Sigit kepala lembaga pemasyrakatan Payakumbuh yang diganggu oleh hantu wanita

Dari hasil pemantauan saya selama seminggu belakangan ini dimulai tanggal 19-25 maret 2012 isu good governance lebih dominan dibanding dengan isu lainnya

Dalam media lokal Padang selain berita tentang kenaikan BBM yang tidak henti-hentinya diberitakan di setiap edisinya , ada yang menarik dalam pemberitaan media lokal padang ini,pada edisi senin 19 Maret 2012 Padang Ekspres,salah seorang warga menemukan gundukan tanah di kebun Nanda anak seorang tokoh bangunan NTB Payakumbuh, Anton kembali keladang setelah makan siangnya di kawasan Baliak Bukik Limau, Nagari Sarilamak, Kecamtan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota Jumat 16/3 dalam perjalanannya menuju ladang, Anton tidak sengaja melihat mobil plat merah, orang-oarang yang menumpangi kedua mobil tersebut menurunkan tiga buah karung setelah itu mereka sibuk menggali-gali tanah, lantaran Anton tidak kenal dengan orang=orang tersebut anton meneruskan perjalanannya ke ladang  yang jaraknya sekitar satu kilometer dari kebun tersebut

Setelah hari sudah mulai gelap anton kembali kerumahnya awalnya dalam perjalanan pulangnya tidak ada yang aneh ketika sampai di perkebunan milik Nanda Anton melihat segunduk tanah mirip dengan kuburan dan tepat dia atasnya di tertancap batu nisan bertuliskan Aminah Binti Ibrahim, Anton langsung berlari menuju rumahnya dan bercerita pada warga, kontan informasi dari Anton mengundang perhatian warga untuk datang keperkebunan Nanda, setelah dihubungi oleh AKP Russirwan Kasat Reskrim Polres Limapuluh Kota Nanda menegatakan sudah mengetahua hal itu dan mengatakan bahwa itu hanya tanah dan pecahan tembok dari rumah dinas kepala lembaga pemasyrakatan Payakumbuh tak lama kemudian Kepala Lemabga Pemasyrakatan Kelas IIB Sigit datang, pejabat yang baru tiga bulan dinas di Payakumbuh  meminta maaf di tengah kerumunan massa, kata sigit ini boleh percaya atau tidak memeng konyol, kalau boleh jangan ditulis beritanya, ini memenag pecahan tembok dari rumah dinas yang say atinggali di payakumbuh, hampir setiap mlam say diganggu mahluk halus, menurut orang pintar asal Bangkinang Riau sejumlah mahluk halus penunggu LP Kelas IIB Payakumbuh sudah dipindahkan dari LP tapi masih ada satu yang tidak mau dipindahkan dari LP Mahluk itu diyakini sang dukun dan Sigit sebagai arwah gentayangan dari seorang wanita bernama Aminah binti Ibrahim, yang konon kabarnya Aminah adalh koraban pemerkosaan tentara penjajah, Sigit mengakui orang pintar yang ditemuinya sudah melkukan komunikasi gaib denag arwah wanita penasaran itu dari komunikasi bawah sadar itulah oaring pintar mendapatkan benang merah bahwa arwah wanita yang sering melihatkan rupa itu bersedai dipindahkan ketempat lain syaratnya tanah di ruang makan rumah dinas digali terlebihdahulu, dan hasil galian tanah dan pecahan tembok di masukan ke dalam karung, hanya saja saat akan menguburkannya sigit kehilangan akal sehingga anggotanya menyarankan agar di kubur di kawasan ini dan pemilikny setuju tapi kami lupa memberitahu warga kami minat maaf kta Sigit  tidak menjadi salah paham gundukan tanah yang menyerupai kuburan manusia akhirnya dibongkar pada jumat malam

Pada pemantauan saya selam seminggu ini media lokal Padang ini masih belum bisa menjadi wadah sebagai media yang menampung berita lokal sepenuhnya karena dalam pemberitaannya masih lebih mengangkat berita nasional dibanding dengan berita lokalnya, dan juga dari kalimat-kalimatnaya masih saja ada yang tidak di mengerti menrut saya, seperti berita seotang nenek pengedar ganja ini tidak ada kelanjutannya keesokan harinya, tetapi dalam pemberitaan Sigit yang meminta maaf kepada warga, atas telah di temukannya segundukan tanah yang menyerupai kuburan di kebun Nanda ini sempat menjadi Headline, dalam judul artikelnya Ketika Kepala Penjara Mengusir Hantu Wanita, sangat kontras menurut saya dengan isinya karena dalam pemberitaanya Kepala lembaga pemasyarakatan Payakumbuh ini tidaklah mengusir hantu wanita melainkan orang pintar dari Bangkinang Riaulah yang mengusir hantu wanita tersebut karena telah melakukan komunikasi gaib dengan hantu wanita tersebut yang bersedia dipindahkan ketempat lain syaratnya tanah diruang makan rumah dinas harus digali terlebih dahulu.

Be Sociable, Share!

Tentang Penulis

Chandra Zefry Airlangga bisa dipanggil Angga, merupakan seorang mahasiswa tingkat akhir di ISI Padang Panjang. pemuda kelahiran 20 January 1990 ini, aktif berkegitan di Komunitas Sarueh, yang sebelumnya juga pernah mengikuti workshop akumassa padang panjang yang diadakan oleh forum lenteng. sekarang ini dia juga berkontribusi dalam program pemantauan media berbasis komunitas sebagai pemantau perwakilan dari padang panjang sumatra barat.

Lihat semua tulisan

1 Komentar pada "Sigit kepala lembaga pemasyrakatan Payakumbuh yang diganggu oleh hantu wanita"

  1. jay 26 Maret 2012 pukul 14:29 · Balas

    editannya masi balau… banyak kesalahan kata, hurufnya acak.. :)

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung - Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org



© Agustus 2008 - 2012 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Dongeng Rangkas // Naga // Radio akumassa //