TERDUGA TERORIS

(Dikutif dari harian Lombok Post edisi 12 November 2012)

Sebanyak 117 total jumlah berita yang terpantau dari 12 sampai dengan 17 November 2012 pada kedua  media lokal Lombok yakni Radar Lombok dan Lombok Post. Isu good governance masih menempati urutan teratas, yakni sebanyak 97,44 %, isu kriminal sebanyak 1,71  %, dan isu lingkungan hidup sebanyak 0,85 %. Dari sekian banyak berita yang terpantau, berita tentang Terduga Teroris menjadi berita yang selalu dimuat pada kedua media tersebut.

Identitas terduga teroris yang tewas ditembak Densus 88 Polri di Poso, Sulawesi  Tengah akhirnya terungkap. Pria yang disebut Dipo alias Iban itu bernama lengkap Muahammad Khairi. Ia anak kedua dari enam bersaudara pasangan M Tohri dan Rukyati warga Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima.(Radar Lombok 12 November 2012)

Jenazah terduga teroris asal Bima, Muhammad Khairi akhirnya dipulangkan ke kampung halamannya, Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Jenazah alumni IAIN Malang itu diterbangkan menggunakan pesawat Lion Air GT 650 dan tiba di BIL Pukul 23.00 Wit, tadi malam. Kabid Humas Polda NTB AKBP Sukarman Husein tadi malam mengatakan, dari BIL, jenazah pria yang punya nama lain Ustad Kahairi itu dibawa melalui jalur darat menggunakan mobil ke Bima. “Jenazahnya dipulangkan menggunakan ambulan. Memang sudah direncanakan sebelumnya memakai ambulan,” jelasnya. (Lombok Post 13 November 2012).

Jenazah Ustad Muhammad Khairi, terduga teroris yang ditembak mati di Poso, 30 Oktober lalu tiba di kampung halamannya, kemarin sekitar pukul 10.00 Wita. Ratusan warga menyambut  kedatangan  putra pasangan M Tohir dan Turkiyati kelahiran Kota Mataram itu. Warga tak henti-hentinya meneriakkan Allahu Akbar ketika jenazah tiba di rumah Uas Rasyid, mertua ustad Khairi di Rt 10, Rw 05 Desa Rato, sekaligus tempat disemayamkan. Jenazah alumni IAIN Malang itu bahkan disambut ibarat pejuang. Bahkan di rumah duka, terdapat beberapa spanduk yang menegaskan bahwa Ustad Khairi adalah pejuang. Hal ini tergambar dari beberapa spanduk yang dipasang di rumah duka. Salah satu spanduk bertuliskan, SELAMAT DATANG SYUHADA POSO. Spanduk lainnya bertuliskan, KITA SAMBUT SYARIAT ISLAM DENGAN IMAN, HIJRAH, DAN JIHAD FISABILILLAH. (Lombok Post 14 November 2012).

Meski sjumlah warga NTB ditangkap, didakwa dan divonis sebagai pelaku terorisme, Kapolda NTB Brigjen M Iriawan mengklaim, jika tidak ada kelompok teroris di NTB. Dikatakanya, di NTB tidak ada jaringan dan anggota teroris. Yang ada hanyalah provokator. Warga Bima yang ditembak di Poso, Muahammad Tauhid belum bisa dikatakan sebagai teroris. Pasalnya, ia masih terduga dan belum ada aktivitas nayata disebut sebagai anggota atau jaringan teroris. “Provokator aja, di NTB hanya provokator tidak ada teroris,” katanya usai perayaan hari ulang tahun Berimob, Rabu lalu (14/11). (Radar Lombok  16 November 2012).

Dari tiga isu yang terpantau, pemantau tidak menemukan adanya perilaku media yang menyimpang dan penggunaan kata-kata yang berlebihan.

Be Sociable, Share!

Tentang Penulis

Dilahirkan di Pemenang, Lombok Utara pada tanggal 31 Desember 1979. Ia adalah seorang wirausaha yang aktif dalam kegiatan di komunitas lokalnya, Komunitas Pasir Putih. Selain itu ia juga ambil bagian dalam kegiatan pemantauan media lokal berbasis komunitas bersama Forum Lenteng.

Lihat semua tulisan

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung - Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org



© Agustus 2008 - 2012 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Dongeng Rangkas // Naga // Radio akumassa //