Konten Berita Yang Hampir Sama

Tangerang Ekspres 17 September 2012

Tangerang Ekspres 17 September 2012

Pada pekan ketiga bulan September 2012 ini ada beberapa masalah yang menghambat kerja pemantauan yakni ketersedian kedua koran yang tidak saya dapatkan disebabkan loper koran yang tidak pengirim koran sebagaimana mestinya dan hal yang sama juga saya alami tatkala mengambil koran Tangerang Eskpres di lapak koran langganan saya. Koran yang saya dapatkan hanya pada edisi tertentu saja seperti edisi Senin 17 September dan Rabu 19 September untuk harian Tangsel Pos sedangkan harian Tangerang Ekspres di edisi Senin 17 September dan Jumat 21 September 2012. Namun ketiadaan edisi tak membuat kerja pemantauan berhenti untuk edisi pekan ketiga bulan September ini dengan memanfaatkan sumber-sumber berita di setiap edisi yang saya dapatkan. Dalam pada itu, dari beberapa edisi yang saya telaah berita yang menjadi perhatian pemantau adalah seputar kunjungan Ketua Umum Partai Golkar ke Kota Tangerang Selatan yang disambut oleh Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany di mana Airin mengadu soal aset Pasar Ciputat yang masih belum diserahkan oleh Pemkab Tangerang, dan berita tentang percepatan pembangunan jalan raya di Kota Tangsel. kedua media sama-sama memberitakan hal tersebut.

Berita tentang walikota Tangsel yang mengadu ke Ical sapaan Aburizal Bakrie ini disampaikan disela-sela kunjungan Ketua Umum DPP Partai Golkar tersebut di Pasar Serpong, Kota Tangerang Selatan. Dalam laporan Tangsel Pos menulis bahwa kedatangan Ical tidak disia-siakan Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany. Adik ipar Gubernur Banten ini menceritakan terkait aset pasar tradisional di Tangsel yang tak kunjung diserahkan Pemkab Tangerang.  “Mumpung ada Bang Ical, saya ingin Bang Ical sampaikan dan berkomunikasi dengan ke Bupati Tangerang Ismet Iskandar. Sebagai sesama kader partai beringin, saya berharap aset pasar-pasar tradisional bisa segera diserahkan ke Pemkot Tangsel,” ungkap Airin. Pasar-pasar tradisional yang ada di Kota Tangsel dan pengelolaanya masih dikuasai PD Pasar Jaya antara lain, Pasar Ciputat, Pasar Serpong, Pasar Jombang dan Pasar Cimanggis. Setelah aset Pasar tradisionil diserahkan, Pemkot Tangsel merencanakan segera merevitalisasi pasar-pasar tradisional. Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2013 atau pada perubahan anggaran APBD 2013 telah dianggarkan untuk merevitalisasi pasar tradisional di Kota Tangsel. “Setelah dari sini (Pasar Serpong), nanti sampai di sana (Kabupaten Tangerang) akan saya sampaikan,” singkat Ical (Harian Tangsel Pos 17/09/2012). Sedangkan harian Tangerang Ekspres menulis dengan judul Airin ‘titip’ Aset Pasar ke Ical. Dalam laporannya Tangerang Ekspres menguraikan bahwa Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany tak kehabisan akal mempercepat penyerahan aset pasar saat bertemu Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie, digunakan Airin untuk ‘menitipkan’ pembicaraan nasib pasar yang saat ini masih dikuasai Pemkab Tangerang. Airin meminta Abu Rizal Bakrie ikut mendorong Bupati Tangerang Ismet Iskandar agar segera menyerahkan aset itu. “Saat ini tiga aset pasar di Kota Tangerang Selatan masih dikelola Kabupaten Kabupaten Tangerang. Saya meminta bantuan kepada Pak Abu Rizal Bakrie, untuk menyampaikan kepada Bupati Tangerang agar asetnya segera diserahkan,” kata Airin, saat memberi sambutan dalam acara dialog Abu Rizal Bakrie, denga pedagang Pasar Serpong, kemarin (Tangerang Ekspres 17/09/2012).

