Gawe Beleq Lombok Mirah Sasak Adi

 (dikutip dari koran Lombok Post & Radar Lombok 21 Mei 2012)

Hasil pemantauan selama ini, terhadap dua koran lokal (Radar Lombok dan Lombok Post) isu good governance masih paling banyak dibahas. Dari tanggal 21 sampai dengan 26 Mei 2012 sebanyak.   95,79832 % isu good governance, kriminal  1,680672 %, lingkungan hidup  2,521008 % dari 119 total jumlah berita yang terpantau.

Kali ini beragam isi berita yang hampir tiap hari selama sepekan ini selalu mengisi kedua media local tersebut. Namun yang paling banyak dibahas yakni  berita tentang Gawe Beleq Mirah Sasak Adi dan  Internatiional Year of Coorprative/IYC.

Pengurus Majelis Adat Sasak akhirnya dikukuhkan dalam Gawe Beleq Lombok Mirah Sasak Adi di eks kantor Bupati Lombok Barat, minggu kemarin. Empat ribu masyarakat adat sasak berpakaian adat. Dari masing-masing Paer (wilayah adat) yang dipimpin wali Paer atau Bupati/Wali Kota, datang membanjiri dan meramaikan Gawe Beleq Sasak Miarah Adi. Gawe Beleq atau Karya Agung, dikenal juga dengan istilah Anjenengan Pemangku Adat Sasak. Menurut afistimologinya atau istilah kata, Mirah artinya cahaya dan Adi artinya tinggi. “Jadi, Gawe Beleq Sasak Mirah Adi itu diartikan, subuah gawe besar  guna menggelar bebagai pegelaran yang disuguhkan dalam kehidupan sasak,” jelas Kadis Budpar NTB, H Lalu Gita Aryadi, selaku majelis wali paer MAS, (Radar Lombok 21 Mei).  Semua Kabupaten atau Kota memberikan penampilan terbaik saat parade dan rombongan Paer dipimpin langsung Bupati/Wali Kota. Beragam artraksi dipertunjukkan, seperti gendang beleq hingga pertunjukan ilmu kebal oleh sejumlah kelompok masyarakat. Didalam kegiatan ini, panitia juga mempertunjukkan sebuah mahkota yang diklaim sebagai mahkota Raja Selaparang. Mahkota dengan bentuk segitiga atau lazim disebut tiara ini diletakkan dalam tempat yang telah disediakan di bagian depan Bencingah, sehingga bisa disaksikan peserta. (Lombok Post 21 Mei). Dengan adanya acara itu, hasrat masyarakat Pulau Lombok untuk mengingat kembali peninggalan suku sasak, baik berupa kesenian tradisioal maupun budaya lahir lagi. Tidak hanya di kalangan para sesepuh, tapi juga anak-anak muda. Karena itulah, Lombok Post juga mencari beberapa refrensi terkait sejarah Pulau Lombok. Pasalnya, hingga saat ini, tidak banyak yang tahu, terutama anak muda tentang sejarah Pulau Lombok. Bahkan, beberapa di antara mereka mengartikan Lombok sebagai cabe. Padahal, arti itu tidak tepat. Tapi, bisa jadi sesuai dengan tulisan nama yang sekarang “Lombok” bukan Lombo’. Versi lain menamakan suku sasak berasal dari sang saka. Dari tulisan lain, dari seorang pujangga terkenal di zaman Majapahit, yaitu Prapnca menulis nama Lombok, “Lombo’ Mirah Sasak Adi”. Nama sasak dan Lombok mempunyai kaitan yang erat sehingga tidak dapat dipisahkan. Ia terjalin menjadi satu, yang berasal dari kata Sa’sa’ Lombo’ yang dalam sasak berarti Sa’= satu, dan Lombo’ =Lurus. (Lombok Post 23 Mei 2012).

