Tiga Dokter Hanya Di Nonaktifkan

Dari hasil pemantauan saya pada media lokal Padang Ekspres,  dari Senin 11 – minggu 17 Juni 2012, Isu Good Governance  yang paling dominan di banding dengan isu lainnya

Sebuah artikel media lokal yang mengangkat tentang tiga dokter di nonaktifkan, kasus dugaan pelanggaran disiplin yang dilakukan dokter ahli bedah, terungkap dalam sidang lanjutan kasus gugatan terhadap Dirut RSUP M Djamil Aumas Pabuti oleh dua dokter yang bertugas di rumah sakit terbesar di sumbar itu terkait penonaktifannya di pengadilan tata Usaha Negara (PTUN) Padang Kemarin 13/6. Ketua Komite Etik dan Hukum RSUP M Djamil Prof Dr Desmawati Yaswir SpPK  ((K) yang dihadirkan sebagai saksi menyatakan surat pembebasan surat sementara, dikeluarkan oleh dirut RSUP M Djamil karena adanya laporan dari Kepala Instalasi Rawat Inap Bedah yang mengatakan Dokter Noverial di duga meminta pembayaran pembelian alat pada pasien yang di tanggung oleh Jamkesmas, ditambah lagi menteri kesehatan mendapatkan sms yang mengatakan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh dokter ini, untuk melakukan klarifikasi maka di keluarkan surat pembebasan tugas sementara agar tidak mengganggu kelancaran pelayanan pasien, menurut ahli Patologi klinik surat pembebasan tugas sementara ini bukan pemberhentian dan pencabutan kewenangan klinis, dokter yang bersangkutan mulai melakukan tindakan medis dirumah sakit lain. Surat pembebasan tugas sementara bukanlah hukuman, karena hukuman dilakukan setelah proses klarifikasi selesai.

Seperti diberitakan sebelumnya tiga dokter spesialis menggugat Dirut RSUP M Djamil ke PTUN, ketiga dokter yang menggugat ini adalah Dr Adrian Riza SPoT dengan nomor gugatan 08/G/2012/PTUN-PDG, Dr Noverial SPoT dengan nomor gugatan 09/G/2012/PTUN dan Dr Asril Zaharai SpB KBD dengan nomor gugatan 10/G/2012/PTUN-PDG, mereka menggugat surat pencabutan sementara izin praktek di RSUP M Djamil yang dikeluarkan Dirut, namun pada saat persidangan perdana, Adrian Riza melalui kuasa hukumnya Ibrani membatalkan gugatannya Dia sudah menyelesaikan proses klarifikasi dan sudah bertugas kembali di RSUP M Djamil sedangkan Noverizal dan Asril Zahari masih dalam proses persidangan

Dalam potongan artikel di atas terlihat jelas yang dibahas hanya satu orang dokter saja padahal ada dua dokter lainnya juga yang melakukan kesalahan, tetapi pada akhir artikel dua dokter lainnya sempat di singgung tetapi lebih kepada penggugatan balik kepada Dirut RSUP M Djamil ke PTUN atas surat pencabutan sementara izin praktek di RSUP M Djamil yang dikeluarkan Dirut , disini sangat terlihat jelas bahwa informasi ini masih belum ada kelengkapan atau kejelasannya  tentang dua dokter lainnya, sangat disayangkan jika ini terus terjadi,

 

 

Be Sociable, Share!

Tentang Penulis

Chandra Zefry Airlangga bisa dipanggil Angga, merupakan seorang mahasiswa tingkat akhir di ISI Padang Panjang. pemuda kelahiran 20 January 1990 ini, aktif berkegitan di Komunitas Sarueh, yang sebelumnya juga pernah mengikuti workshop akumassa padang panjang yang diadakan oleh forum lenteng. sekarang ini dia juga berkontribusi dalam program pemantauan media berbasis komunitas sebagai pemantau perwakilan dari padang panjang sumatra barat.

Lihat semua tulisan

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung - Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org



© Agustus 2008 - 2012 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Dongeng Rangkas // Naga // Radio akumassa //