yang ditanamkan pemodal asing di Kota Tangsel, nilainya pun mengalami kemajuan pesat. Tahun 2008 hanya sebesar US$ 2.560.014.026 menjadi US$ 2.578.913.377 pada tahun 2009, kemudian bertambah pada akhir 2010 menjadi US$ 2.590.272.397 dan pada akhir 2011 telah mencapai US$ 3.207.540.744. Jumlah itu masih mengalami penambahan pada 2011 menjadi 143 perusahaan,  begitu Tangsel Pos menulis.

Masih di edisi yang sama, Senin, 31 Desember 2012 harian Tangsel Pos menurunkan laporan tentang gempar-gempor rencana pembangunan monorel yang direncanakan akan melalui jalur sepanjang 35 kilometer dari Serpong hingga bandara Soekarno-Hatta. Dimana harian Tangsel Pos memberitkan bahwa saat ini sedang dalam tahap pra Feasibility Study (FS), tahap selanjutnya adalah Detail Engineering Design (DED) nya termasuk mengenai pembuatan setiap shelter. Rencananya monorel yang dibangun sepanjang 35 kilometer melalui 13 stasiun dan 1 depo. Jumlah shelter yang akan dibuat sebanyak 14 buah di dua wilayah yakni Tangerang dan Tangsel. Ke-14 shelter yang dimaksud yakni, jalur Serpong-Griya Loka – St BSD Junction – St WTC – St Alam Sutra – St Gading Serpong – St Serpong Times Square – St Kota Modern – St Tangerang – St Mekar Wangi – St Garuda – St Terminal I – St Terminal II – Stasiun Terminal III, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. Jika tak ada aral melintang baik investor maupun lahan, ground breaking atau pelaksanaan pemancangan pertama akan dilaksanakan pada awal mei 2013, di dekat Puspiptek Muncul melalui Rawa Buntu. Sementara, untuk rangka monorel sendiri ditargetkan sudah terbentuk pada tahun 2014 mendatang. Pembangunan kereta api layang Serpong hingga Bandara Soekarno Hatta, diprediksi akan menelan biaya hingga USD 700 juta atau senilai Rp 6,5 triliun. Pembangunan monorel ini akan melibatkan PT Inka dengan tujuh pengembang perumahan. Monorel yang dibangun di atas (elevated) ini akan mengelilingi 7 kecamatan. Diharapkan proyek monorel Kota Tangsel-Bandara Soekarno bisa tersambung dengan Stasiun MRT Lebak Bulus yang dicanangkan Pemprov DKI (Tangsel Pos 31/12/2012).

Dan sebagai penutup sajian berita di tahun 2012 ini adalah soal berita catatan kriminalitas. Tahun 2012 berita kriminal yang sangat menyita perhatianpublik  ialah kasus pembunuhan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) yang dibunuh secara sadis dilatarbelakangi dendam., Dalam laporannya harian Tangsel Pos merinci catatan-catatan kriminal sepanjang tahun tahun 2012 ini selain kasus pembunuhan mahasiswi UIN Jakarta. Harian Tangsel Pos berdasarkan data dari Polrestra Tangerang mencatat, Dari jumlah laporan polisi yang masuk sepanjang 2012, sebanyak 2.773 kasus didominasi oleh pencurian dengan pemberatan, pencurian sepeda motor, dan bahkan pencurian dengan kekerasan. Angka ini jauh menurun bila dibandingkan tahun 2011 yang mencapai 3.715. sepanjang 2012 ini Serpong dan Pondok Aren masuk zona merah rawan kejahatan. Kedua wilayah ini, merupakan daerah rawan pencurian kendaraan bermotor dan kasus-kasusnya tertinggi dibanding wilayah lain yang masuk wilayah hukum Polresta Tangerang. Data kasus tahun 2012 periode Januari-Desember, Polsek Serpong mengungkap 302 kasus dari jumlah total 936 kasus curanmor. Jumlah ini meningkat dibanding tahun 2011. Dari 689 kasus, yang terungkap 132 kasus curanmor. Sedangkan di Polsek Pondok Aren, dari jumlah total curanmor 447 kasus pada 2012, polisi hanya mampu mengungkap 139 kasus. Adapun pada tahun 2011 hanya mengungkap 97 kasus dari 708 laporan curanmor. Ditambahkan, Sementara itu untuk kejahatan penggunaan obat-obatan terlarang atau narkotika 100 persen terungkap. Jumlah kasus narkotika pada tahun 2012 sebanyak 165 kasus dibandingkan tahun 2011 sebanyak 177 kasus, maka terjadi penurunan sebanyak 6,8 persen. Kemudian jumlah tersangka yang berhasil ditangkap untuk kasus narkoba di tahun 2012 sebanyak 191 orang, dan jika dibandingkan ditahun 2011 sebanyak 207 orang maka terjadi penurunan sebesar 7,7 persen. Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) Polrestra Kabupaten Tangerang Komisaris (Kompol) Shinto Silitonga mengatakan selama tahun 2012, kasus pencurian kendaraan yang paling banyak dilaporkan masyarakat dan pihaknya berhasil mengungkap sebanyak 866 kasus curanmor. Jumlah pengungkapan kasus curanmor tahun 2012 lebih meningkat dari tahun 2011 dengan sebanyak 183 kasus (Tangsel Pos 31/12/2012).

