Berita Good Governance seputar Pembangunan Jalan, dan Masalah Sistem Perparkiran

Sepekan pemberitaan di harian Tangsel Pos masih tetap di dominasi isu good governance.Sebanyak 17 berita membahas seputar good governance selebihnya berita-berita tentang kriminalitas. Dari berbagai macam berita seputar good governance, saya mengambil isu pembangunan jalan dan permasalahan sistem perparkiran yang mengemuka dalam sepekan pemberitaan di harian Tangsel Pos. Adapun harian Suara Tangsel pada pekan ini tidak terbit lantaran ada pembenahan.

Headline Tangsel Pos Edisi Kamis 10 Mei 2012. Courtesy: Harian Tangsel Pos

Berita tentang pembangunan jalan dimuat pada dua edisi yakni edisi hari Senin, Mei 2012 dan Kamis, 10 Mei 2012.Pada edisi Senin, 7 Mei 2012 mengangkat berita tentang tiga proyek pembangunan jalan diantaranya Jalan Ciputat-Serpong, Jalan Makam Pahlawan Seribu dan Jalan Siliwangi. Tiga pembangunan jalan ini menghabiskan anggaran sebesar Rp 16,8 miliar. Tidak hanya jalan, dua Situ akan dilakukan revitalisasi oleh Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane-Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum, akan dilakukan paling lambat minggu depan (Tangsel Pos, 7/5/2012). Selanjutnya, pada edisi Kamis, 10 Mei 2012 harian Tangsel Pos menurunkan laporannya tentang rencana Pemerintah membangun Fly Over di kawasan Gaplek, Pamulang. Dari dua pemberitaan tentang pembangunan jalan ini alasan yang mendasar ialah mengurangi beban kemacetan. Dalam edisi Senin, 7 Mei 2012 ditambahkan bahwa Jalan Raya Ciater akan dimasukan dalam anggaran perubahan untuk proyek pelebaran jalan. Kemudian, harian Tangsel Pos menambahkan untuk rencana pembangunan Fly Over Gaplek alokasi anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 10 miliar untuk pembangunan fisik dan akanada penambahan. Disamping itu alokasi anggaran untuk pembebasan lahan ditaksir Rp 48 miliar.

Sementara itu, menyangkut pemberitaan masalah sistem perparkiran harian Tangsel Pos menyorotinya dalam beberapa edisi terbitnya.Dalam tiga hari berturut-turut (edisi 8,9,10 Mei 2012) memuat seputar permasalahan peparkiran yang dinilai pihak operator parkir tidak profesional dalam menjalankan tugas  pengelolaannya. Hal ini dipicu dari operator parkir SOS Parking yang mengelola parkir di komplek ruko Golden Road, ITC BSD, Serpong dinilai tidak profesional. Pasalnya, sejumlah pengguna jasa parkir merasa dirugikan atas sistem pengelolaan parkir tersebut.Salah satu ketidakprofesionalan, yakni SOS Parking kerap kali lamban dalam mengurus pelanggan parkir bulanan. Selain itu, SOS Parking juga tidak menerapkan batas maksimal bea parkir alias dihitung perjam. Artinya, jika pelanggan memarkir kendaraan selama 24 jam, maka si pelanggan harus membayar Rp 24.000 (Tangsel Pos, 8/5/2012).Imbasnya pada edisi 9 Mei 2012 harian Tangsel Pos menulis akibat banyaknya  keluhan yang dialamatkan ke pihak SOS Parking maka operator parkir tersebut berjanji untuk mengganti kerugian pengguna jasa parkir yang dalam hal ini menimpa karyawan harian Tangsel Pos yang berkantor di ITC BSD Serpong. Kemudian, pada edisi Kamis, 10 Mei 2012 akibat mismanagemen pengelola parkir SOS Parking rencananya akan dipanggil oleh Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kota Tangerang Selatan. Pemanggilan ini terkait SOS Parking ITC BSD menerapkan tairf begitu tinggi sehingga memberatkan konsumen (Tangsel Pos, 10/5/2012).Harian Tangsel Pos lanjut menulis, Kepala Seksi Parkir dan Terminal Dishubkominfo H. Ika menjelaskan saat ini pihaknya sedang mengkaji Peraturan Daerah (perda) tentang pepakiran.Diharapkan pada Mei ini sudah rampung.