Hari Tahun Koperasi Internasional  (Internatiional Year of Coorprative/IYC) digelar. Kegiatan ini untuk mendorong, mempromosikan serta meningkatkan kesadaran tentang kontribusi koperasi terhadap pengembangan social dan ekonomi. Selain juga untuk mempromosikan pertumbuhan koperasi di berbagi Negara, dan ini sesuai resolusi Perwkilan Bangsa Bangsa nomor A/RES/4/136 yang menetapkan 2012 sebagai IYC. Asisten II pemprov NTB yang membidangi ekonomi Abdul Haris mengatakan, IYC yang akan dibuka langsung Menteri Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Hotel Lombok Raya yang berlangsung dari tanggal 22 hingga 25 mendatang. Acara ini akan dihadiri sekitar 500 tamu. Yakni peserta dari berbagai Negara, pejabat Kemenkop, Kepala Dinas Koperasi dn UMKM se-Indonesia, koperasi besar dan peserta lainnya. “Kegiatan ini sangat mendukung Program Visit Lombok Sumbawa kita,” kata Haris di ruang media center kantor Gubernur, Senin kemarin (21/5). (Radar Lombok 22 Mei 2012).

Disamping pemberitaan tetang Gawe Beleq Mirah Sasak Adi dan  Internatiional Year of Coorprative/IYC, ada berberapa berita juga yang sering dibahas yakni tentang Pemerintah Persulit Kepemilikan Rumah, Warga Ahmadiyah, Program Bumi Sejuta Sapi, Pengembangan kawasan Mandalika, Ketua fraksi Hanura DPR RI  Sunardi Ayub dilaporkan ke Badan Kehormatan DPR .

Dari berita-berita tersebut ada satu berita yang  menjadi perhatian pemantau, yakni  Kematian akibat gizi buruk di NTB terus terjadi, dan tren angka kematian akibat gizi buruk ini terus naik. Gizi buruk masih saja terjadi di NTB yang selalu dikalaim daerah lumbung pangan. Angka penderita gizi buruk pun terus naik termasuk yang meninggal dunia. Penderita gizi buruk biasanya di sertai penyakit penyerta yang juga memperparah kondisi tubuh dari penderita gizi buruk ini. Seperti yang terungkap di Rumah Sakit Umum Provinsi NTB, hingga Mei ini ada empat kasus bayi atau anak yang menderita gizi buruk, dua diantranya meninggal dunia. (Radar Lombok  21 Mei  2012). Hal ini menjadi perhatian kita semua terutama Pemerintah daerah kabupaten/Kota harus bekerja keras mengurangi, bahkan meniadakan kasus gizi buruk.

Hasil pemantaun dari 21 sampai dengan 26  Mei 2012 pemantau tidak menemukan perilaku media yang kurang baik.

Be Sociable, Share!

Tentang Penulis

Dilahirkan di Pemenang, Lombok Utara pada tanggal 31 Desember 1979. Ia adalah seorang wirausaha yang aktif dalam kegiatan di komunitas lokalnya, Komunitas Pasir Putih. Selain itu ia juga ambil bagian dalam kegiatan pemantauan media lokal berbasis komunitas bersama Forum Lenteng.

Lihat semua tulisan

4 Komentar pada "Gawe Beleq Lombok Mirah Sasak Adi"

  1. Hafiz 27 Mei 2012 pukul 11:16 · Balas

    Canggih Maldi!

    • Lalu Maldi 24 Juni 2012 pukul 11:05 · Balas

      gak segitunya bang…masih belajar memahami apa yang menjadi kewajiban kita sebagai masyarakat lokal….

  2. Karyadi Idangan 31 Mei 2012 pukul 15:48 · Balas

    Luar bisa bagi para tokoh sasak yang telah memprakarsai acara GAWE BELEQ ini, semoga kedepan Even Budaya seperti ini lebih sering diadakan agar Generasi kita dapat mengenal budaya sendiri.
    Tapi even-even seperti ini jangan sampai anget-anget tain manuk, maju trus budaya sasak…….

    • Lalu Maldi 24 Juni 2012 pukul 11:02 · Balas

      saya juga berharap begitu..moga tidak sampai hanya disini saja…agar generasi penerus lebih memahami sejarah dan budaya sasak….

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung - Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org



© Agustus 2008 - 2012 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Dongeng Rangkas // Naga // Radio akumassa //