Berkenaan dengan percepatan pembangunan jalan raya harian Tangerang Ekspres melaporkannya di edisi Senin 17 September 2012. Dalam laporannya harian Tangerang Ekspres menulis bahwa Dinas Binamarga dan Sumber Daya Air (DBM SDA) Kota Tangsel mempercepat penyelesaian pekerjaan pembangunan untuk mengantisipasi musim penghujan di akhir tahun, yang dapat mengurangi mutu dan kualitas jalan. Kepala Dinas Binamarga dan Sumberdaya Air Kota Tangsel, Retno Pratiwi sedang bekerja keras menyelesaikan pembangunan pelebaran dan pembuatan anak sungai (Sodetan) Simpang Viktor di antara ruas jalan Siliwangi dan Jalan Buaran-Rawa Buntu (Viktor).  “pekerjaan ini sedang berjalan. Untuk tahap awal pekerjaan sodetan simpang viktor kami targetkan selesai pada tahun ini,” katanya kemarin (Tangerang Ekspres 17/09/2012). Dalam penjabaran laporannya harian Tangerang Ekspres menuliskan sebagian besar jalan raya yang dipercepat pembangunannya. Selain itu, pengerjaan normalisasi Kali Angke, Kali Pesanggrahan dan normalisasi situ seperti normalisasi Situ Pamulang dan Situ Cileduk.  Disamping itu, Pemkot mendukung penataan sistem drainase kota dengan penyusunan Master Plan Drainase Kota. Isi berita tentang percepatan pembangunan jalan raya juga tak jauh berbeda seperti apa yang ditulis oleh harian Tangsel Pos. Pada hematnya, harian Tangsel Pos menambahkan bahwa percepatan pembangunan jalan raya guna mengantisipasi musim penghujan.

Dalam amatan pemantau, pemberitaan pada pekan ketiga bulan September 2012 ini kurang bahan telaah karena sebagian besar informasi yang diberitakan tidak saya dapatkan dan hasilnya berita yang saya telaah hanya beberapa bagian saja seperti yang saya ulas diatas mengenai kunjungan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie yang dimanfaatkan oleh Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany untuk menceritakan tentang aset-aset pasar tradisional yang belum diserahkan oleh Pemkab Tangerang. Hal ini dilakukan oleh Walikota karena Bupati Tangerang Ismet Iskandar adalah kader Golkar dan disela-sela kunjungan Ical ke Kota Tangsel Airin Rachmi Diany berkesempatan mengutarakannya kepada Ical. Selanjutnya berita tentang percepatan pembangunan jalan raya dan infrastruktur lainnya seperti normalisasi Kali Angke dan Kali Pesanggrahan serta normalisasi Situ Pamulang dan Situ Ciledug. Percepatan pembangunan ini dilakukan untuk mengantisipasi musim penghujan yang dikhawatirkan menimbulkan banjir. Dari amatan pemantau, isi pemberitaan dari kedua pembahasan baik kunjungan Ical dan percepatan pembangunan tak jauh berbeda dan sebagian besar kontennya nyaris sama. [rrk]

Be Sociable, Share!

Tentang Penulis

Renal Rinoza lahir di Jakarta, 8 Maret 1984. Tahun 2004 kuliah di Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan lulus tahun 2010. Tahun 2007 sempat kuliah di Program E.C Ilmu Filsafat Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta. Sehari-hari bergiat Komunitas Djuanda dan aktif menulis di Jurnal Footage, akumassa.org, dan Program Pemantauan Media akumassa.org.

Lihat semua tulisan

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung - Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org



© Agustus 2008 - 2012 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Dongeng Rangkas // Naga // Radio akumassa //