Musrenbang dan Aksi Perampokan Empat Toko Emas

Musrenbang di Kecamatan Serpong, kota Tangerang Selatan.Courtesy: Badan Pengelola Teknologi Informasi Pemerintah Kota Tangerang Selatan

Dalam sepekan pemberitaan isu good governance masih menempati posisi pertama disusul isu kriminalitas di posisi kedua. Jumlah berita dalam sepekan untuk isu good governance dari kedua media sebanyak 36 berita yang memberitakan seputar topik good governance dan 28 jumlah berita yang mengangkat topik kriminalitas. Sedangkan berita lingkungan hidup dalam sepekan ini nyaris tidak ada sama sekali kecuali harian Tangsel Pos yang menurunkan laporan seputar permasalahan kesiapan kota Tangerang Selatan dalam ajang Piala Adipura, harian Tangsel Pos pada pemberitaannya melaporkan bahwa impian untuk meraih Piala Adipura akan pupus jika persoalan sampah tetap menjadi kendala utama. Pemberitaan perihal Piala Adipura merupakan lanjutan pembahasan minggu lalu yang membahas isu yang sama. Pada akhir pekan kedua media melansir pemberitaan yang sangat menghebohkan, yakni aksi perampokan empat toko emas di Pasar Ciputat yang terjadi di siang hari bertepatan dengan pelaksanaan ibadah salat jumat.

Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kota Tangerang Selatan adalah porsi pemberitaan yang dilansir kedua media, baik harian Tangsel Pos maupun harian Suara Tangsel. Harian Tangsel Pos pada edisi 22 Februari 2012 melaporkan bahwa Musrenbang menjadi ‘Hujan Kritikan Warga’, Tangsel Pos menulis, Airin terkena hujan kritik warga saat menghadiri Musrenbang di tiap-tiap kecamatan seperti Kecamatan Ciputat dan Kecamatan Setu. Warga mengeluhkan soal jalan rusak. Sedangkan harian Suara Tangsel, menulis berita Musrenbang di Kecamatan Ciputat Timur, seorang aparatur negara dalam hal ini Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Tangerang Selatan Bambang P Rachmadi dan Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany, menggalakan lomba kebersihan tingkat Rukun Warga (RW). Bahkan pihak Pemkot berencana akan menganggarkan Rp. 150 juta bagi perlombaan ini.  Disamping itu, pemberitaan mengenai isu good governance juga masih menyoal infrastruktur, harian Tangsel Pos pada edisi 24 Februari 2012, melaporkan pemberitaan mengenai revitalisasi tiga stasiun Kereta Api di kota Tangsel seperti stasiun Jurangmangu (Pondok Aren), Sudimara (Ciputat Timur) dan Rawa Buntu (Serpong). Dan di akhir pekan, kedua media masing-masing mengulas laporannya tentang infrastruktur, harian Tangsel Pos mengulas catatan sepekannya seputar pelaksanaan Musrenbang di tiap-tiap kecamatan, Tangsel Pos mengulas pelaksanaan Musrenbang menjadi ajang hujan kritik warga terhadap Pemkot terutama menyangkut pembangunan infrastruktur seperti jalan yang berlubang dan pembangunan jalan yang asal-asalan. Harian Suara Tangsel, dalam catatan akhir pekannya mengulas secara panjang lebar seputar keberadaan terminal yang hingga kini pembangunannya tak kunjung datang. Pembangunan terminal di Tangsel adalah suatu keharusan dan amat dibutuhkan bagi masyarakat Tangsel dan ironis sekali kota sebesar Tangsel tidak memiliki terminal yang representatif.  Terakhir, kedua media juga melaporkan pemberitaan yang menggemparkan, aksi perampokan empat toko emas di Pasar Ciputat yang berlangsung siang hari bertepatan sebagian besar orang menunaikan ibadah salat jumat. Pemberitaan aksi perampokan di empat toko emas ini juga menjadi perhatian media nasional baik televisi dan surat kabar.

