Tuntutan UMK, Rencana Pembangunan Smart City dan Porkot Tangsel

Pada pekan ketiga bulan November 2012 konten pemberitaan yang pemantau amati adalah soal tuntutan para buruh dalam pembahasan penetapan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK), rencana pembangunan Kota Tangsel sebagai pilot project Smart City dan Pekan Olahraga Kota (Porkot) Tangerang Selatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga.

Tangsel Pos 21 November 2012

Tangsel Pos 21 November 2012

Berita mengenai tuntutan para buruh dalam penetapan UMK di laporkan pada pemberitaan edisi Selasa, 20 November 2012 yang mengulas soal deadlock-nya keputusan mengenai ketetapan UMK yang tidak menghasilkan keputusan apapun. Pembahasan tripartite antara wakil buruh, pengusaha danĀ  Dewan Pengupahan Kota (Depeko) masih menunggu kepastian UMK DKI Jakarta yang rencananya ditetapkan sebesar Rp 2,2 juta. Dalam laporan ini juga diberitakan tentang tuntutan buruh se-Tangerang Raya termasuk Kota Tangsel yang menuntut UMK Tangsel 2013 sama dengan DKI Jakarta yakni Rp 2,2 juta. Namun pihak Apindo merasa keberatan dan tetap bertahan di angka Rp 1,7 juta sebagai UMK. Atas dasar itulah, keputusan tidak mencapai kata sepakat. Pada laporan edisi 21 November 2012, harian Tangsel Pos melaporkan bahwa akhirnya Upah Minimum Kabupaten (UMK) untuk Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diputuskan, Selasa (20/11) sekitar pukul 08.00 WIB. Melalui jalan voting dalam rapat Dewan Pengupahan Kota (Depeko) di kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Tangsel di Serpong, tiga dari 14 orang yang hadir menyetujui UMK Kota Tangsel Tahun 2013 sebesar Rp 2,2 juta, atau setara dengan upah DKI Jakarta. Anggota Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI 92), Agus Kariyanto mengatakan UMK Tahun 2013 Kota Tangsel sudah disetujui dengan angka sama dengan DKI Jakarta sebesar Rp 2,2 Juta. Namun sayang, keputusan tersebut tidak didukung oleh tiga perwakilan dari Apindo yang tidak mau menandatangi hasil voting dari keputusan bersama dalam rapat Depeko (Tangsel Pos 21/11/2012). Kemudian dilanjutkan pada laporan edisi 22 November 2012 yang melaporkan bahwa UMK Rp 2,2 juta sudah layak. Dalam laporan ini disinggung sikap perwakilan Apindo yang enggan menerima keputusan Dewan Pengupahan Kota (Depeko) karena sebelumnya pada pihak Apindo tidak bersedia menandatangai hasil keputusan rapat pleno Dewan Pengupan Kota (Depeko) yang dilakukan pada hari Selasa, 20 November 2012.

Berkenaan dengan laporan pemberitaan rencana pembangunan Kota Tangerang Selatan yang dijadikan pilot project Smart City semakin intensif dengan kedatangan dua konsultan pembangunan dari The Value for The Next (Infrax) New Energy And Industrial Technology Development Organization (NEDO) Jepang untuk melakukan serangkaian kunjungan persiapan kajian Smart City di Kota Tangsel. diinformasikan kajian terhadap Smart City ini dilakukan selama tiga tahun kedepan. Berita yang sama juga dilaporkan harian Tangerang Ekspres. Laporan pemberitaan pada pekan ini juga berkiatan dengan perhelatan Pekan Olahraga Kota Tangsel (Porkot) yang digelar selama 19-22 November 2012. Perhelatan pekan olahraga ini diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangsel. harian Tangerang Ekspres begitu impresif memberitakannya selama perhelatan ini diselenggarakan sedangkan harian Tangsel Pos tidak memberitakannya. Pada pekan ini laporan pemberitaan berkenaan dengan persoalan banjir yang melanda di beberapa titik Kota Tangerang Selatan. Hal ini dilaporkan oleh harian Tangsel Pos dalam edisi 22 November 2012 di mana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel menemukan 24 titik rawan banjir. Dalam laporan ini diinformasi titik-titik yang rawan banjir di Kota Tangsel yang tersebar di hampir semua kecamatan.

Dalam pemberitaan sepekan ini hemat saya kedua media sudah memberitakan hal-hal yang aktual bagi masyarakat Kota Tangerang Selatan seperti soal tuntutan upah buruh yang disesuaikan dengan UMK DKI Jakarta, rencana pembangunan Smart City dan seputar beberapa titik rawan banjir serta penyelenggaraan Pekan Olahraga Kota (Porkot). Namun, seperti yang saya singgung sebelumnya laporan mengenai penyelenggaraan pekan olahraga hanya harian Tangerang Ekspres yang memberitakannya sedangkan harian Tangsel Pos tidak menurunkan laporannya tentang kegiatan ini. Terlepas dari keputusan redaksional bagi saya peliputan pekan olahraga ini penting untuk sejauh mana media dapat memberikan sebuah apresiasi terhadap pengembangan bakat olahraga di Kota Tangerang Selatan terlebih polemik di tubuh KONI Tangsel yang masih belum menemukan titik temunya. [rrk]

Be Sociable, Share!

Tentang Penulis

Renal Rinoza lahir di Jakarta, 8 Maret 1984. Tahun 2004 kuliah di Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan lulus tahun 2010. Tahun 2007 sempat kuliah di Program E.C Ilmu Filsafat Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta. Sehari-hari bergiat Komunitas Djuanda dan aktif menulis di Jurnal Footage, akumassa.org, dan Program Pemantauan Media akumassa.org.

Lihat semua tulisan

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung - Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org



© Agustus 2008 - 2013 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Dongeng Rangkas // Naga // Radio akumassa //