Demikianlah sekelumit beberapa berita yang tersajikan sebagai penutup laporan pemberitaan sepanjang tahun 2012 yang telah diinformasikan dan dikabarkan oleh harian Tangsel Pos yang oleh pemantau amati sepanjang tahun 2012 dalam proyek penelitian pemantauan media ini merupakan bagian dari usaha untuk melihat dan mengkaji sejauh mana keterlibatan media lokal pada isu-isu lokal dan sejauh mana media dapat berfungsi sebagai wahana untuk memberikan akses informasi bagi publik yang berkepentingan di kota Tangerang Selatan. Dalam catatan saya tentang sajian berita diatas terutama dalam catatan Kriminal harian Tangsel Pos mendasarkan pada laporan catatan kriminal di wilayah hukum Polrestra Tangerang yang mencakup wilayah Kecamatan Pondok Aren dan Kecamatan Serpong. Ada yang missing disini ialah seperti apa kasus kriminal di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Selatan yang membawahi Polsek Ciputat dan Pamulang. Disamping itu, harian Tangsel Pos tidak mengulas soal catatan kriminal yang pada paruh awal tahun 2012 sempat menjadi wacana karena tingginya angka kriminalitas ketika itu seperti maraknya perampokan di minimarket, aksi perampokan toko emas yang sangat penyita perhatian publik di paruh awal tahun 2012, dan merajalelanya aksi perampokan dengan menggunakan senjata api yang marak di awal dan pertengahan tahun 2012 (lihat laporan Keprihatinan Media Soal Tindak Kriminalitas  dan Wacana Pendirian Mapolres Tangsel). Terkait wacana pembentukan Mapolres Tangsel harian Tangsel Pos sudah memberitakannya di edisi 29-30 Desember 2012. Pemantau coba untuk melihat kedepan (looking forward) terhadap keberlangsungan wacana ini di tahun 2013 dimana  ada waktu tersisa selama kurang lebih 1 bulan di tahun 2013 untuk kerja pemantauan yang akan berakhir di bulan Januari 2013.

Akhirul kalam, inilah ikhtisar laporan kerja pemantauan yang saya lakukan disepanjang tahun 2012 ini dan adapun untuk kekurangannya sekiranya dapat diperbaiki dalam kesempatan mendatang agar usaha penelitian pemantauan media ini dapat menemukan format dan formulanya bagi kerja pemantauan di kemudian hari. Sebagai penutupnya harian Tangsel Pos di halaman terakhir penampilkan foto-foto peristiwa sepanjang 2012 yang merupakan kaleidoskop untuk dapat dijadikan rekam jejak perkembangan dan dinamika Kota Tangerang Selatan. [rrk]

Be Sociable, Share!

Tentang Penulis

Renal Rinoza lahir di Jakarta, 8 Maret 1984. Tahun 2004 kuliah di Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan lulus tahun 2010. Tahun 2007 sempat kuliah di Program E.C Ilmu Filsafat Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta. Sehari-hari bergiat Komunitas Djuanda dan aktif menulis di Jurnal Footage, akumassa.org, dan Program Pemantauan Media akumassa.org.

Lihat semua tulisan

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung - Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org



© Agustus 2008 - 2013 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Dongeng Rangkas // Naga // Radio akumassa //