Perampokan Empat Toko Emas di Pasar Ciputat. Courtesy: ANTARA/Marifka Wahyu Hidayat/Media Indonesia.com/25 Februari 2012

Dalam amatan saya, kedua media mempunyai porsi yang berbeda dalam melaporkan berita seputar Musrenbang dan aksi kriminalitas perampokan empat toko emas di Pasar Ciputat, harian Tangsel Pos pada kasus Musrenbang memberikan sorotan tajam terhadap pelaksanaan Musrenbang terutama keluhan-keluhan warga seputar rencana pembangunan di kota Tangsel. Keluhan-keluhan warga mendapatkan tempat yang paling dominan seperti keluhan jalan yang rusak dan pembangunan jalan yang asal-asalan. Begitupun pemberitaan mengenai rencana pembangunan infrastruktur revitalisasi tiga stasiun kereta api di Tangsel. Harian Tangsel Pos, menuliskan kontribusi Pemkot bagi terlaksananya revitalisasi stasiun kereta api.  Pemkot membantu kelancaran revitalisasi pembangunan ketiga stasiun ini seperti pembebasan lahan, pengadaan akses jalan, penerangan dan pengadaan fasilitas pendukung seperti lahan parkir dsb. Di harian Suara Tangsel, hemat saya kurang memberikan porsi yang signifikan pada pemberitaan Musrenbang, hanya memberitakan soal program penggalakan kota sehat di sela-sela isi pemberitaan Musrenbang. Menurut saya, harian Suara Tangsel gagal menangkap aspirasi publik seputar persoalan Musrenbang karena Musrenbang penting artinya bagi kelangsungan pembangunan di Kota Tangerang Selatan. Ironisnya, sejak pekan lalu, harian Suara Tangsel selalu mengawal pemberitaan polemik Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Bhakti Jaya hingga akhirnya yang bersangkutan dilantik sebagai Pjs. Kepala Desa Bhakti Jaya, Kecamatan Setu, kota Tangsel. Dan tentunya, harian Tangsel Pos sama sekali tidak membahas persoalan ini.

Menyangkut pemberitaan aksi perampokan empat toko mas di Pasar Ciputat, saya menilai harian Tangsel Pos memberitakannya secara lebih detail dan kronologis bahkan sampai dua judul headline berita mengenai peristiwa ini. Sedangkan harian Suara Tangsel masih kurang detail memberitakannya. Namun baik harian Tangsel Pos dan harian Suara Tangsel dalam pemberitaan aksi perampokan sudah dikatakan baik dalam memberi informasi yang akurat dan menyeluruh tentang kejadian perampokan tersebut baik dari korban dan saksi mata maupun dari aparat sendiri.

Kedua media, dalam pemberitaan mengenai Musrenbang memiliki sudut pandang yang berbeda. Hal yang patut mendapatkan sorotan adalah harian Suara Tangsel yang kurang memberikan informasi yang berpihak kepada warga yang mengeluhkan pembangunan infrastruktur seperti jalan yang berlubang dan yang dibangun asal-asalan, padahal menurut laporan harian Tangsel Pos roadshow Musrenbang kerap menuai protes dan keluhan warga kepada Pemkot soal pembangunan infrastruktur terutama infrastruktur jalan baik jalan raya maupun jalan lingkungan. Dalam pekan ini harian Tangsel Pos menurunkan berita seputar revitalisasi tiga stasiun kerata api yang ada di kota Tangsel, hemat saya ini perlu dikawal dalam pemberitaannya karena amat penting bagi kepentingan publik.  Dan menyangkut porsi pemberitaan kriminalitas terutama berita aksi perampokan empat toko emas, kedua media telah memberikan informasi yang akurat dan kronologis dari narasumber baik korban, saksi mata dan aparat meskipun ada perbedaan bobot pemberitaan di kedua media tersebut. Terakhir, menyangkut berita lingkungan hidup, seharusnya kedua media terus mengawal kesiapan kota Tangerang Selatan dalam menjemput kontestasi Piala Adipura, dari data yang diperoleh dalam sepekan ini hanya ada satu pemberitaan mengenai isu lingkungan hidup. Harian Tangsel Pos dalam pemberitaannya terkesan pesimis terhadap mimpi perolehan Piala Adipura jika persoalan sampah masih saja  tidak tertangani dengan baik dan juga kiranya media perlu memberitakan persoalan lingkungan hidup yang tidak hanya sebatas perlombaan Piala Adipura saja.

 

 

Be Sociable, Share!

Tentang Penulis

Renal Rinoza lahir di Jakarta, 8 Maret 1984. Tahun 2004 kuliah di Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan lulus tahun 2010. Tahun 2007 sempat kuliah di Program E.C Ilmu Filsafat Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta. Sehari-hari bergiat Komunitas Djuanda dan aktif menulis di Jurnal Footage, akumassa.org, dan Program Pemantauan Media akumassa.org.

Lihat semua tulisan

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung - Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org



© Agustus 2008 - 2012 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Dongeng Rangkas // Naga // Radio akumassa //