Suara Tangsel Tampil Baru Seiring Mencuatnya Kasus Pembunuhan dan Banjir

Rupanya, selama sepekan lebih, ketiadaan harian Suara Tangsel disebabkan adanya perubahan tampilan koran tersebut. Pada galibnya, harian Suara Tangsel hanya sedikit memuat informasi-informasi atau berita mengenai Kota Tangerang Selatan. Kini, dengan format tampilan baru harian ini telah merestrukturisasi setiap rubrik-rubrik dan, tentunya, muatan informasi mengenai beberapa wilayah di Kota Tangerang Selatan terakomodir, termasuk topik-topik yang menyangkut good governance, HAM, perempuan dan/atau anak, kriminalitas dan lingkungan hidup. Pada pekan ini, harian Suara Tangsel kembali terbit mulai edisi Kamis, 19 April 2012. Disamping itu, di harian Tangsel Pos, seperti biasa, memuat informasi-informasi yang berkenaan dengan persoalan di tata pemerintahan Kota Tangerang Selatan dan pemberitaan menghebohkan mengenai pembunuhan mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat. Selebihnya, informasi di kedua media baik harian Tangsel Pos dan harian Suara Tangsel adalah pemberitaan mengenai banjir yang melanda ruas jalan Tol dan beberapa perumahan.

Tampilan Rubrik per Wilayah Di Suara Tangsel. Courtesy: Harian Suara Tangsel

Mengenai tampilan baru harian Suara Tangsel, ialah dengan meredesain rubrik dengan pembagian per wilayah di wilayah Tangsel. Dalam pembagian ini, termuat 6 halaman yang menghimpun rubrikasi per wilayah. Seperti tampilan pertama, dibuka dengan rubrik Urban Tangsel. Rubrik ini memuat informasi-informasi tentang lingkungan sosial di Tangsel, seperti pada edisi Kamis, 19 April 2012 yang menyoroti permasalahan sampah di Pasar Ciputat yang masih saja tak tertangani, padahal belum lama ini Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany melakukan sidak. Kemudian pada edisi Jumat, 20 April 2012 menyoroti tentang maraknya Orang Gila yang berkeliaran di beberapa titik di Tangsel. Halaman berikutnya, ialah rubrik Kota, rubrik ini memuat informasi-informasi di pusat pemerintahan Kota Tangerang Selatan yang berhubungan seputar kebijakan publik dan pemerintahan Kota Tangsel. Halaman berikutnya, rubrik Ciputat-Ciputat Timur, dalam rubrik ini memuat informasi yang mengemuka di wilayah tersebut termasuk isu good governance, kriminalitas, lingkungan hidup, dsb. Begitu pun seterusnya rubrik-rubrik per wilayah lainnya seperti rubrik Pamulang-Setu, rubrik Pondok Aren-Bintaro, dan rubrik Serpong-Serpong Utara-BSD. Kemudian, di halaman berikutnya rubrik lain di luar rubrik Tangsel adalah rubrik Banten Raya, Jabodetabek, Ekonomi & Bisnis dan Ragam. Pada tampilan baru ini, khusus untuk edisi hari Jumat, pihak Suara Tangsel menggabungkan edisi tersebut bersama edisi hari Sabtu dan Minggu sehingga menjadi edisi Jumat-Minggu dan untuk pekan depan mungkin akan sama dengan edisi pekan ini yang menggabungkan tiga hari menjadi satu edisi di akhir pekan.  Dalam tampilan barunya in,i harian Suara Tangsel lebih banyak memberitakan seputar informasi mengenai lingkungan hidup, baik dalam headline maupun rubrik lainnya. Informasi yang mengemuka ialah seputar banjir yang melanda beberapa titik di Tangsel seperti banjir yang melanda kawasan Jalan Aria Putra-Jombang yang menyebabkan kelumpuhan total. Banjir besar juga melanda beberapa perumahan lainnya dan juga melumpuhkan arus lalu lintas di ruas tol Jakarta-Serpong, informasi ini dimuat menjadi headline oleh harian Tangsel Pos edisi Jumat, 20 April 2012. Kembali ke harian Suara Tangsel yang banyak memberitakan topik lingkungan hidup, menurut data rekapitulasi matriks mingguan, didapat sebanyak 12 berita mengenai lingkungan hidup di kedua edisi harian Suara Tangsel, menyusul berita good governance ditempat kedua. Sebaliknya, selama  sepekan ini harian Tangsel Pos memuat 15 berita tentang good governance dan 3 berita tentang lingkungan hidup.

Headline Tangsel Pos Edisi Selasa 17 April 2012. Courtesy: Harian Tangsel Pos

Dalam sepekan ini, pemberitaan kasus pembunuhan mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah, harian Tangsel Pos memuatnya dalam 3 edisi berturut-turut. Kasus ini menjadi headline di dua edisi, hari Selasa 17 April 2012 dan Rabu 18 April 2012. Sedangkan edisi Kamis, 19 April 2012 dimuat di rubrik lain. Judul headline pun ditulis dengan bombastis, “Misteri Mayat Wanita Berjilbab Terkuak; Mahasiswi UIN Digorok”, “Besok, UIN Gelar Zikir untuk Izzun; Polisi Terus Buru Pelaku Penggorok Mahasiswi UIN”, demikianlah judul headline yang termuat di dua edisi harian Tangsel Pos.

