Moratorium Izin Minimarket dan Aksi Satpol PP

Pada penghujung bulan Oktober dan awal bulan November 2012 harian Tangsel Pos dan harian Tangerang Ekspres menyajikan pemberitaan terkait dengan moratorium perizinan minimarket di Kota Tangsel. Moratorium perizinan minimarket tersebut merupakan dari maraknya pendirian minimarket yang belum memiliki izin. Disamping itu pemberitaan tentang beberapa aksi Satpol PP dalam berbagai penertiban.

Harian Tangsel Pos 29 Oktober 2012

Harian Tangsel Pos 29 Oktober 2012

Terkait pemberitaan moratorium izin minimarket harian Tangsel Pos memuatnya di edisi Senin, 29 Oktober 2012. Dalam nomor edisi tersebut diberitakan Walikota Tangerang Selatan memberikan moratorium perizinan minimarket di Kota Tangsel. Pihak Pemkot memberikan waktu selama dua minggu, jika beres moratorium tersebut akan dicabut. Sementara ditempat terpisah Ketua DPRD Kota Tangsel Bambang P Rachmadi ditemui di jumpa pers di Bintaro mengatakan, dewan sudah sangat cukup keras untuk meminta dinas terkait dan pemerintah kota menangani kasus maraknya minimarket yang tidak memiliki izin (Tangsel Pos 29/10/2012). Dari pemberitaan didapat informasi dari dua kecamatan yakni kecamatan Pondok Aren dan kecamatan Setu bahwa Pemkot melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangsel menginventarisir keberadaan minimarket. Hasil pendataan di dua kecamatan, yakni Pondok Aren dan Setu “Di Pondok Aren 60 minimarket dan di Setu 20 minimarket. Ditambahkan bahwa bangunan minimarket yang belum memiliki izin akan disegel oleh Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T).  Berkenaan pemberitaan tentang aksi penertiban yang dilakukan oleh Satpol PP harian Tangsel Pos memuatnya di edisi Senin, 29 Oktober 2012 dan Kamis, 31 Oktober 2012 sedangkan harian Tangerang Ekspres memuatnya di edisi Jumat, 2 November 2012. Pada pemberitaan edisi 29 Oktober 2012 dilaporkan dari data Satpol PP Kota Tangsel tercatat ada 209 papan reklame yang tidak mengantongi izin bahkan hampir semuanya berdiri di lahan fasilitas umum dan fasilitas sosial.  Dari jumlah tersebut, Satpol PP baru bisa menertibkan 111 billboard setelah sebelumnya dilayangkan surat teguran kepada pihak perusahaan. Pada edisi Rabu, 31 Oktober 2012 harian Tangsel Pos melansir dengan anggaran senilai Rp 12 miliar, segala penertiban dilakukan Satpol PP untuk mewujudkan suasana yang aman di Kota baik dari penertiban pedagang kaki lima, tempat hiburan, penertiban peredaran minuman keras dan narkotika, penertiban penyandang masalah kesejahteraan sosial, gelandangan, pengemis, hingga penertiban billboard yang tidak memiliki zin dan berdiri di lahan fasilitas sosial/umum (Tangsel Pos 31/10/2012). Hal yang sama mengenai aksi Satpol PP juga diberitakan oleh harian Tangerang Ekspres, dalam beritanya harian Tangerang Ekspres mengangkat berita Satpol PP yang menutup sementara bangunan tempat ibadah di kawasan Bintaro. Hal ini dilakukan untuk menghindari amuk warga. Pasalnya beradaan rumah tinggal yang berubah fungsi sebagai tempat ibadah tersebut dipertanyakan oleh warga.

Dalam amatan penulis sajian pemberitaan tentang moratorium perizinan minimarket oleh Walikota Tangsel merupakan informasi yang penting bagi masyarakat untuk dapat mengetahui sejauh mana upaya Pemkot Tangsel dalam mengatur izin pendirian minimarket dan memberi keadilan bagi pedagang kecil dari menjamurnya minimarket. Harian Tangsel Pos lanjut menulis bahwa di tahun 2013 pembahasan minimarket dan toko modern masuk dalam Raperda inisiatif DPRD Kota Tangsel dan SKPD terkait dalam hal ini Disperindag sedang membuat naskah akademiknya. Moratorium perizinan minimarket untuk sementara diberlakukan sampai dengan mendapatkan kekuatan hukum tetap. Berkenaan aksi Satpol PP harian Tangsel Pos sudah baik menjabarkan berbagai penertiban yang dilakukan oleh Satpol PP namun untuk harian Tangerang Ekspres tidak menjelaskan bangunan tempat ibadah yang ditutup tersebut dalam laporan pemberitaannya. [rrk]

 

Be Sociable, Share!

Tentang Penulis

Renal Rinoza lahir di Jakarta, 8 Maret 1984. Tahun 2004 kuliah di Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan lulus tahun 2010. Tahun 2007 sempat kuliah di Program E.C Ilmu Filsafat Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta. Sehari-hari bergiat Komunitas Djuanda dan aktif menulis di Jurnal Footage, akumassa.org, dan Program Pemantauan Media akumassa.org.

Lihat semua tulisan

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung - Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org



© Agustus 2008 - 2012 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Dongeng Rangkas // Naga // Radio akumassa //