Penataan Kota Yang Digencarkan

Tangerang Ekspres 13 September 2012

Tangerang Ekspres 13 September 2012

Apa yang diamati pemberitaan pada pekan kedua di kedua media hemat saya lebih pada problem penataan kota dan upaya-upaya apa saja yang dilakukan Pemkot Kota Tangerang Selatan dalam penataan kota. Beberapa pemberitaan mengenai ini saya kategorikan masuk dalam ranah penataan kota diantaranya upaya Pemkot percepat raihan Piala Adipura dimana setiap pegantin baru diwajibkan menanam satu pohon, pertumbuhan  perumahan yang kian tumbuh di Kota Tangsel, raihan WTP 2 kali berturut-turut, pengelolaan sampah yang dilakukan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), Razia penertiban dan pendisiplinan aparatur pemerintahan & pelajar sekolah, wacana pemekaran kecamatan dan wacana pembatasan guru asing yang mengajar disamping Kota Tangsel menjadi operator air bersih untuk kawasan se-Tangerang Raya.

Dalam pemberitaan percepat raih Piala Adipura harianTangsel Pos menulis pada edisi hari Senin, 10 September  2012 dimana diberitakan menginjak usia keempat, Kota Tangerang Selatan terus berbenah. Sejumlah sektor pembangunan yang bersinggungan dengan hajat hidup orang banyak secara berkelanjutan ditingkatkan. Tak hanya di bidang infrastruktur, di bidang penghijauan dan konservasi alam pun turut digalakkan. Hal ini demi mewujudkan Kota Tangsel yang hijau, sesuai amanat Walikota Tangsel Airin Rachni Diany. Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melakukan gerak cepat dalam rangka menyongsong penilaian Adipura. Sejumlah kegiatan pun dilakukan di beberapa titik di Kota Tangsel dalam rangka menjemput Adipura tersebut (Tangsel Pos 10/09/2012). Termasuk imbauan agar pasangan yang menikah menanam satu pohon. Secara resmi, kebijakan ini sudah digulirkan sejak Januari 2012 lalu. Dan setelah lebih dari tujuh bulan berjalan, sudah ribuan pohon yang ditanam oleh pasangan yang baru menikah. Kemudian mengenai pertumbuhan perumahan di Kota Tangsel, harianTangsel Pos menulis bahwa sebagai kota yang berdekatan dengan DKI Jakarta, Tangsel masih menjadi primadona kaum urban untukmembeli properti perumahan. Sementara itu, dalam hal tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabilitas Pemkot Tangsel berhasil mendapat penghargaan dari Pemerintah Pusat atas keberhasilannya memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) berturut-turut selama dua tahun. Predikat WTP diberikan terhadap pemerintah daerah yang pengelolaan keuangannya baik.

