Paranormal Itu Pihak Keberapa?

Oleh / pada 20 Maret 2012 / di DKI Jakarta, Good Governance // 1 Komentar

Dukun (Sumber: 2.bp.blogspot.com)

Hasil pemantauan media lokal di Jakarta yang diwakili surat kabar Berita Kota dan Warta Kota terhimpun 104 berita sejak tanggal 12 hingga 18 Maret 2012. Dari jumlah keseluruhan terdiri dari 54,81 persen isu good governance, 35,58 persen isu kriminalitas dan 9,61 persen terbagi-bagi dalam isu perempuan dan/atau anak, lingkungan hidup dan HAM.

Untuk isu good governance terpantau kedua media tersebut mengangkat banyak peristiwa utama, di antaranya kelanjutan persoalan dugaan suap Hambalang yang melibatkan ketua Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, persoalan demonstrasi para penyidik KPK terhadap pimpinan KPK, Abraham Samad dan persoalan lobi politik menjelang Pemilukada DKI Jakarta 2012 yang akan dilaksanakan pada bulan Juli 2012.

Cukup menarik untuk membahas persoalan situasi lobi Politik menjelang Pemilukada DKI Jakarta 2012. Karena informasi ini memang sebenarnya yang sedang sangat dibutuhkan oleh warga Jakarta. Namun menjadi bias dan tak bermakna bahkan cenderung anti tesis. Wartawan yang seharusnya memberikan informasi yang bisa menjadi salah satu alat pendidikan masyarakat, justru Berita Kota pada hari Kamis (15/3) menampilkan headline yang berisi informasi hasil penerawangan sejumlah paranormal terkait kemungkinan pasangan-pasangan bakal calon gubernur (Balongub) dan bakal calon wakil gubernur (Balonwagub) DKI Jakarta yang akan maju di Pemilukada nanti.

Melihat hal ini, setidaknya saya menjadi berasumsi bahwa wartawan Berita Kota telah mengajarkan saya memprediksi kemungkinan memalui cara yang irasional (tidak ilmiah). Bahkan untuk orang yang menganut ajaran agama tertentu dapat mengasumsikan bahwa wartawan Berita Kota telah mengajarkan pembaca untuk bersikap syirik kepada Tuhannya.

Jika saya merujuk lagi pada pemahaman kejurnalistikan yang saya pernah pelajari, berita tersebut bisa dikatakan sangat tidak bernilai. Karena seharusnya wartawan bisa menyajikan informasi tentang suatu peristiwa berdasarkan hasil wawancara dengan pihak pertama (orang yang terlibat langsung dengan peristiwa). Jika dari pihak pertama informasi sulit di dapat bisa menggunakan pihak kedua (orang yang terlibat langsung dengan pihak pertama). Jika masih sulit juga wartawan bisa menggunakan informasi dari pihak ketiga (pakar yang sedang menangani peristiwa tersebut), namun biasanya informasi dari pihak ketiga juga tidak terlalu bernilai. Lantas, dalam peristiwa situasi lobi politik terkait Pemilukada DKI Jakarta nanti, dengan menggunakan informasi dari paranormal itu masuk dalam kategori pihak keberapa?

Jelas, sebagai konsumen saya merasa Berita Kota tidak memberikan informasi yang terbaik untuk dibaca. Terlebih ketika saya sedang ingin mengetahui situasi politik yang sedang berlangsung di wilayah Jakarta.

Be Sociable, Share!

Tentang Penulis

Lulus Gita Samudra masih dalam studi tingkat akhir di Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta. Pria kelahiran Jakarta tahun 1989 ini, juga turut aktif di Forum Lenteng sebagai Sekretaris Redaksi akumassa.org. Sebelumnya ia pernah mengikuti workshop akumassa Depok pada tahun 2011. Kini ia sedang membangun sebuah komunitas berbasis massa di Depok, bernama Suburbia.

Lihat semua tulisan

1 Komentar pada "Paranormal Itu Pihak Keberapa?"

Lacak balik untuk tulisan ini

  1. Serunya Berita Lokal Sebulan Ini: Ternyata Perilaku Media Jelas Terlihat dari Penyajian Beritanya | ( akumassa )

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung - Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org



© Agustus 2008 - 2012 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Dongeng Rangkas // Naga // Radio akumassa //