Baduy Minta Sunda Wiwitan Ada di KTP

Hasil pantauan terhadap Kabar Banten dan Banten Raya pada minggu lalu, 30 April sampai dengan 6 Mei 2012, masih tetap menunjukan adanya dominasi isu good governanve dalam setiap pemberitaanya. Dari total 128 total artikel, di peroleh hasil, yakni isu good governance 54,236%, isu HAM 4,651%, isu perempuan dan/atau anak 3,875%, isu kriminal 19,379%, dan isu lingkungan 17,829%.

Pemberitaan isu good governance untuk wilayah Kabupaten Lebak pada pekan ini, yang kerap jadi sorotan media Kabar Banten dan Banten Raya adalah seputar pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Lebak yang akan dilaksanakan 2013 mendatang. Pasca akan dilaporkannya Bupati Lebak H.Mulyadi Jayabaya ke Kemendagri, terkait dengan dugaan adanya kampanye terselubung yang dilakukan Bupati Jayabaya yang mendorong putri sulungnya, dari kader Demokrat, H.Iti Octavia Jayabaya, untuk maju pada Pemilukada Lebak 2013 saat membuka peringatan hari Kartini di depan Gerakan Organisasi Wanita (GOW), kian mengundang empati dari sejumlah pihak. Asosiasi Pemerintah Seluruh Desa (Apdesi) secara terang-terangan akan mendukung H.Iti  Oktavia Jayabaya pada Pilbub Mendatang (Kabar Banten edisi 30 April 2012). Mereka menilai, Iti mampu mengayomi seluruh kepentingan  masyarakat Lebak jika dibandingkan dengan sejumlah nama yang sekarang diwacanakan maju dalam pemilukada mendatang. Bahkan, KH Hasan Basri, selaku tokoh masyarakat juga menuturkan, “Iti memiliki kualitas, loyalitas, tingkat kecerdasan, dan kemauan untuk membangun Lebak menjadi lebih baik lagi.” (Banten Raya, edisi 1 Mei 2012). Di sini, pemantau melihat adanya suatu indikasi bentuk pencitraan oleh media Kabar Banten dan Banten Raya, di mana dalam artikel dijelaskan tentang bagaimana Hj. Iti Octavia Jayabaya adalah seorang sosok yang ideal untuk menjadi Bupati Lebak. Selain itu, pemantau juga agak sedikit terganggu dengan adanya kutipan kalimat yang membandingkan Iti dengan sejumlah nama yang diperkirakan bakal maju dalam pemilukada mendatang.  Menurut pemantau, ini sangatlah kurang sopan dan terkesan tidak fair.

Dikutip dari media Banten Raya

Di samping isu good governance, pemberitaan seputar isu HAM yang menyangkut perjuangan hak masyarakat adat Baduy, yang meminta kepada Pemrov Banten untuk mencantumkan agama mereka, yakni Sunda Wiwitan di KTP, menjadi sajian headline media Kabar Banten dan Banten Raya, edisi 30 April 2012. Jaro Dainah, selaku Kepala Desa Kanekes, yang mewakili masyarakat adat Baduy di hadapan Gubernur Banten dan Wakil Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah dan Rano Karno, dalam kunjungannya ke Kantor Gubernur Banten, mengaku resah dengan adanya pelarangan pencantuman agama Sunda Wiwitan. Warga adat Baduy khawatir pelarangan ini akan berdampak pada anak dan cucu mereka yang kebingungan dengan agama yang akan mereka anut kelak. Terlebih lagi, belakangan ini ada program KTP elektronik dari Pemprov Banten, yang saat ini masih sedang berjalan. Warga adat Baduy berharap, Pemprov Banten segera mengambil tindakan tegas dalam menyikapi hal ini.

Sementara itu, untuk isu kriminalitas, pemberitaan tentang maraknya peredaran uang palsu (upal) di Kabupaten Lebak, tepatnya di Kampung Tutul, Desa Citeras, Kecamatan Rangkasbitung, juga tak kalah hangatnya jadi topik pembahasan media. Dalam media surat Kabar Banten, edisi 2 Mei 2012, diberitakan bahwa “Pengedar Upal Beraksi di Citeras”. Bahkan kabarnya, sudah ada beberapa warga Desa Citeras yang telah menjadi korban penipuan dari oknum pengedar uang palsu (upal).

Selama sepekan pemantauan, tidak ditemukan adanya indikasi penyimpanagn yang dilakukan wartawan di lapangan.

 

Be Sociable, Share!

Tentang Penulis

Pria asli Lebak, Banten kelahiran 7 Juni 1988 ini akrab disapa Aboy. Terakhir ia menamatkan pendidikannya di SMAN 3 Rangkasbitung. Selain berwirausaha, sekarang ia aktif di kegiatan jurnalisme warga akumassa.org sebagai penulis aktif dan pemantau media lokal di Lebak, Banten. Di wilayah tempat tinggalnya, ia juga aktif bersama Saidjah Forum.

Lihat semua tulisan

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung - Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org



© Agustus 2008 - 2012 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Dongeng Rangkas // Naga // Radio akumassa //