Judul dan Ilustrasi yang Tak Bijak

Potongan Gambar dari Radar Depok, edisi 2 Mei 2012

Hasil pemantauan yang dilakukan dari tanggal 30 April hingga 6 Mei 2012 terhadap Radar Depok, Monitor Depok dan Jurnal Depok menunjukkan bahwa good governance menjadi isu yang paling banyak dibahas. Dari 148 artikel yang telah dipantau, 56,756% merupakan isu good governance, 15,540% lingkungan hidup, 10,135% HAM, 9,459% kriminalitas, dan 8,108% isu perempuan dan/atau anak.

Isu good governance yang hangt dibahas di Kota Depok oleh ketiga koran lokal tersebut masih berkutat pada soal kebijakan One Day No Rice Pemerintah Kota Depok yang mulai mendapat keluhan karena menggunakan bahasa asing, ditambah dengan persoalan kebijakan tentang pemberlakukan pelarangan usaha 24 jam bagi minimarket di Kota Depok, yang sudah berlaku secara resmi Bulan Mei ini. Berita tentang mutasi beberapa pejabat yang dilakukan oleh Walikota juga mewarnai halaman suratkabar di penghujung minggu lalu. Berita tentang ujuan nasional (UN) tingkat sekolah dasar (SD) juga masuk dalam kategiru good governance karena terkait dengan kebijakan Dinas Pendidikan.

Yang cukup mendapat perhatian dari pemantau ialah artikel yang dapat masuk dalam kategori good governance, tetapi mengandung unsure pencitraan. Pada awal-awal minggu, Radar Depok cukup gencar memberitakan kegiatan yang dilakukan oleh Dahlan Iskan, dengan sajian tulisan yang penuh pujian kepadanya.

Isu perempuan dan/atau anak juga menjadi perhatian pemantau pada minggu tersebut. Kasus tentang Amn (inisial yang digunakan oleh Monitor Depok) atau MAN (inisilah yang digunakan oleh Radar Depok) menjadi bahasan hangat, sehubungan dengan putusan Pengadilan Negeri Kota Depok yang memvonis si anak pelaku penusukan teman sekelasnya sendiri itu selama tiga tahun dengan dititipkan pada sebuah lembaga yayasan sosial, bernama Panti Sosial Marsudi Handayani Putra, Bambu Apus, Jakarta Timur. Putusan ini cukup mendapat pro-kontra, baik dari pohak korban maupun dari pihak Komnas Perlindungan Anak yang membela kepentingan MAN sebagai terdakwa di bawah umur.

Terdapat satu artikel yang pemantau anggap sebagai bentuk kesalahan dari pelaku media dalam menyajikan beritanya. Berita itu pun pemantau kategorikan dalam isu perempuan dan/atau anak. Artikel yang dimaksud berjudul “SPG Seksi Dimarahi Nur” (Radar Depok, edisi 2 Mei 2012). Jika kita baca, substansi artikel itu sesungguhnya berbicara tentang kebijakan Pemkot yang melarang penjualan rokok di kawasan Balaikota, Depok, sehingga sang Walikota marah ketika mendapati agen perusahaan rokok menjual produk mereka di kawasan tersebut. Secara kebetulan, agen yang dijumpai oleh Walikota adalah perempuan. Namun, yang menjadi masalah ialah pemilihan judul dan ilustrasi yang disajikan oleh pihak Radar Depok yang justru melabel atau mendiskreditkan pihak perempuan dan juga berpotensi memberikan semacam sesat informasi kepada pembaca. Pemantau harap, hal ini dapat menjadi perhatian bagi pihak Radar Depok untuk lebih bijak dalam menyajikan artikel beritanya.

Selama pemantauan minggu lalu, tidak ditemukan perilaku media di lapangan yang dianggap menyimpang.

Be Sociable, Share!

Tentang Penulis

Manshur Zikri (21 tahun) adalah seorang mahasiswa Program Studi Kriminologi, FISIP, Universitas Indonesia. Saat ini dia menjadi salah seorang pemantau dalam Program Pemantauan Media Berbasis Komunitas, Forum Lenteng, untuk perwakilan lokasi Kota Depok. Selain aktif berkegiatan di Forum Lenteng, Zikri juga aktif dalam kegiatan jurnalisme warga bersama komunitas akumassa Depok, SUBURBIA, yang mengkaji persoalan sosial, budaya dan media di Kota Depok dan sekitarnya.

Lihat semua tulisan

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung - Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org



© Agustus 2008 - 2012 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Dongeng Rangkas // Naga // Radio akumassa //