Ketegangan pra-Pemilukada

 

Dalam sepekan pemantauan terhadap media lokal Kabar Banten dan Banten Raya, 27 Agustus hingga 2 September 2012 tercatat ada 124 total artikel yang berhasil terkumpul. Dari jumlah total artikel diperoleh hasil isu good governance 62,903%, isu kriminal 12,903%, isu lingkungan hidup 18,548%, dan isu HAM 5,645%. Sementara untuk isu perempuan dan/atau anak untuk minggu ini tidak ada.

Dikutip dari media Kabar Banten

Meski pelaksaan Pemilukada Lebak 2013 terbilang relatif masih lama, namun tensi dan suhu politik diantara para bakal calon bupati (balonbup) yang akan maju pada perhelatan Pemilukada Lebak 2013 mendatang terus meningkat. Sejumlah pemberitaan dengan ‘embel-embel’ dan deklamasi dari sekelompok masyarakat yang pro terhadap bakal calon bupati masing-masing yang akan mereka dukung kian mencuat. Diantaranya: (Banten Raya, 27 Agustus 2012“ Dukungan Terhadap H. Nunung menguat”), (Kabar Banten, 30 Agustus 2012, “Apdesi Bertekad Menangkan Iti”), dan, (Banten Raya, 1 September 2012, “Ridwan Diminta Maju”).

Keinginan Bupati Lebak, H. Mulyadi Jayabaya mewariskan kekuasaan kepada puteri sulungnya, Hj. Iti Oktavia Jayabaya nampaknya sudah tak terbendung. Hj. Iti Oktavia Jayabaya (Iti) yang kini sedang mengemban amanah sebagai wakil rakyat Lebak dan Pandeglang di DPR RI, kabarnya sudah mendapat restu dari Bupati Lebak H. Mulyadi Jayabaya, yang tak lain adalah ayah kandungnya sendiri untuk ikut meramaikan bursa transfer Pemilukada Lebak 2013 mendatang. Dukungan dari berbagai eksponen kepada Iti pun kembali bermunculan. Salah satunya adalah dari Asosiasiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Lebak yang menyatakan dengan tegas dan bertekad akan memenangkan Iti dalam Pemilukada Lebak 2013 mendatang, (30 Agustus 2012, “Apdesi Bertekad Menangkan Iti”). Namun, aksi dukungan tersebut ternyata menuai banyak kritikan dari sejumlah tokoh politisi. Akhmat Jajuli, politisi asal Cilangkahan yang juga bakal calon bupati Lebak dari jalur independen mengatakan, aksi dukungan atau sahwat politik yang mengatasnamakan Apdesi, jelas telah menyalahi peraturan perundang-undangan dan rasa keadilan masyarakat, mengingat pemerintah desa adalah milik semua golongan masyarakat, dan di dalamnya ada personel Sekdes yang nyatanya seorang PNS, (Kabar Banten, 31 Agustus 2012 “Pernyataan Apdesi Menuai Kritik”).

Di lain pihak, sejumlah tokoh yang tergabung dalam Gerakan Moral Masyarakat Lebak Madani (GMMLM) yang oleh sebagian kalangan dinilai sebagai kelompok anti Bupati Mulyadi Jayabaya, menggelar pertemuan akbar dengan para calon bupati dan masyarakat pada acara halal bihalal di rumah kediaman Wakil Ketua DPRD Lebak, H. Pepep Faisaludin di Cibadak, Sabtu (25/8). Diantaranya Imam Solechudin, Imam Sampoerna, Fallad Said, dan beberapa petinggi Bakor PKC seperti Hifni Nawawi, Sumawijaya, dan ratusan tokoh pendekar serta masyarakat. Selain itu hadir pula beberapa bakal calon bupati, Pepep Faisaludin, H. Tusnirochmat, Amir Hamzah, dan Agus R. Wisas. Dalam pertemuan itu, sejumlah tokoh politisi tersebut menyatakan sikap komitmen menciptakan Lebak Madani dan jangan sampai Lebak menjadi sebuah daerah dinasti atau kerajaan, (Kabar Banten, 27 Agustus 2012 “Tokoh anti JB Tolak Politik Dinasti”). Abah Haji Juli Gebek, ketua tim pendukung dari jaringan bakal calon bupati H. Sumantri Jayabaya mengaku sangat menyesalkan aksi-aksi pertemuan-pertemuan yang dilancarkan GMMLM yang selalu menghembuskan politik saling saling serang, menghujat dan menjelekkan eksekutif maupun balonbup tertentu, (Kabar Banten, 30 Agustus 2012 “Jaringan HS Sesalkan Cara GMMLM”).

Pelaksanaan pemilukada Lebak masih sekitar setahun lagi, namun ketegangan politik diantara para balonbup kian meningkat. Sejumlah aneka pemberitaan ‘saling mendiskreditkan’ diantara para balonbup berseliweran di hampir setiap edisi di muka publik. Kondisi ini jelas seakan memperlihatkan, betapa buruknya realitas politik yang terjadi di Lebak saat ini. [fs]

 

 

 

 

Be Sociable, Share!

Tentang Penulis

Pria asli Lebak, Banten kelahiran 7 Juni 1988 ini akrab disapa Aboy. Terakhir ia menamatkan pendidikannya di SMAN 3 Rangkasbitung. Selain berwirausaha, sekarang ia aktif di kegiatan jurnalisme warga akumassa.org sebagai penulis aktif dan pemantau media lokal di Lebak, Banten. Di wilayah tempat tinggalnya, ia juga aktif bersama Saidjah Forum.

Lihat semua tulisan

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung - Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org



© Agustus 2008 - 2012 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Dongeng Rangkas // Naga // Radio akumassa //