Pemberitaan Yang Membingungkan

Kegiatan pemantauan yang dilakukan pekan lalu, dimulai dari 7 hingga 13 Mei 2012, memperlihatkan pemberitaan mengenai isu Good Governance mendominasi isi berita surat kabar Radar Surabaya dan Surabaya Post. Isu Good Governance yang terangkum, memperlihatkan prosentase sebesar 95.161%, disusul dengan isu Kriminalitas 3.225% dan isu Hak Asasi Manusia 1.612%. Data-data ini didapat dari hasil pemantauan surat kabar Radar Surabaya. Sedangkan untuk surat kabar Surabaya Post, data-data yang dapat dirangkum berdasarkan urutan prosentasenya, pemberitaan mengenai isu Good Governance selama sepekan dengan jumlah 98.214% dan isu Kriminalitas sebesar 1.785%.

Radar_Surabaya_Halaman_1_10_Mei_2012

Radar_Surabaya_Halaman_1_10_Mei_2012

Radar Surabaya—Kamis, 10 Mei 2012, memuat berita pada halaman pertama, dengan judul berita; ‘Pacaran, Mahasiswa Diperas 3 Polisi’, artikel berita ini juga disertai 1 grafis yang menggambarkan kronologi dugaan pemerasan yang dilakukan.

Surabaya_Post_Halaman_7_10_Mei_2012

Surabaya_Post_Halaman_7_10_Mei_2012

Surabaya Post—Kamis, 10 Mei 2012, memuat berita sama pada halaman tujuh, dengan judul berita; ‘Serempet Mobil Patroli, Diperas Rp 20 Juta’. Tanpa foto maupun grafis.

Berita yang disajikan kedua surat kabar ini, pada dasarnya memiliki inti yang sama, yaitu keduanya menyajikan laporan kronologis dugaan pemerasaan oleh tiga anggota polisi patroli dengan tuduhan mesum di dalam mobil oleh pelapor—dua mahasiswa (Rico dan Ana) Fakultas Kedokteran Hewan salah satu perguruan tinggi ternama di Surabaya—yang diadukan kepada pihak polisi melalui Provost Polrestabes Surabaya. Kejadian ini terjadi pada hari Minggu (6/5) dan laporan masuk pada hari Rabu (9/5). Ketiga polisi ini, dalam cerita pelapor yang disajikan kedua media tersebut, meminta uang sebesar Rp 20 juta agar kasus ini tidak diproses keranah hukum. Sedangkan kedua mahasiswa hanya menyanggupi Rp 12 Juta. Lalu keduanya diantar ke ATM untuk mengambil uang.

Dalam pemberitaan ini, pada masing-masing alenia terakhir berita, disajikan juga sanggahan yang dilontarkan Kasat Sabhara Polrestabes Surabaya AKBP Iwan Setiawan, bahwa kejadian pemerasaan dengan tuduhan mesum dalam mobil oleh tiga anggota polisi patroli—Brigadir Bram Yuda, Brigadir Danang Budiyawan dan Briptu Firdaus—tidak benar. AKBP Iwan Setiawan menegaskan tidak ada pemerasan oleh anggotanya. Kedua mahasiswa ini dikejar dan dicegat mobil polisi lantaran menyerempet mobil patroli. Kasus inipun telah diselesaikan secara kekeluargaan. Tapi seperti yang dimuat dalam Surabaya Post di akhir tulisan, bahwa AKBP Iwan Setiawan enggan merinci seperti apa upaya penyelesaian secara kekeluargaan dilakukan.

Surabaya_Post_Halaman_7_11_Mei_2012

Surabaya_Post_Halaman_7_11_Mei_2012

Isu ini kembali muncul pada surat kabar Surabaya Post—Jumat, 11 Mei 2012, halaman tujuh, dengan judul berita; ‘Kapolrestabes: Anggota Patroli Minta Ganti Rugi’. Tanpa foto maupun grafis.

Pemberitaan pada edisi ini, berisi tentang bantahan keras yang disampaikan Kapolrestabes Surabaya Tri Maryanto bahwa anggota Satuan Sabhara Polrestabes Surabaya terlibat pemerasan seperti yang dilaporkan oleh pelapor, yang diberitakan pada edisi sebelumnya. Tidak ada pemerasan, menurutnya tiga anggotanya hanya meminta ganti rugi, atas penabrakan mobil patroli. Disampaikan pula, bahwa saat itu karena kedua pengendara ini menabrak mobil patroli, maka kedua nya akan diproses hukum, tapi gagal karena kedua pengendara menawarkan kompensasi akan memperbaiki kerusakan mobil patroli.

Karena kejadianya malam hari, maka bengkel tidak ada yang buka sehingga mobil patroli tidak bisa diperbaiki malam itu. sehingga pelaku penabrakan akan mengganti dengan uang tunai dan meminta polisi untuk menyebut angka berepa rupiah uang pengganti untuk kerusakan mobil itu. “Penabrak meminta polisi sebut angka berapa rupiah kerusakan mobil patroli yang mereka tabrak,”ungkapnya.

Setelah pelaku penabrakan meminta “jalan damai” kepada polisi untuk tidak melanjutkan permasalahan tersebut ke ranah hukum dengan menawarkan kompensasi kerugian uang pengganti kerusakan, malah mereka menuduh polisi melakukan pemerasan. “Setelah mereka meminta polisi sebut angka, lalu dia tuduh polisi memeras,”tandasnya.

Dapat dilihat, kebenaran dan kejelasan pemberitaan sangatlah simpang siur. Diakhir tulisan disebutkan bahwa Rico dan Ana yang informasinya adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan salah satu pergururan tinggi ternama di Surabaya belum bisa dilacak keberadaannya.

Dalam kasus seperti ini, sepertinya pernyataan dari ketiga polisi yang namanya disebutkan dalam laporan pengaduan yang dilakukan kedua penabrak ini harus diikut sertakan. Melihat kemungkinan fakta lain yang dapat diperoleh secara jelas. Dan jika pelapor dapat dimintai keterangan secara langsung (artinya telah ditemukan keberadaannya), maka kasus ini sepertinya akan menemui titik terangnya. Letak kebenarannya akan jelas. Dengan demikian tidak ada opini yang terbentuk dalam masyarakat tentang kasus yang seolah membuat buruk citra polisi maupun mahasiswa. [jss]

Be Sociable, Share!

Tentang Penulis

Salah seorang kontributor perwakilan surabaya-jawa timur dalam program pemantauan media berbasis komunitas ini lahir di Wonosobo, Januari 1988. Saat ini masih menyandang status sebagai mahasiswa di Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional " Veteran " Jawa Timur. Selain itu ia merupakan anggota dari Komunitas Kinetik Surabaya yang didirikan pada tahun 2010 dan bekerjasama dengan Forum Lenteng dalam program akumassa.

Lihat semua tulisan

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung - Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org



© Agustus 2008 - 2012 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Dongeng Rangkas // Naga // Radio akumassa //