Perampokan Minimarket Yang Kian Merajalela

Headline Tangsel Pos Edisi Kamis 24 Mei 2012. Courtesy: Harian Tangsel Pos

Pada pemberitaan pekan ini isu yang mengemuka dihiasi berita yang tidak sedap. Pasalnya, selama sepekan ini harian Tangsel Pos menurunkan laporan tentang pemberitaan aksi kriminalitas berupa perampokan yang menimpa beberapa minimarket yang disinyalir dilakukan oleh sebuah jaringan yang terorganisir. Dari informasi yang diperoleh jaringan organisasi perampok yang menebar teror dan aksi perampokan dilakukan oleh sindikat yang menamakan dirinya sebagai jaringan Pita Kuning.  Menurut harian Tangsel Pos jaringan Pita Kuning ini memiliki ketua di masing-masing daerah. Dan sebelum memulai aksinya mereka melakukan survey tempat dan memastikan target operasi agar mudah untuk ditaklukkan. Hasilnya mereka berhasil merampok beberapa minimarket di daerah berbeda seperti di daerah Serpong dan sebelumnya terjadi di beberapa kawasan di Kota Tangerang Selatan.

Berdasarkan data yang terhimpun pemberitaan mengenai aksi perampokan minimarket mendominasi dan secara simultan diberitakan oleh harian Tangsel Pos. Pada pemberitaan edisi Senin, 21 Mei 2012 harian Tangsel Pos menulis 2 dari 7 pelaku perampokan minimarket ditangkap. Dalam pemberitaan di edisi ini harian Tangsel Pos menerangkan bahwa dua dari tujuh pelaku perampok Indomaret dan Alfamidi 24 jam di Serpong, berhasil ditangkap Polresta Tangerang di Kerawang. Satu dari tujuh pelaku diduga kuat oknum TNI. Kemudian pada edisi haria berikutnya, Selasa, 22 Mei 2012 harian Tangsel Pos mengangkat judul berita “Perampok Minimarket Jaringan ‘Pita Kuning” dan  “Anggota ‘Pita Kuning Terpengaruh dari Lingkungan Sosial”. Diterangkan bahwa Komplotan perampok spesialis minimarket 24 jam termasuk dalam Pitam Kuning. Kelompok ini beraksi disejumlah daerah, termasuk di Tangerang Selatan. Menurut Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Erlangga Mardiyana, banyaknya orang lebih memilih menjadi anggota organisasi perampok seperti Pitam Kuning dikarenakan lingkungan sosial yang saat ini terjadi demoralisasi. Menurutnya, untuk saat ini aktivitas kelompok-kelompok seperti itu semakin rawan, terutama di Kota-kota besar. Terkait korelasi antara lingkungan sosial dengan maraknya pemuda yang cenderung memilih menjadi komplotan kriminal tersebut. dia menerangkan, “ada semacam sub budaya kekerasan yang terjadi. Sehingga mereka yang terbiasa dengan lingkungan kekerasan, maka akan lebih mudah untuk bergabung ke dalam kelompok tersebut. ada semacam penghargaan yang diberikan untuk anggota yang berhasil melakukan penghargaan (Tangsel Pos, 22 Mei 2012).”  Terakhir pada edisi hari Kamis, 24 Mei 2012 harian Tangsel Pos menulis kembali terjadinya aksi perampokan yang dilakukan oleh komplotan Pita Kuning, kali ini menimpa minimarket Indomaret di daerah Pakulolan Kecamatan Serpong Utara. Selebihnya pada edisi yang sama harian Tangsel Pos menulis, ‘Polisi Harus Gerak Cepat’.

Gambaran mengenai tindakan kriminalitas yang dilakukan oleh komplotan Pita Kuning dengan melakukan aksi perampokan spesialis minimarket rasanya dalam sebulan ini semakin merajalela dan polisi seakan tak berdaya mengatasinya. Dari hasil pantauan terlihat polisi hanya berhasil menangkap beberapa pelaku dan tidak berdaya mengusutnya dengan tuntas apalagi mengembangkan kasus ini dengan rinci. Polisi terkesan lamban dan tidak dapat mengurai jaringan ini. Gambaran inilah yang dihadirkan oleh pemberitaan di harian Tangsel Pos tentang ketidakberdayaan polisi selama sebulan ini bahkan seblulan sebelumnya dengan aksi yang serupa dan semakin merajalelanya tindak kejahatan perampokan minimarket yang oleh media disebut sebagai aksi perampokan jaringan Pita Kuning.

Pemberitaan sepekan mengenai aksi kejahatan selalu terpantau dan dikawal oleh harian Tangsel Pos. Dalam edisi minggu berikutnya apakah pemberitaan ini menemukan titik terangnya dan bagaimana upaya polisi untuk mengatasinya. Harian Tangsel Pos pada pemberitaan ini tidak melihat sejauh mana upaya polisi dan langkah-langkah apa saja yang dilakukan oleh polisi dalam menghadapi persoalan yang sangat menganggu keamanan ini. Luputnya upaya polisi ini bisa jadi ditangguhkan pemberitaannya atau memang kondisi di lapangan yang memperlihatkan lambannya upaya aparat dalam mengatasinya bahkan sampai pada upaya tindakan pencegahan.

Dalam laporan pemantauan sepekan ini masih tetap sama dengan pekan-pekan sebelumnya di mana hanya harian Tangsel Pos yang saya pantau. Dan adapun untuk harian Suara Tangsel masih belum terbit. Selebihnya dalam sepekan ini pemberitaan selain kriminalitas adalah pemberitaan seputar good governance namun berita yang dimuat tidak begitu signifikan untuk menjadi isu yang utama. Oleh karena itu, berita seputar aksi perampokan yang dilakukan oleh jaringan Pita Kuning mendapatkan perharian yang signifikan dalam pemantauan selama sepekan ini. [rrk]

Be Sociable, Share!

Tentang Penulis

Renal Rinoza lahir di Jakarta, 8 Maret 1984. Tahun 2004 kuliah di Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan lulus tahun 2010. Tahun 2007 sempat kuliah di Program E.C Ilmu Filsafat Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta. Sehari-hari bergiat Komunitas Djuanda dan aktif menulis di Jurnal Footage, akumassa.org, dan Program Pemantauan Media akumassa.org.

Lihat semua tulisan

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung - Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org



© Agustus 2008 - 2012 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Dongeng Rangkas // Naga // Radio akumassa //