Tentang Desa Jadi Kelurahan, Perwal dan Cuaca

Dalam pekan ini, ada yang berbeda dari pekan sebelumnya yang biasa saya tulis, yakni, berupa kendala tidak beredarnya koran-koran yang biasa saya pantau. Ini sangat menganggu kerja pemantauan yang saya lakukan. Kendala yang saya hadapi ialah tidak adanya koran-koran pada beberapa edisi, baik harian Tangsel Pos maupun harian Suara Tangsel. Khusus untuk harian Suara Tangsel, dalam sepekan ini saya tidak mendapatkan koran tersebut di tempat langganan yang biasa saya peroleh. Hal ini disebabkan kurir atau supplier koran yang biasa mengantar tidak men-supply  koran tersebut di tempat agen koran dan pengecer atau lapak koran. Menurut penuturan penjaga lapak koran yang biasa saya berlangganan, ia juga tidak tahu dan mengerti kenapa kurir tidak mengantarnya seperti biasanya dan itu juga berlaku di tempat lapak lainnya. Baiklah, dalam pemantauan selama sepekan ini saya hanya memperoleh dua edisi untuk harian Tangsel Pos, yaitu edisi Senin, 2 April dan Rabu, 4 April. Dalam kedua edisi tersebut, topik lingkungan hidup dan good governance mendominasi pemberitaan. Dalam matrik rangkuman harian yang saya peroleh,  topik good governance berada pada peringkat pertama dengan 13 pemberitaan dan lingkungan hidup pada tempat kedua dengan lima pemberitaan.

Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 3 Tahun 2012 Tentang Pelarangan Truk dan Kontainer Melintas mulai efektif diberlakukan Senin, 2 April 2012. Gambar: Istimewa

Isu yang mengemuka pada edisi Senin, 2 April 2012, ialah mengenai Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 3 Tahun 2012 yang ditandatangani 12 Maret silam tentang pelarangan truk dan kontainer melintas di Jalan Raya Serpong mulai pukul 05.00 WIB  hingga 22.00 WIB, diberlakukan secara resmi pada hari Senin (2/4). Dalam laporannya, harian Tangsel Pos juga menulis bahwa setelah diberlakukannya perwal tersebut, pihak Dishubkominfo gencar melakukan sosialisasi dan tindakan tegas bagi truk dan kontainer yang melanggar Perwal tersebut. Di samping itu, isu yang mengemuka ialah Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Tangerang Selatan yang mengusulkan pembentukan ‘Kampung Wahana Edukasi Bisnis (WEB)’. Adapun gagasan pembetukan Kampung WEB tersebut ialah untuk menggali potensi masyarakat Tangsel dan mampu untuk mendongkrak pendapatan daerah. Isu yang tak kalahnya ialah seputar permasalahan sampah di Kota Tangerang Selatan yang terbilang pelik. Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel Melalui Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kota Tangsel akan menambah 17 unit truk pengangkut sampah (Tangsel Pos, 2/4/2012). Sedangkan mengenai isu lingkungan hidup, berita yang dilansir ialah seputar terpaan angin kencang disertai hujan deras yang terus meningkat di kawasan Tangerang Selatan dan persoalan banjir akibat dari hujan yang terus menerus terjadi diberbagai titik di Kota Tangerang Selatan, seperti genangan air dijalan protokol akibat saluran air yang tidak lancar. Sementara, pada edisi, 4 April 2012, harian Tangsel Pos mengangkat lebih banyak isu good governance dan lingkungan hidup. Berita seputar good governance sebanyak 7 pemberitaan dan berita lingkungan hidup sebanyak 3 pemberitaan yang kebetulan 3 pemberitaan mengenai lingkungan hidup menjadi headline pada edisi Rabu, 4 April 2012.

Dari ketujuh berita tentang good governance, persoalan yang menarik ialah seputar perubahan status Desa menjadi Kelurahan. Mengenai kebijakan ini sudah mengemuka sejak sebulan lalu. Ada beberapa wilayah yang menolak perubahan tersebut, salah satunya ialah Desa Babakan yang terletak di Kecamatan Setu. Pada kasus yang sama, isu ini mengemuka kembali pada awal bulan April ini, di mana Kepala Desa dan masyarakat Desa Kranggan yang juga terletak di Kecamatan Setu sangat setuju dengan kebijakan tersebut. Alasannya, perubahan tersebut harus diikuti dengan optimalisasi percepatan pembangunan untuk kesejahteraan.  Harian Tangsel Pos menulis, menurut Kepala Desa Kranggan, Agus Muhdi, perubahan status desa menjadi kelurahan merupakan kesempatan dan peluang bagi masyarakat Kranggan untuk lebih diperhatikan dari Pemkot Tangsel. Agus Muhdi menerangkan, masyarakatnya sudah mengetahui rencana perubahan desa menjadi kelurahan dan masyarakat berharap ada perubahan bukan saja pada status desanya namun terjadi perubahan pendapatan masyarakatnya (Tangsel Pos, 4/4/2012). Topik mengenai lingkungan hidup, yang santer dalam edisi 4 April, ialah hujan deras yang melanda daerah di Kota Tangsel pada beberapa titik menimbulkan banjir seperti di jalan raya dan lingkungan perumahan.  Kondisi ini diperparah dengan buruknya sistem drainase. Selain sistem drainase yang buruk, banjir juga akibat dari minimnya perhatian pemerintah terhadap keberadaan Setu yang ada.

