Rekening Gendut Jayabaya dan Penolakan Lady Gaga

 

Hingga memasuki pekan kelima belas media lokal Kabar Banten dan Banten Raya untuk pemberitaan yang berkaitan dengan isu good governance masih tetap stagnant. Dari hasil rekapitulasi tabel matriks yang dilakukan oleh pemantau terhadap kedua media lokal, masih menunjukan adanya dominasi isu good governance diantara isu-isu lain dengan perolehan 56,666%. Sedangkan isu lingkungan hidup berada di kisaran 20,833%. Sementara untuk isu kriminal yakni 17,5% dan untuk isu perempuan dan/atau anak dan isu HAM diperoleh hasil yang sama yakni 2,5% dari 120 total berita.

Dikutip dari media Banten Raya

Hasil temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terhadap dugaan rekening gendut milik Bupati Lebak H. Mulyadi Jayabaya kerap menuai reaksi dari dua kelompok ormas kritis di Lebak, yakni Masyarakat Bersatu Untuk Banten (EMBUN) dan Kumpulan Mahasiswa Lebak (Kumala). Dalam pemberitaan di media Banten Raya edisi 22 Mei 2012 “Usut Tuntas Rekening Gendut Milik Bupati”, massa yang mengatasnamakan EMBUN dan Kumala menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Lebak, Senin (21/5). Dalam aksinya, mereka mendesak aparat penegak hukum agar mengusut tuntas kasus dugaan rekening gendut milik orang nomor satu di Lebak Mulyadi Jayabaya yang sudah menjadi temuan PPATK. Dalam temuannya PPATK menyebutkan bahwa Bupati sering menerima setoran tunai hingga Rp1 miliar. Hal serupa juga ditemukan dalam pemberitaan di media Kabar Banten edisi 22 Mei 2012 “Rekening Gendut Kembali Disoal”.

Masih dalam pengembangan dugaan kasus rekening gendut milik Bupati Mulayadi Jayabaya. Dalam pemberitaan di media Kabar Banten edisi 23 Mei 2012 “Isu Rekening Gendut Sarat Muatan Politis”, Kabag Humas Pemkab Lebak Hayat Syahida mengatakan “Orang awampun sudah dapat membaca, isu rekening itu sengaja dihembuskan oleh lawan politik untuk menghancurkan citra Jayabaya dan putrinya Iti yang akan maju menjadi calon Bupati Lebak mendatang”. Mengetahui hal ini, Bupati Mulyadi Jayabaya mengaku sudah tidak kaget lagi menghadapi hal semacam ini, karena sebelumnya Bupati sudah menjelaskan bahwa seluruh kekayaan yang didapat adalah hasil selama menjadi pengusaha kepada institusi resmi negara.

Berita lain datang dari lembaga Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lebak. Dengan alasan bisa merusak moral bangsa, Ketua Bidang Fatwa MUI Lebak KH. Baijuri dengan tegas menolak kedatangan Lady Gaga yang rencananya akan menggelar konser di Indonesia, (Kabar Banten, 23 Mei 2012, “MUI Lebak Tolak Lady Gaga). Aksi penolakan konser Lady Gaga oleh MUI juga terjadi Kota Tangerang, (Kabar Banten, 26 Mei 2012, Nonton Lady Gaga Haram). Jika membaca bagaimana keseluruhan isi dari kedua artikel, semuanya total mengarah kepada sikap menolak. Dimana, dalam artikel dijelaskan bagaimana penampilan atau aksi panggung Lady Gaga yang yang dinilai seronok, mengumbar syahwat, erotis dan mengandung unsur pornoaksi dan pornografi. Dalam hal ini, sadar tidak sadar pemantau justru melihat malah seperti terkesan wartawan media-lah yang paling menolak keras dan berjuang menggiring publik dengan sejumlah pemberitaan-pemberitaan seputar penolakan konser Lady Gaga .

Selama sepekan pemantauan tidak ditemukan perilaku dari waratwan yang menuju kearah menyimpang. [fs]

 

Be Sociable, Share!

Tentang Penulis

Pria asli Lebak, Banten kelahiran 7 Juni 1988 ini akrab disapa Aboy. Terakhir ia menamatkan pendidikannya di SMAN 3 Rangkasbitung. Selain berwirausaha, sekarang ia aktif di kegiatan jurnalisme warga akumassa.org sebagai penulis aktif dan pemantau media lokal di Lebak, Banten. Di wilayah tempat tinggalnya, ia juga aktif bersama Saidjah Forum.

Lihat semua tulisan

1 Komentar pada "Rekening Gendut Jayabaya dan Penolakan Lady Gaga"

  1. TB.UBAY EDI 3 Juli 2014 pukul 15:20 · Balas

    aboy toke ,kereen artikelnya…
    mudah-mudahan kab.Lebak menjadi maju…

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung - Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org



© Agustus 2008 - 2012 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Dongeng Rangkas // Naga // Radio akumassa //