HAN Meningkatkan Isu Anak

Total artikel yang terpantau dari tanggal 23 hingga 29 Juli 2012 pada tiga surat kabar lokal Depok (Radar Depok, Monitor Depok, dan Jurnal Depok) ialah sebanyak 132 artikel. Isu yang mendominasi ialah good governance, sebanyak 82 artikel (62,121%). Disusul setelahnya isu perempuan dan/atau anak sebanyak 18 artikel (13,636%), lingkungan hidup sebanyak 16 artikel (12,121%), isu kriminalitas sebanyak 12 artikel (9,09%), dan sisanya isu HAM sebanyak 4 artikel (3,03%).

Pada minggu ini, terjadi lonjakan yang cukup signifikan pada isu perempuan dan/atau anak, yang pada minggu lalu hanya 2 artikel, pada minggu ini menjadi 18 artikel. Di awal minggu, kasus yang melibatkan anak mencuat (Radar Depok, edisi 23 dan 24 Juli 2012), di mana surat kabar lokal di Depok tersebut mengabarkan perkembangan si anak yang diduga sebagai pelaku kejahatan (kasus pembunuhan bapak-anak Raturomon). Media massa juga menyorot Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kota Depok yang belum mengambil sikap atas kasus tersebut (Monitor Depok, edisi 23 Juli 2012), dan akhirnya mengundang perhatian Komnas PA (Monitor Depok, edisi 24 Juli 2012), Perhimpunan Advokat Indonesia (Radar Depok, edisi 26 Juli 2012), serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (Jurnal Depok, edisi 29 Juli 2012). Kasus tentang pelajar tawuran juga mencuat (Radar Depok dan Monitor Depok dan Jurnal Depok, edisi 24 dan 26 Juli 2012). Sorotan media massa juga mempertanyakan ide Kota Depok sebagai Kota Layak Anak, mengingat masalah-masalah anak yang tertampung di media massa akhir-akhir ini menunjukkan ketidakkonsistenan dan kebelumpantasan Kota Depok menjadi Kota Layak Anak (Radar Depok dan Monitor Depok, edisi 24 Juli 2012, dan Jurnal Depok, edisi 25 Juli 2012).

Lonjakan isu tentang anak di tiga surat kabar lokal Depok ini cukup menyita perhatian pemantau. Mungkin, masing-masing surat kabar berlomba-lomba mengangkat kembali berita tentang anak, mengingat pada tanggal 23 Juli 2012 kemarin merupakan hari anak nasional (HAN).

Selama satu minggu itu, tidak ditemukan perilaku media di lapangan yang menyimpang.

Be Sociable, Share!

Tentang Penulis

Manshur Zikri (21 tahun) adalah seorang mahasiswa Program Studi Kriminologi, FISIP, Universitas Indonesia. Saat ini dia menjadi salah seorang pemantau dalam Program Pemantauan Media Berbasis Komunitas, Forum Lenteng, untuk perwakilan lokasi Kota Depok. Selain aktif berkegiatan di Forum Lenteng, Zikri juga aktif dalam kegiatan jurnalisme warga bersama komunitas akumassa Depok, SUBURBIA, yang mengkaji persoalan sosial, budaya dan media di Kota Depok dan sekitarnya.

Lihat semua tulisan

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung - Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org



© Agustus 2008 - 2012 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Dongeng Rangkas // Naga // Radio akumassa //