Ilustrasi: Spanduk penolakan Perubahan Status Desa Menjadi Kelurahan. Gambar: Istimewa

Dalam amatan saya, pemberitaan mengenai topik good governance yang perlu saya perhatikan ialah berita tentang perubahan status Desa menjadi Kelurahan, di mana dalam laporannya, Tangsel Pos menulis kepala Desa dan masyarakat Desa Kranggan Kecamatan Setu mendukung kebijakan Pemkot tersebut dan ada sebagian desa yang tidak setuju dengan kebijakan tersebut. Dalam hal ini, yang perlu ditekankan adalah harian Tangsel Pos juga harus menulis aspirasi kenapa pihak Desa Babakan Setu menolak kebijakan tersebut. Padahal, dalam laporan pemberitaan mengenai hal yang sama pada edisi 22 Maret 2012, Tangsel Pos menulis bahwa kebijakan Pemkot dinilai hanya secara sepihak membuat Raperda perubahan status desa menjadi Kelurahan tanpa mendengar aspirasi masyarakat (Tangsel Pos, 22/3/2012). Rasanya dalam hal ini media cenderung berat sebelah, lebih menggiring untuk setuju dengan kebijakan Pemkot untuk merubah status Desa menjadi Kelurahan. Ini berbanding terbalik dengan pemberitaan di edisi 22 Maret 2012 yang subyek pemberitaannya adalah Desa Babakan di mana harian Tangsel Pos mengamini aspirasi desa Babakan namun tatkala dalam pemberitaan di desa Kranggan berubah sikap dengan juga mengamini aspirasi dari Desa Kranggan, yang pada kasus ini berbeda pendapat dalam menyikapi kebijakan perubahan status desa menjadi kelurahan. Begitu pun dengan laporan harian Tangsel Pos, edisi 20 Maret 2012 yang menyoroti seputar Raperda Perubahan Status Desa menjadi Kelurahan. Dalam pemberitaannya, Tangsel Pos mengkonfirmasi sejumlah anggota DPRD Kota Tangsel. Dalam laporan tersebut, pihak DRPD sangat menyoroti secara kritis kebijakan Raperda tersebut. Hemat saya, dalam pemberitaan mengenai isu ini harian Tangsel Pos dapat mengacu atas laporan yang telah dibuatnya pada edisi sebelumnya. Sedangkan dalam pemberitaan lainnya, hemat saya harian Tangsel Pos sudah memberitakannya secara informatif isu-isu yang mengemuka dan pemberitaan mengenai lingkungan hidup lebih banyak dititikberatkan pada berita cuaca dan dampaknya seperti hujan deras yang mengakibatkan banjir.

Laporan pemantauan ini mungkin masih kurang lengkap dan utuh dalam memantau pemberitaan media selama sepekan ini. Apalagi ditambah tidak ada koran pembanding yang biasa saya lakukan dalam aktifitas pemantauan. Terlepas dari kekurangan ini, saya memohon maaf kepada sidang pembaca atas kurang lengkapnya laporan pemantauan dalam sepekan ini, yang disebabkan persoalan yang tidak saya duga. Menurut data yang saya peroleh, tema good governance berada pada peringkat pertama dalam pemberitaan di dua edisi yang saya pantau dan yang menarik ialah pemberitaan mengenai lingkungan hidup yang juga meningkat terutama pada edisi Rabu, 4 April 2012. Dalam laporan headline harian Tangsel Pos, tema lingkungan hidup terpampang dalam tiga pemberitaan. Berita mengenai lingkungan hidup memang masih terbatas pada cuaca yang akhir-akhir ini melanda beberapa daerah yang menyebabkan genangan dan banjir di beberapa titik di Kota Tangerang Selatan.

Be Sociable, Share!

Tentang Penulis

Renal Rinoza lahir di Jakarta, 8 Maret 1984. Tahun 2004 kuliah di Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan lulus tahun 2010. Tahun 2007 sempat kuliah di Program E.C Ilmu Filsafat Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta. Sehari-hari bergiat Komunitas Djuanda dan aktif menulis di Jurnal Footage, akumassa.org, dan Program Pemantauan Media akumassa.org.

Lihat semua tulisan

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung - Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org



© Agustus 2008 - 2012 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Dongeng Rangkas // Naga // Radio akumassa //