Disamping tema pemberitaan diatas, dalam sepekan ini harian Tangsel Pos menurunkan laporan tentang kebijakan Pemkot yang akan mengaudit lingkungan setiap bangunan pada Juni mendatang. Tangsel Pos menambahkan, dengan adanya kebijakan audit ini berdampak pada perusahaan properti di Tangsel yang terancam gulung tikar.Adanya audit seperti ini nantinya perusahaan yang memiliki bangunan diwajibkan untuk mentaati hukum lingkungan berdasarkan Undang-undang Lingkungan Nomor 32 tahun 2009. Sedangkan bagi perusahaan yang sudah terlanjur berdiri namun belum mengikuti aturan hukum lingkungan yang ada, maka diberikan peringatan untuk melengkapi kekurangannya.Kebijakan ini menyangkut izin Amdal, UKL UPL, Izin penataan ruang dan sebagainya (Tangsel Pos, 9/5/2012).Hemat saya, informasi ini penting bagi pembangunan yang ada di Kota Tangerang Selatan dan setiap pemangku kepentingan sangat berkepentingan dalam pembangunan seperti kebijakan audit lingkungan dan rencana pembangunan jalan baik pelebaran maupun pembangunan Fly Over yang berdampak pada kelangsungan hidup warga kotanya. Selebihnya, berita tentang kriminalitas aksi perampokan bersenjata api yang seakan belum tuntas. Kali ini minimarket  Alfamidi di Lengkong Gudang Timur, Kecamatan Serpong apes  disantroni perampok yang bersenpi (senjata api).

Selama sepekan pemantauan, apa yang diberitakan oleh harian Tangsel Pos sudah memberikan informasi yang berguna bagi kepentingan publik diantaranya rencana Pemerintah untuk melakukan pembangunan beberapa ruas jalan dan pembangunan Fly Over untuk mengurai kemacetan. Tak berhenti disitu saja konteks pembangunan kota juga harus melihat sisi manusiawinya dan kelayakannya dan peran media sebagai menyampai informasi sangat penting disini. Informasi yang penting lainnya adalah pertambahan jumlah penduduk Provinsi Banten sebanyak 700 ribu jiwa per tahun (September 2010-September 2011). Laju pertambahan penduduk Provinsi Banten seperti yang ditulis harian Tangsel Pos adalah paling tinggi berada di Kota Tangerang Selatan yang mencapai angka 4,2 persen per tahunnya.  Khusus untuk harian Suara Tangsel seperti yang telah saya sebut di awal, pada pekan ini tidak terbit.Saya telah mengkonfimasi kepihak harian Suara Tangsel.Katanya untuk sementara tidak terbit karena ada konsolidasi.Hemat saya, ini menjadi kejanggalan dan keanehan tersendiri. Pasalnya, pada paruh pertama bulan April 2012 juga tidak terbit dengan alasan sedang melakukan perombakan dan setelah itu selama sepekan terbit dengan desain dan format baru namun kembali lagi pada awal bulan Mei ini tidak terbit dengan alasan sedang melakukan “konsolidasi”. Saya tidak tidak tahu persis alasan konsolidasi tersebut. Dan pihak harian Suara Tangsel berjanji dalam edisi pekan depan akan terbit.[rrk]

Be Sociable, Share!

Tentang Penulis

Renal Rinoza lahir di Jakarta, 8 Maret 1984. Tahun 2004 kuliah di Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan lulus tahun 2010. Tahun 2007 sempat kuliah di Program E.C Ilmu Filsafat Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta. Sehari-hari bergiat Komunitas Djuanda dan aktif menulis di Jurnal Footage, akumassa.org, dan Program Pemantauan Media akumassa.org.

Lihat semua tulisan

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung - Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org



© Agustus 2008 - 2012 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Dongeng Rangkas // Naga // Radio akumassa //