Terkait persoalan sampah yang tak kunjung juga teratasi, Pemkot Tangsel melakukan terobosan dengan membentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Ciputat Bersih. KSM tersebut bakal mengelola sampah di Pasar Ciputat. Kemudian, akibat penataan kota di berbagai lini memicu insiden salah tangkap yang dilakukan oleh aparat Satpol PP terhadap pegawai Pemkot yang sedang berada di luar dan merazia pelajar yang keluyuran pada saat jam sekolah masih berlangsung. Berita ini dimuat harian Tangsel Pos pada edisi Kamis, 13 September 2012 dimana empat Tenaga Kerja Sukarela (TKS) dari Dinas Tata Kota Bangunan dan Pemukiman (DTKBP) Kota Tangsel diamankan Satpol PP. Selain mendapati empat TKS, pada razia ini juga Satpol PP berhasil mendapatkan 23 pelajar SMP dan SMA yang sedang bermain di pusat perbelanjaan WTC Serpong, Pamulang Square dan di sejumlah warnet. Namun apa yang dilakukan aparat Satpol PP tersebut menuai kontroversi karena salah tangkap dimana pegawai yang terjaring tersebut sedang bertugas lapangan dan adapun pelajar sedang menuju ke sekolah karena para pelajar tersebut masuk siang hari. Pemberitaan mengenai masalah ini juga dimuat di harian  Tangerang Ekspres. Harian Tangerang Ekspres menulis, Razia yang dilancarkan Satpol PP terlalu membabi buta. Pokoknya, ada pelajar atau PNS yang terlihat di mal atau tempat umum, pukul 10.00 WIB hingga 11.00 WIB, dianggap bolos. Lantas, ditangkap. Ternyata ada yang salah tangkap. Sejumlah siswa kebetulan masuk sekolah siang dan letak sekolahnya berdekatan dengan pusat perbelanjaan. Sekitar 7 siswa kelas I SMK Pustek, menjadi korbannya. Mereka ditangkap di depan Mal WTC Matahari. Sementara SMK Pustek, letaknya di samping mal itu. Nuraini, salah satu siswi, terbengong-bengong saat ditangkap dan langsung dituduh membolos oleh petugas Satpol PP. KepadaTangerang Ekspres Nuraini mengaku melintas di depan Mall WTC Matahari Serpong dalam perjalanan menuju sekolahnya (Tangerang Ekspres 13/09/2012). Perihal penataan kota berita yang menarik lainnya adalah seputar wacana pemekaran kecamatan baru. Harian Tangsel Pos menulisnya di edisi Jumat, 14 September 2012 dimana semakin padatnya penduduk menjadi alasan adanya desakan pemekaran kecamatan di Tangsel. Selain itu, wacana pemekaran untuk memudahkan pengawasan ditiap-tiap RT dan RW. Saat ini Kota Tangsel memiliki sekitar 700-an RT yang tersebar di 74 kelurahan dan terhimpun di 7 kecamatan. Dan pada edisi terakhir pekan kedua harian Tangerang Ekspres menulis tentang pembatasan keberadaan guru asing. Ini tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) tentang Penyelenggaraan Pendidikan Kota Tangsel yang tengah dievaluasi di Provinsi Banten. Sekolah, hanya boleh memakai guru asing 20 persen. Menurut Chadijah, Ketua Komisi II DPRD Kota Tangsel, lantaran di Kota Tangsel banyak berdiri sekolah asing. Tujuan lain, demi menjaga kearifan lokal yang dimungkinkan tidak tersosialisasikan jika kebanyakan pengajar warga asing. Pembatasan ini, juga berlaku bagi sekolah international yang ada di kotaTangsel. Siti Chadijah menjelaskan pembatasan guru asing juga untuk menjaga nilai-nilai daerah. Dalam hal ini, budaya daerah bisa terjaga oleh pengajar pribumi.“Bagaimana pun, sekolah di Kota Tangsel harus memuliakan budayanya (Tangerang Ekspres 14/09/2012).

Berdasarkan amatan pemantau apa yang ditulis oleh kedua media tentang upaya Pemkot Tangsel dalam penataan kota telah memberikan informasi yang memadai tentang apa-apa saja yang perlu untuk diketahui publik. Dalam konteks penataan kota perlu adanya pengawasan dan melibatkan partisipasi aktif warga Kota Tangsel. Merujuk pada pemberitaan yang dimuat di mana partisipasi warga belum dapat dijadikan skala utama meskipun Pemkot membentuk sebuah satuan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dalam pengelolaan sampah. Lanjutnya, media kurang mempunyai sikap jelas atas penataan kota yang diprogramkan Pemkot. Porsi pemberitaan masih menghadirkan sisi informasi an-sich tanpa mempunyai analisa singkat dan sikap media terhadap program yang Pemkot gulirkan seperti kebijakan penanaman pohon bagi setiap pengantin baru untuk pemenangan Piala Adipura. Dalam hal ini pemantau tidak melihat tanggapan kritis media dalam melihat pemberitaan ini. Dalam pada itu, pemantau menyadari media tidak selalu tampil sebagai apparatus Das Sollen melainkan dapat memberitakan apa-apa saja yang bersifat Das Sein namun di lainpihak fungsi media adalah mendidik masyarakat yang tidak hanya memberikan informasi dan pengertiannya melainkan juga mendidik masyarakat menjadi kritis melalui kerangka pemberitaannya. [rrk]

Be Sociable, Share!

Tentang Penulis

Renal Rinoza lahir di Jakarta, 8 Maret 1984. Tahun 2004 kuliah di Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan lulus tahun 2010. Tahun 2007 sempat kuliah di Program E.C Ilmu Filsafat Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta. Sehari-hari bergiat Komunitas Djuanda dan aktif menulis di Jurnal Footage, akumassa.org, dan Program Pemantauan Media akumassa.org.

Lihat semua tulisan

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung - Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org



© Agustus 2008 - 2012 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Dongeng Rangkas // Naga // Radio akumassa //