Ulayat Baduy Terusik

Oleh / pada 24 Juli 2012 / di Good Governance // Belum ada komentar

 

Hasil pantauan terhadap Kabar Banten dan Banten Raya pada minggu ini 16 hingga 22 Juli 2012, masih tetap menunjukan adanya dominasi isu good governanve. Dari total 106 total artikel di peroleh hasil yakni isu good governance 59,433%, isu kriminal 14,150%, isu lingkungan 25,471%, dan isu HAM 0,943%. Sementara untuk isu perempuan dan/atau anak pada sepekan ini tidak ada.

Pemberitaan seputar jelang Ramadhan nampak tak pernah sepi dalam media surat kabar sepekan lalu. Dari hasil pemantauan terhadap Banten Raya dan Kabar Banten (16-22 Juli 2012), dalam setiap edisi hampir ditemukan sejumlah narasi yang membahas seputar jelang ramadhan. Diantaranya seputar melonjaknya harga sembako di pasaran, imbauan pemerintah terhadap ormas untuk tidak melakukan sweeping terhadap tempat hiburan selama bulan puasa nanti, serta adanya aturan pengurangan jam kerja bagi PNS selama bulan puasa. Dari sekian banyak narasi, pemberitaan seputar melonjaknya harga-harga sembako di sejumlah kota/kabupaten di provinsi Banten adalah yang paling mendominasi.

Dikutip dari Media Kabar Banten

Terpisah, keresahan masyarakat adat Baduy Dalam tentang adanya isu Hutan Salakadomas di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, yang akhir-akhir ini menjadi incaran para penambang, juga tak kalah hangat diberitakan. Sebelumnya, dalam media Kabar Banten edisi 14 Juli 2012 “Gubernur Dinilai Ingkar Janji” yang lalu sudah dijelaskan tentang bagaimana kekecewaan para kasepuhan masyarakat adat Baduy Dalam kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Banten yang tidak pernah menepati janjinya. Saat masa kampanye Pilgub Banten 2011, secara khusus Rano Karno datang ke masyarakat adat Baduy Dalam untuk meminta dukungan. Namun setelah terpilih jangankan berterimakasih, sekedar berkunjung untuk memantau situasi masyarakat adat Baduy Dalam, terkait adanya ketidakberesan dalam hak ulayat dan kekhawatiran akan adanya eksploitasi belum ada. Terutama di kawasan Hutan Salakadomas yang mereka anggap sebagai pusat ritual dan merupakan sumber penghidupan serta menjadi bagian yang disakralkan yang santer kabar menjadi incaran para penambang.

Sebanyak 14 kasepuhan masyarakat adat Tatar Sunda yang tergabung dalam Baresan Olot Tatar Sunda (BOTS), sepakat melakukan advokasi dan memagari masyarakat adat Baduy Dalam yang hak ulayatnya terganggu. Eka Santosa, Duta Sawala BOTS, sangat setuju agar dibentuk tim advokasi, guna melindungi hak ulayat masyarakat adat Baduy Dalam. BOTS juga akan merekomendasi kepada Gubernur Banten, agar bisa mengerem indikasi eksploitasi yang terjadi di hutan Salakadomas, Kabar Banten edisi 16 Juli 2012, “Gubernur Diminta tak Diam”. Menanggapi isu tersebut, Gubernur Banten berjanji selaku kepala daerah siap melindungi dan menyejahterakan masyarakat, termasuk masyarakat adat Baduy, Kabar Banten edisi 17 Juli 2012, “Gubernur Janji Lindungi Warga Baduy”.

Bukanlah menjadi rahasia umum, bagaimana masyarakat adat Baduy memperlakukan alam sebagai bagian dari kehidupan mereka. Mereka menggunakan alam, namun juga menjaga alam dari segala potensi kerusakannya. Wajar, jika masyarakat adat Baduy Dalam merasa cemas dan khawatir ketika hak ulayatnya merasa terganggu dengan adanya isu penambangan di Hutan Salakadomas. Karena penambangan hanya akan berdampak buruk dan sangat sangat mengganggu keseimbangan alam yang selama ini dijaga dengan baik oleh masyarakat adat Suku Baduy.

Sebagai medium pengontrol pembangunan, diharapkan media baik Kabar Banten maupun Banten Raya bisa lebih kritis dan bijaksana dalam mewartakan suatu berita khususnya yang berkaitan dengan alam. Karena menjaga kelestarian dan keseimbangan alam itu bukan hanya menjadi tugas pemerintah, melainkan tugas kita semua. [fs]

Be Sociable, Share!

Tentang Penulis

Pria asli Lebak, Banten kelahiran 7 Juni 1988 ini akrab disapa Aboy. Terakhir ia menamatkan pendidikannya di SMAN 3 Rangkasbitung. Selain berwirausaha, sekarang ia aktif di kegiatan jurnalisme warga akumassa.org sebagai penulis aktif dan pemantau media lokal di Lebak, Banten. Di wilayah tempat tinggalnya, ia juga aktif bersama Saidjah Forum.

Lihat semua tulisan

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung - Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org



© Agustus 2008 - 2012 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Dongeng Rangkas // Naga // Radio akumassa //