Isu Kriminal Meningkat, Jemberpost.com Tak Begitu Jelas

Oleh / pada 13 Maret 2012 / di Isu, Jember, Jawa Timur, Kota, Kriminal // 5 Komentar

masih banjir (Radar Jember)

Bila minggu lalu (27 Februari – 4 Maret 2012), isu yang paling dominan yang diangkat Radar Jember dan jemberpost.com ialah isu good governance, maka pada minggu ini (5-11 Maret 2012) didominasi oleh isu kriminal. Bedanya, Jemberpost.com tidak menurunkan satu berita pun minggu ini.

Dominasi isu kriminal mencapai 33% dari total berita, disusul isu good gevernance sebanyak 30%, sementara untuk isu perempuan dan/anak dan isu lingkungan masing-masing 10% dan 19%. Tidak ada porsi untuk isu HAM minggu ini.

Isu kriminal yang diangkat Radar Jember bervariasi, mulai maling helm yang ditangkap kemudian diamuk massa di Jalan Kalimantan, penipuan, pencurian ternak, perampokan toko emas hingga pembunuhan Ponari, warga Dusun Blindungan, Desa Glagahwero, Kecamatan Panti.

Radar Jember juga mengangkat sejumlah keberhasilan kerja Polres Jember, salah satunya ialah terungkapnya kasus pembunuhan Nur Wahid, seorang perias manten asal Dusun Krajen Barat, Puger, yang ternyata dibunuh oleh tetangganya sendiri. Radar Jember masih mengikuti perkembangan kasus pembunuhan ini.

Sementara itu, isu good governance didominasi oleh pemberitaan Konferensi Cabang (Konfercab) GP Ansor. Radar jember terus memberitakan konferensi ini sejak persiapan acara hingga selesai. Tak ketinggalan, Radar juga menilik bagaimana gesekan-gesekan politik yang terjadi di dalam tubuh GP Ansor sendiri, yang dibayang-bayangi Forum Komunikasi (Foska) gabungan 17 PAC GP Ansor yang dibekukan PP GP Ansor pusat beberapa tahun.

Pada minggu ini, meski komposisinya sama dengan minggu lalu, isu lingkungan hidup mendapat perhatian yang lebih besar dengan menempatkan lebih banyak isu lingkungan sebagai headline minggu ini. Hal ini terkait dengan banjir paling parah sejak tahun 2000 yang melanda Desa Wonoasri, Tempurejo, yang merendam 1.300 KK. Radar Jember juga meyoroti dampak yang ditimbulkan oleh banjir, diantaranya ialah bagaimana kondisi sekolah yang terendam banjir.

Khusus untuk Jemberpost.com, setidaknya hingga minggu ini, tampaknya ketidakjelasan kerja redaksi media ini sungguh tak bisa ditutup-tutupi. Ketidakjelasan intensitas pemberitaan Jemberpost.com mengukuhkan media ini sebagai media yang tidak diurus dengan ‘profesional’.

Be Sociable, Share!

Tentang Penulis

Dengan gegap gempita, saya dilahirkan dengan nama Muhammad Qomarudin pada tahun 1988. lalu, akhir-akhir ini lebih akrab dengan nama como. tak pernah ada penjelasan untuk itu. sekarang intim di KBT (Kelompok Belajar Tikungan) sambil kerja sampingan sebagai mahasiswa di Universitas Jember

Lihat semua tulisan

5 Komentar pada "Isu Kriminal Meningkat, Jemberpost.com Tak Begitu Jelas"

  1. Lulus Gita 13 Maret 2012 pukul 11:44 · Balas

    Mungkin kantor jemberpost.com nasibnya seperti kantor kelurahan di tempat saya, tiap hari buka, tapi gk ada yang masuk kerja, wkkwkwkw

  2. Muhammad Qomarudin 13 Maret 2012 pukul 14:27 · Balas

    hehe, mungkin juga. atau jangan-jangan sudah jadi museum..he

  3. otty 19 Maret 2012 pukul 15:24 · Balas

    pemantauan kamu terhadap satu media online ini selalu bikin aku tertawa membaca di rekam media. lumayan Qomar. makasih hiburannya ya. haha..

  4. Muhammad Qomarudin 22 Maret 2012 pukul 18:08 · Balas

    buakan hiburan itu mbk, malah bentuk keprihatinan. ayo galang koin untuk jemberpost.com

  5. Salim 15 Mei 2013 pukul 17:30 · Balas

    Penjelasan dari Redaksi Jemberpost.com terkait informasi diatas..

    Terima kasih telah memberikan penilaian dan kritikan pada media massa kami, karena itulah bentuk penghargaan juga diharapkan jadi pelecut semangat kami.

    Dengan ini kami jelaskan dan Untuk diketahui bahwa selama bulan maret sampai pertengahan april media online kami down karena jumlah pembaca yang meningkat tajam. yang jadi masalah adalah disaat down tersebut media kami “diganggu” oleh hacker. Sehingga membutuhkan waktu untuk memperbaikinya.

    Terkait hal tersebut menyebabkan berita- berita dari wartawan kami tak bisa tayang dan dinikmati pembaca.

    Atas hal tersebut kami mohon maaf. Kami harapkan kejadian tersebut tak berulang sehingga kami dapat terus menyajikan berita berita terkini pada masyarakat.
    Sejak pertengahan april hingga saat ini media kami telah aktif kembali, ibarat orang setelah sakit maka saat ini media kami pada masa pemulihan.

    kepada Akumassa kami ucapkan terima kasih atas kritikannya. semoga kedepan kami dapat menjadi lebih baik lagi.
    Terima kasih
    Pimpinan redaksi

    Salim Umar

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung - Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org



© Agustus 2008 - 2012 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Dongeng Rangkas // Naga // Radio akumassa //