Berdasarkan amatan saya, mengenai perubahan tampilan Harian Suara Tangsel yang selama sepekan lebih menghilang dan kemudian tampil dengan wajah barunya adalah sebuah terobosan, dan pengembangan harian Suara Tangsel yang memberikan porsi lebih besar pada pemberitaan seputar dinamika Kota Tangerang Selatan. Sebelumnya, harian Suara Tangsel, berdasarkan pantauan saya selama dua bulan atau sejak pertama kali saya memantau di bulan Februari 2012, terasa sangat miskin sekali porsi pemberitaan mengenai Tangsel dan lebih banyak memuat informasi-informasi yang letak urgensinya sama sekali tidak penting bagi pembaca. Kenapa, ia hanya memuat informasi-informasi sekedarnya dan asal comot informasi yang tidak mempunyai relevansi apapun dengan Kota Tangerang Selatan, walaupun ada beberapa informasi yang dimuat namun tidak mencerminkan ke-Tangsel-an itu sendiri. Dus, tampilan baru yang saya amati lebih dapat memenuhi sidang pembaca meskipun dalam dua edisi ini informasi yang dimuat lebih banyak tentang lingkungan hidup, seperti memuat informasi mengenai persoalan sampah dan banjir. Terlepas dari itu, hal yang amat disayangkan adalah ketiadaan terbit lantaran perubahan tampilan. Selain itu, keterangan yang saya peroleh sebelumnya dari penjual lapak, yakni tentang kabar adanya ketidakbecusan sales koran mengantarkan dan desas-desus koran tersebut tutup. Namun, setelah saya konfirmasi pada hari Rabu, 18 April 2012 ke kantor redaksinya, dalam hari ini sudah terbit dan dia tidak menjelaskan secara spesifik kenapa tidak terbit sebelumnya. Baru dihari berikutnya, Kamis, 19 April 2012 koran tersebut beredar di lapak koran.

Headline Tangsel Pos Edisi Jumat 20 April 2012. Courtesy: Harian Tangsel Pos

Pantauan sepekan ini memberikan kejutan, baik dari sisi pemberitaan maupun terbitnya kembali harian Suara Tangsel. Dalam sisi pemberitaan, kejutan berada di pemberitaan harian Tangsel Pos yang memuat informasi seputar terungkapnya sosok mayat perempuan yang terbunuh. Ternyata, sosok mayat tersebut adalah mahasiswi UIN Jakarta yang dalam tiga edisi diberitakan dan dalam dua edisi masuk menjadi headline. Namun patut disayangkan adalah penggunaan bahasa jurnalistiknya yang kurang baik, yaitu penggunaan kata “Digorok”, dan “Penggorok”. Hemat saya, pemilihan kata tersebut berdampak pada persepsi pembaca minimal saya sendiri yang terasa berlebihan, bombastis dan menyeramkan. Di sini, saya tidak mengarahkan kepada sesuatu yang ideal dalam penggunaan bahasa jurnalistik, namun yang perlu dicermati ialah penyederhanaan penggunaan kata agar tidak memberikan tafsiran yang menyeramkan seperti kata Digorok dan Penggorok. Kejutan lainnya, di kedua harian memuat informasi banjir yang membuat lumpuh beberapa ruas jalan, perumahan bahkan menyebabkan lumpuhnya jalan tol Jakarta-Serpong. Terakhir, pemberitaan mengenai Ujian Nasional (UN) tingkat SMA sederajat beserta aksi corat-coret pelajar selepas melaksanakan UN. 

Be Sociable, Share!

Tentang Penulis

Renal Rinoza lahir di Jakarta, 8 Maret 1984. Tahun 2004 kuliah di Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan lulus tahun 2010. Tahun 2007 sempat kuliah di Program E.C Ilmu Filsafat Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Jakarta. Sehari-hari bergiat Komunitas Djuanda dan aktif menulis di Jurnal Footage, akumassa.org, dan Program Pemantauan Media akumassa.org.

Lihat semua tulisan

3 Komentar pada "Suara Tangsel Tampil Baru Seiring Mencuatnya Kasus Pembunuhan dan Banjir"

  1. abi 23 April 2012 pukul 12:08 · Balas

    Aihh!!!! Analisa yang tajam :)

  2. Khairul Anwar 4 Mei 2012 pukul 20:44 · Balas

    terimakasih sudah memberikan analisa’y mengenai masalah ini,
    menurut kka Suara Tangsel tuhh harus’y bagaimana sihh?
    sy peserta seminar jurnalistik SMAN 5 tangsel

Lacak balik untuk tulisan ini

  1. Tiga Bulan Memantau, Proporsi Isu Tidak Seimbang | ( akumassa )

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung - Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org



© Agustus 2008 - 2012 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Dongeng Rangkas // Naga // Radio akumassa //