Pemilukada Depok 2010 Makin Panas, Satu Surat Kabar Tak Bersuara

Oleh / pada 13 Agustus 2012 / di Depok, Jawa Barat, Good Governance // Belum ada komentar

Total artikel yang terpantau dari tanggal 6 hingga 12 Agustus 2012 pada tiga surat kabar lokal Depok (Radar Depok, Monitor Depok, dan Jurnal Depok) ialah sebanyak 146 artikel. Isu yang mendominasi ialah good governance, dengan jumlah proporsi sebanyak 90 artikel (61,643%). Disusul setelahnya, yakni isu kriminalitas sebanyak 39 artikel (26,713%), isu lingkungan hidup sebanyak 9 artikel (6,164%), isu perempuan dan/atau anak sebanyak 8 artikel (5,479%), dan tidak ada satu pun yang merupakan artikel berisu HAM.

Masalah tentang nasib guru, terkait soal ujian kompetensi guru, masih muncul di halaman pertama di awal minggu (lihat Radar Depok dan Jurnal Depok, edisi 6 Agustus 2012). Berita tentang kisruh Pemilukada Depok tahun 2010 semakin memanas, yang kini mulai muncul dengan judul-judul artikel yang menjuru pada penuntutan pemilihan ulang. Monitor Depok memuat berita terkait hal ini dari tanggal 7 hingga 9 Agustus 2012. Jurnal Depok memuat berita terkait hal ini dari tanggal 7 hingga 10 Agustus 2012. Sementara itu, Radar Depok tidak memuat berita terkait hal itu sama sekali dalam satu minggu tersebut, seolah kehilangan suara kritiknya yang pedas. Alih-alih, Radar Depok lebih banyak memuat berita-berita terkait dengan pembangunan infrastruktur yang diselenggarakan oleh Pemkot dengan objektif.

Berita terkait harga sembako, keputusan terkait hari lebaran, dan juga kritik terhadap Pemkot terkait dengan perbaikan infrastruktur jalan juga masih menghiasi halaman-halaman surat kabar lokal Depok tersebut.

Pemantau semakin bertanya-tanya mengenai agenda seting yang direncanakan masing-masing surat kabar. Mungkin yang dapat menjadi pertanyaan kritis bagi kita semua adalah mengapa surat kabar yang satu secara lebih intensif mengangkat isu tertentu di bandingkan dengan surat kabar lain? Tentunya hal ini berkaitan dengan konflik kepentingan dari pemangku kebijakan dan penguasa lainnya (pemilik modal). Berdasarkan gambaran laporan pada minggu ini, diharapkan pembaca yang budiman dapat lebih aware terhadap pemberitaan di media massa.

Be Sociable, Share!

Tentang Penulis

Manshur Zikri (21 tahun) adalah seorang mahasiswa Program Studi Kriminologi, FISIP, Universitas Indonesia. Saat ini dia menjadi salah seorang pemantau dalam Program Pemantauan Media Berbasis Komunitas, Forum Lenteng, untuk perwakilan lokasi Kota Depok. Selain aktif berkegiatan di Forum Lenteng, Zikri juga aktif dalam kegiatan jurnalisme warga bersama komunitas akumassa Depok, SUBURBIA, yang mengkaji persoalan sosial, budaya dan media di Kota Depok dan sekitarnya.

Lihat semua tulisan

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung - Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org



© Agustus 2008 - 2012 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Dongeng Rangkas // Naga // Radio akumassa //