NTB KINI JADI TUJUAN PEREDARAN NARKOBA OLEH JARINGAN INTERNASIONAL

(Dikutip dari Radar Lombok edisi 15 Oktober 2012)

 

Dari 15 sampai dengan 20 Oktober, sebanyak 116 berita yang terpantau, yang terdiri dari isu good governance 87,93 %, Kriminal 9,48%, dan lingkungan hidup 2,59 %. Dari beberapa isu yang terpantau, isu tentang NTB Kini Jadi Tujuan  Peredaran Narkoba Oleh Jaringan Internasional selalu mengisi kedua media lokal.

Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Mataram kembali berhasil menangkap warga negara asing yang menyelundupkan narkotika. Rolf Oskar Josef Schweikert, 57 tahun  warga negara Jerman ditangkap di Bandara Internasional Lombok Sabtu malam lalu (13/10). Rolf ditangkap  usai turun dari pesawat Silk Air dengan nomor penerbangan MI 128  rute Nepal  yang transit  di Bandara Changi, Singapura lalu mendarat di Bandara Iinternasional Lombok  sekitar pukul 19.30 Wita. Dari tangannya, petugas bea cukai menyita narkoba jenis hasis dengan berat bruto 3.717 kg.

Provinsi NTB kini jadi tujuan  peredaran narkoba oleh jaringan internasional.  Dalam dua tahun terakhir, bea cukai berhasil  menggagalkan  aksi  penyelundupan  dalam jumlah  besar di Bandara Selaparang dan Bandara Internasional Lombok. (Radar Lombok edisi 15 Oktober 2012).

Narkotika jenis sabu seberat 2,6 kg yang dibawa warga Negara Afrika Selatan Kathlyn Dunn dan hasis seberat 3,7 kg yang dibawa Rolf Oskar Josef Schweikert warga Jerman, diduga akan dibawa ke Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara. (Radar Lombok edisi 16 Oktober 2012).

Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi memberikan  atensi khusus terhadap pemberantasan narkotika di Provinsi NTB. “Amputasi (potong) jaringan peredaran narkotika,” kata gubernur saat menggelar rakor terbatas denga jajaran Badan Narkotika Nasional Provinsi NTB, Polda NTB, dan Kantor Bea dan Cukai Mataram, kemarin.  Pernyataan ini dilontarkan gubernur menyusul penangkapan  berturut-turut dua pelaku penyelundupan  narkotika jaringang internasional. Dua tersangka  yakni Kathlyn Dunn, 28 tahun asal Afrika Selatan dan Rolf Oskar Josef Schweikert, 57 tahun asal Jerman.

Terunkapnya dua kasus penyelundupan narkotika (hasis dan sabu) melalui BIL sudah cukup menjadi bukti bahwa wilayah NTB menjadi salah satu pasar peredaran narkotika jaringan internasioanl. Lalu kapan dan siapa sasaran penjualan hasis 3,7 kg dan sabu 2, 6 kg itu? Dugaan sementara, barang haram dalam jumlah besar tersebut akan diedarkan pada saat perayaan Tahun Baru. ( Lombok Post edisi 16 Oktober 2012).

Dari sekian banyak isu tentang NTB kini jadi tujuan  peredaran narkoba oleh jaringan internasional, kedua media sama-sama menurunkan jumlah berita yang sama.

Be Sociable, Share!

Tentang Penulis

Dilahirkan di Pemenang, Lombok Utara pada tanggal 31 Desember 1979. Ia adalah seorang wirausaha yang aktif dalam kegiatan di komunitas lokalnya, Komunitas Pasir Putih. Selain itu ia juga ambil bagian dalam kegiatan pemantauan media lokal berbasis komunitas bersama Forum Lenteng.

Lihat semua tulisan

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung - Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org



© Agustus 2008 - 2012 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Dongeng Rangkas // Naga // Radio akumassa //