Peresmian Comuter Line dan Disitanya Serpong Plaza

Pada paruh awal bulan November 2012 harian Tangsel Pos melaporkan berita tentang Comuter Line Serpong-Tanah Abang yang resmi beroperasi selama 24 jam. Disamping itu harian Tangsel Pos dan harian Tangerang Ekspres melaporkan berita tentang penyitaan Plaza Serpong oleh Mabes Polri terkait tindak pidana pencucian uang yang dilakukan oleh Robert Tantular terpidana kasus Bank Century.

Tangsel Pos 6 November 2012

Tangsel Pos 6 November 2012

 

Pada laporan berita peresmian beroperasi Comuter Line Serpong-Tanah Abang diberitakan bahawa dioperasikannya Comuter Line selama 24 jam merupakan permintaan Wlaikota Airin Rachmi Diany saat rapat koordinasi Pemprov Banten dengan PT KAI. “Semua operasional Serpong-Tanah Abang sampai pukul 24.00 WIB akan diberlakukan 1 November 2012 sesuai permintaan. Namun baru disetujui mulai 5 November 2012. Ditambahkan harian Tangsel Pos, “Penambahan jam operasional merupakan langkah memfasilitasi penumpang yang membutuhkan KRL hingga tengah malam, “ (Tangsel Pos 5/11/2012). Selain itu, paruh awal bulan November 2012 ini kedua harian mengangkat laporan yang sama tentang penyitaan aset Plaza Serpong oleh Mabes Polri melalui Bareskrim Mabes Polri pada hari Senin, 5 November 2012 terkait tindak pidana pencucuian uang yang dilakukan oleh Robert Tantutar mantan bos Bank Century. Harian Tangsel Pos melansir berdasarkan hasil pantauan di lapangan dipasang spanduk bertuliskan penyitaan dilakukan oleh Bareskrim Mabes Polri dengan keterangan penyitaan berdasarkan penetapan PN Tangerang No 682/PEN.PID.SITA/2009/TNG pada tanggal 23 Maret 2009. Penyerahan aset dilakukan oleh Brigjen Arief Sulistianto, Direktur tindak pidana Ekonomi Bareskrim Polri kepada Tatang Sutarna, Kasubdit Prapenuntutan kejaksaan Agung di lobi pusat perbelenajaan Serpong Plaza.  Menurut Tatang Sutarna, setelah menerima berkas dan gedung pusat perbelanjaan Serpong Plaza pihaknya akan segera melimpahkan ke pengadilan jika sudah lengkap. Kuasa hukum Kurator PT Sinar Centra Rejeki, Joni Separani mengatakan, Robert Tantular sebelumnya sudah mengundurkan diri dari perusahaannya  karena Plaza Serpong sudah pailit. Joni Sibarani kuasa hukum mengatakan, ada 141 pedagang yang mengajukan tagihan pengembalian uang kios dengan nilai Rp 101 miliar (Tangsel Pos 6/11/2012).

Di edisi berikutnya harian Tangsel Pos dan harian Tangerang Eskpres sama-sama mengulas seputar dampak disitanya Plaza Serpong terhadap nasib para pedagang yang sudah menempati toko-toko di Plaza Serpong. Diberitakan pasca penyitaan aset terjadi penurunan pendapatan lebih dari 50% dan status kepemilikan toko yang ditempatinya sudah hak milik. Sementara Kurator Pengelola PT Sinar Central Rejeki, Joni Sibarani mengatakan, ditutup atau tidaknya gedung Serpong Plaza belum bisa dipastikan, alasannya pihaknya sedang mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas perkara yang sedang berlangsung. Menurut data yang ada terdapat 300 toko dalam gedung dengan rincian 142 toko sudah berpindah hak milik, 100 toko sudah bersertifikat. Ia mengaku telah menerima dorongan pemilik toko untuk segera melakukan ganti rugi dengan total sebesar Rp 101 miliar “Gedung ini belum dapat dikatakan bermasalah sebab kita masih akan melakukan gugatan,” tuturnya (Tangsel Pos 7/11/2012). Di harian Tangerang Eskpres diberitakan hal yang sama dimana sejumlah pemilik toko di Plaza Serpong dihantui rasa cemas. Para pemilik toko sudah membayar lunas pembelian toko kepada pengembang. Diberitakan bahwa Deni (34) pemilik toko suku cadang mobil dilantai paling atas mal tersebut. ia mengatakan, sudah membayar lunas pembelian toko pada tahun 2002 kepada pengembang. “Saya sudah pegang sertifikat kalaupun ini disita saya ingin uang saya dikembalikan,” kata dia, Selasa (6/11). Deni mengaku telah membeli ruko B20 di lantai paling atas mall tersebut seharga Rp 140 juta.  Pasalnya, sampai saat ini ia dan sejumlah pemilik toko lain tidak jelas nasibnya. Sementara itu Manajer PT Sinar Central Rejeki, Angelina menolak memberikan keterangan kepada wartawan, ia beralasan selama ini pihaknya tidak memiliki masalah dengan siapapun karena merasa tidak terkait dengan Robert Tantular terpidana kasus Bank Century. Dari petugas keamanan Plaza Serpong ada sekitar 42 toko yang disewakan. 62 toko lainnya ditempati pedagang yang sudah mengantongi sertifikat hak milik. “Ada sekitar 300an toko, tapi yang beroperasi Cuma 100an,” ujarnya (Tangerang Ekspres 7/11/2012).

Kedua berita yang satu sama lain berbeda dalam penyajian dan isu di paruh awal bulan November 2012 menurut hemat penulis merupakan kejutan yang diberitakan oleh media kepada pembaca seputar peristiwa yang terjadi. Di satu sisi informasi mengenai Comuter Line yang resmi dioperasikan selama 24 jam dan informasi penyitaan aset Plaza Serpong yang kedua berita tersebut berdampak langsung terhadap masyarakat. Di berita resmi dioperasikannya Comuter Line tentunya memberikan kontribusi positif bagi pelayanan dan fasilitas moda transportasi massal bagi warganya khususnya warga Tangerang Selatan dan berita tentang penyitaan aset Plaza Serpong sudah barang tentu berdampak terhadap para pedagang yang dalam laporan di kedua media merasa cemas lantaran tidak jelas nasibnya dan bagaimana aset toko yang sudah mereka miliki dari pihak pengembang dan pengelola Plaza Serpong terkait penyitaan oleh pihak Bareskrim Mabes Polri. Terlepas dari itu semua sajian media di paruh awal bulan November 2012 ini sudah memberikan informasi yang penting bagi masyarakat Tangerang Selatan itu sendiri dalam beradaptasi dan menentukan tindakan selanutnya baik sebagai pengguna Comuter Line maupun para pedagang di Plaza Serpong untuk kejalasan nasib mereka. Kita tunggu saja berita selanjutnya. [rrk]

Be Sociable, Share!

Tentang Penulis

Renal Rinoza lahir di Jakarta, 8 Maret 1984. Tahun 2004 kuliah di Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan lulus tahun 2010. Tahun 2007 sempat kuliah di Program E.C Ilmu Filsafat Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta. Sehari-hari bergiat Komunitas Djuanda dan aktif menulis di Jurnal Footage, akumassa.org, dan Program Pemantauan Media akumassa.org.

Lihat semua tulisan

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung - Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org



© Agustus 2008 - 2012 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Dongeng Rangkas // Naga // Radio akumassa //