Jangan Hanya Sekadar Kabar

Oleh / pada 13 Juni 2012 / di Depok, Jawa Barat, Good Governance // 1 Komentar

Potongan gambar dari Monitor Depok, edisi 2 Juni 2012

Hasil pemantauan yang dilakukan terhadap tiga koran lokal di Depok (Radar Depok, Monitor Depok, dan Jurnal Depok) pada tanggal 28 Mei hingga 3 Juni 2012 menunjukkan bahwa isu good governance merupakan isu yang paling dominan (51,369%). Isu lainnya, dari total artikel sebanyak 146 artikel, ialah kriminalitas (30,821%), lingkungan hidup (12,328%), dan isu perempuan dan/atau anak dan HAM (masing-masing 2,739%).

Isu good governance yang ada di halaman-halaman koran lokal Depok itu masih berkutat pada kebijakan Pemkot Depok, terutama tentang masalah Beras Miskin (raskin) yang banyak mendapat keluhan, soal Jamkesda, dan kebijakan minimarket yang dilarang buka 24 jam. Di awal-awal minggu, persoalan tentang penolakan konser Lady Gaga serta protes dan kekecewaan Ketua FPI Habib Riezieq terhadap pemerintah juga mencuat di halam-halaman depan koran tersebut (di Radar Depok dan Jurnal Depoki).

Selain itu, hal yang perlu mendapat perhatian dari kita, pembaca koran lokal Depok, adalah laporan dari tiga media tersebut tentang hasil kajian tim BPK terhadap kinerja Pemkot Depok. Hasil tersebut ialah pemberian nilai (opini) Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), yang bisa dikatakan bahwa itu menjadi sebuah hasil cukup baik bagi kinerja Pemkot Depok. Artikel-artikel yang dimuat dalam masing-masing koran memberitahukan kabar tersebut, tetapi kurang banyak menjabarkan atau mendeskripsikan bagaimana hasil penilaiannya itu sendiri. Menurut pemantau Depok, ada baiknya masing-masing koran menjabarkan secara detail tentang penilaian tersebut karena ini berkaitan dengan bagaimana masyarakat dapat menilai kinerja pemerintah lokal mereka sendiri. Dengan kata lain, sajian informasi dari media bukan hanya sekedar kabar, tetapi lebih jaun menjadi sebuah telaah yang dapat digunakan masyarakat untuk memahami persoalan yang sesungguhnya.

_________________________________________________________

*Pemantauan minggu ini dibantu oleh Dian Komala, partisipan akumassa Depok dan berkegiatan di komunitas dampingan akumassa Depok, Suburbia.

Be Sociable, Share!

Tentang Penulis

Manshur Zikri (21 tahun) adalah seorang mahasiswa Program Studi Kriminologi, FISIP, Universitas Indonesia. Saat ini dia menjadi salah seorang pemantau dalam Program Pemantauan Media Berbasis Komunitas, Forum Lenteng, untuk perwakilan lokasi Kota Depok. Selain aktif berkegiatan di Forum Lenteng, Zikri juga aktif dalam kegiatan jurnalisme warga bersama komunitas akumassa Depok, SUBURBIA, yang mengkaji persoalan sosial, budaya dan media di Kota Depok dan sekitarnya.

Lihat semua tulisan

1 Komentar pada "Jangan Hanya Sekadar Kabar"

  1. roy yasudianto 27 Juli 2012 pukul 10:04 · Balas

    saya salah seorang orangtua murid SMAN 3 Depok. Di SMAN 3 Depok marak sekali dengan adegan guru menjual buku paket di kelas. Modus yang dipakai oleh para guru tersebut adalah buku paket dibagikan di dalam kelas kepada para murid, 3 hari kemudian para murid harus melunasi pembayarannya. Informasi ini saya dapatkan dari anak saya. Hebatnya lagi, buku dijual dengan harga mahal dan tanpa diskon sama sekali.

    sesuai dengan peraturan menteri pendidikan nasional republik indonesia nomor 2 tahun 2008 tentang buku, pasal 11 berbunyi sebagai berikut : pendidik, tenaga kependidikan, anggota komite sekolah/madrasah, dinas pendidikan pemerintah daerah, pegawai dinas pendidikan pemerintah daerah, dan/atau koperasi yang beranggotakan pendidik dan/atau tenaga kependidikan satuan pendidikan, baik secara langsung maupun bekerjasama dengan pihak lain, dilarang bertindak menjadi distributor atau pengecer buku kepada peserta didik di satuan pendidikan yang bersangkutan atau kepada satuan pendidikan yang bersangkutan.

    *peraturan dibuat untuk ditaati, bukan untuk dilanggar*

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung - Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org



© Agustus 2008 - 2012 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Dongeng Rangkas // Naga // Radio akumassa //