Persoalan Sampah dan Penolakan Tol Serpong-Cinere

Pekan pertama bulan Juni 2012 dalam amatan saya harian Tangsel Pos mengupas persoalan sampah dan penolakan warga terhadap pembangunan Jalan Tol Serpong-Cinere. Ini dapat ditemukan dalam edisi Kamis, 7 Juni 2012 yang mengangkat judul “Pengolahan Sampah Diserahkan Pihak Ketiga, Pekan Depan Cipeucang Beroperasi”, dan edisi Jumat, 8 Juni 2012 yang mengangkat judul “Pengolahan Sampah Tangsel Misterius, Buang Sampah Di Kota Tangerang, Petugas Kebersihan Ditangkap”. Sedangkan untuk berita penolakan warga terhadap pembangunan Jalan Tol Serpong-Cinere harian Tangsel Pos mengangkat judul “Puluhan Warga Ciputat Ngadu ke Dewan Tolak Pembangunan Tol Serpong-Cinere”.

Headline Tangsel Pos 8 Juni 2012. Courtesy: Tangsel Pos

Dari pantauan saya harian Tangsel Pos sejak di pekan-pekan sebelumnya sudah mengamati dan mengawasi Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Cipeucang. Pada pekan ini harian Tangsel Pos memberita tentang pengelolaan TPST yang diserahkan kepada pihak ketiga dalam hal ini pihak swasta. Persoalan TPST Cipeucang dalam pemberitaan sebelumnya lebih pada persoalan pembebasan lahan. Dalam edisi pekan ini, ahrian Tangsel Pos menulis bahwa pembebasan lahan untuk TPST Cipeucang pihak Pemkot telah menambah anggaran. Pada edisi Jumat, 8 Juni 2012 harian Tangsel Pos mengangkat topik mengenai pengolahan sampah di Kota Tangerang Selatan masih menjadi maslaha belum terselesaikan. Hal ini ditengarai belum adanya tempat pembuangan sampah yang terpadu dan representatif. Mengenai masalah ini dalam laporannya harian Tangsel Pos menulis, Bahkan kemarin (7/6) dilaporkan, dua mobil jenis pick up petugas sampah yang diduga pihak ketiga pengelolaan sampah, tertangkap tangan petugas Trantib Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. Mereka tertangkap tangan tengah mengangkut sampah rumah tangga dari salah satu perumahan di Tangsel. peristiwa ini terjadi ketika petugas Trantib Kecamatan Pinang, Kota Tangerang tengah melakukan patrol di wilayah Kota Tangerang.  Namun dalam patroli itu, mereka menemukan dua mobil sampah jenis Carry dan Zebra Pick Up tengah membuang sampah di pinggir tol Kelurahan Panunggangan Timur sekitar pukul 17.00 WIB. Camat Pinang, Kota Tangerang, Sahrudin mengatakan, sampah yang dibuang di wilayah Pinang, Kota Tangerang sudah yang kedua kalinya. Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan pemakaman, Chaerul Saleh menyebutkan, untuk mengatasi masalah sampah yang di Tangsel, DKPP masih melakukan kerjasama dengan pihak ketiga untuk membuang sampah. “Kita masih melakukan kerjasama dengan pihak ketiga untuk mengatasi masalah di Tangsel, dengan membayar perkubik sampah sebesar Rp 50 ribu sekali angkut,” katanya (Tangsel Pos, 8/6/2012).

Disamping pemberitaan mengenai persoalan TPST Cipeucang yang tak terselesaikan dan menjadi polemik berkepanjangan, harian Tangsel Pos yang tak kalah peliknya masih mengawal pemberitaan mengenai penolakan warga terhadap pembangunan Jalan Tol Serpong-Cinere. Mengenai hal ini harian Tangsel Pos menulis dalam edisi Selasa, 5 Juni 2012 di mana puluhan warga dari tiga komplek perumahan Pertanian, Andora dan Azahra, Ciputat, Kota Tangerang Selatan pada hari Senin mendatangai DPRD Kota Tangsel untuk menolak rencana pembangunan Jalan Tol Serpong-Cinere yang melewati pemukiman mereka.  Menurut warga, rencana pembangunan jalan tol tidak melalui mekanisme yang benar yakni sesuai kaidah hukum, sehingga rencana pembangunan jalan tol telah menimbulkan keresahan warga. Ketua Komisi 4 DPRD Kota Tangsel, Gacho Sunarso berjanji pada pekan ini akan melakukan investigasi langsung ke lapangan terkait masalah ini dan tak hanya itu pihaknya mengaku akan memanggil sejumlah pejabat yang terlibat dalam pematokan jalan tol karena pematokan tersebut dianggap ilegal dan tidak sah. Sementara pihak Pemkot menampik tuduhan tersebut. menurut pihak Pemkot ada kesalahan informasi mengenai rencana pembangunan jalan tol, demikian Tangsel Pos menulis.

Dalam pekan ini pemberitaan mengenai HAM terkait penolakan warga terhadap rencana pembangunan jalan tol Serpong-Cinere yang dikhawatirkan akan melewati permukiman warga di tiga perumahan dan hal demikian mengakibatkan keresahan warga. selanjutnya, harian Tangsel Pos masih menyoroti persoalan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Cipeucang yang tak habisnya dirundung polemik. Hingga pekan ini persoalan di TPST Cipeucang dan persoalan pembuangan sampah di Kota Tangerang Selatan masih menjadi momok bagi kinerja Walikota dalam membenahi Kota Tangerang Selatan dan selalu terkendala dengan berbagai masalah.

Sama seperti pekan-pekan sebelumnya pada pekan ini saya masih mengulas harian Tangsel Pos dan masih belum dapat mengulas harian Suara Tangsel karena belum terbit. Kedepannya saya akan pertimbangkan untuk mencari alternatifnya. Pemberitaan mengenai topik persoalan sampah terutama persoalan TPST Cipeucang dan penolakan warga terhadap rencana pembangunan Jalan Tol Serpong-Cinere sudah menjadi kewajiban media dalam mengawal permasalahan yang dialami warga.  [rrk]

Be Sociable, Share!

Tentang Penulis

Renal Rinoza lahir di Jakarta, 8 Maret 1984. Tahun 2004 kuliah di Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan lulus tahun 2010. Tahun 2007 sempat kuliah di Program E.C Ilmu Filsafat Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta. Sehari-hari bergiat Komunitas Djuanda dan aktif menulis di Jurnal Footage, akumassa.org, dan Program Pemantauan Media akumassa.org.

Lihat semua tulisan

1 Komentar pada "Persoalan Sampah dan Penolakan Tol Serpong-Cinere"

Lacak balik untuk tulisan ini

  1. Persoalan Sampah dan Penolakan Tol Serpong-Cinere | Radar Tangsel

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung - Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org



© Agustus 2008 - 2012 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Dongeng Rangkas // Naga // Radio akumassa //