Dua Pelajar SD Tewas, Terseret Arus Sungai Batang Kuranji

Isu good governance masih paling lebih dominan dibanding dengan isu lainya, di minggu tanggal 30 April hingga 6 Mei 2012, yang saya pantau, pada media cetak lokal Padang Ekspres. Di samping itu, isu kriminalitas juga menjadi isu paling dominan kedua setelah isu good governance.

Dalam edisi Padang Ekspres,  Senin, 30 April 2012 artikel berjudul Dua Pelajar SD Tewas Terseret Arus Sungai Batang Kuranji, saat kegiatan Pramuka Tingkat SD yang digelar di Batubusuk berakhir tragis, sekitar pukul 14:00 tanggal 29/4 dua peserta pramuka M Rizal D Aziz 12, murid kelas V SD Negeri 08 Pondok dan Muhamad Fajar, 10 siswa kelas V SD Negeri 16 Kampung Pondok Kecamatan Padang Selatan tewas setelah di seret arus Sungai Batang Kuranji Batubusuk, Pauh namun sebelum diketahui tewas du abocah ini sempat di kabarkan hilang ketika kegiatan hiking di Sungai Batang Kuranji, menurut keterangan guru pedamping kegiatan pramuka, Febi 27 saat kejadian mereka sedang hiking ketika saat seluruh peserta diminta untuk menyebrangi sungai kedua korban diketahui hilang, kedua korban diketahui hilang setelah saya menghitung jumlah siswa setelah menyebrang sungai saya terkejut karena jumlahnya berkurang dua, mengetahui jumlah siswanya berkurang dua bersama beberapa orang peserat pramuka lainnya dan juga guru pebimbing langsung menelusuru arus sungai sekitar setengah jam pencarian dilakukan akhirnya membuahkan hasil satu dari siwa hilang yakni M Rizal D Aziz di temukan dalam keadaan terjepit batu di dalam air dalam kondisi sudah tak bernyawa, sementara Muhamad fajar di temukan terjepit batu tak jauh dari lokasi M Rizal di temukan sekitar 30 meter tetapi kondisi muhamad fajar ketika itu masih bernyawa,  setelah menemukan, guru pebimbing pramuka langsung menggotong kedua korban keluar sungai dan membawanya ke RSUP  Dr M Djamil Padang  namun nasib malang  menimpa Muhamad Fajar, meninggal setelah tim medis memberikan pertolongan,  dan salah seorang rekannya koraban Aidil, 12 menuturkan saat menyebrangi sungai dia sempat merasakan ada seseorang yang memukul pundaknya namunketika dia menoleh kebelakang ternyata dia sama sekalai tidak melihat siapapun  apakah itu halusinasi saya tidak tahu, yang jelas saya merasakan itu dengan nyata  tutur Aidil

Dari potongan berita yang di muat Padang Ekspres, Senin, 30 April 2012 ini, mungkin hanya sekedar laporan kejadian, tetapi kemungkinan dua bocah ini bisa hanyut tidak ada,  dari pengakuan Airil rekan korban ini munkin bisa digali lagi.

Be Sociable, Share!

Tentang Penulis

Chandra Zefry Airlangga bisa dipanggil Angga, merupakan seorang mahasiswa tingkat akhir di ISI Padang Panjang. pemuda kelahiran 20 January 1990 ini, aktif berkegitan di Komunitas Sarueh, yang sebelumnya juga pernah mengikuti workshop akumassa padang panjang yang diadakan oleh forum lenteng. sekarang ini dia juga berkontribusi dalam program pemantauan media berbasis komunitas sebagai pemantau perwakilan dari padang panjang sumatra barat.

Lihat semua tulisan

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung - Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org



© Agustus 2008 - 2012 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Dongeng Rangkas // Naga // Radio akumassa //