Tangani Banjir Sambelia Perlu Grand Design

(Kutip dari Radar Lombok 19 maret 2012)

Selama saya memantau dua media lokal yakni Radar Lombok dan Lombok Post isu good governance masih paling banyak mengisi lembaran kedua media lokal tersebut yang mencapai 77,08333 %, isu kriminal 10,41667 %, isu lingkungan hidup 12,5 % dari 48  jumlah berita.

isu good governance yang selalu mendominasi isi berita, namun beritanya tidak fokus pada satu persoalan. Sedangkan isu lingkungan hidup yang jumlahnya 12,5 %, isi beritanya dari tanggal 19 sampai dengan 22 Maret pada Radar Lombok masih berkisar pada pada masalah banjir bandang dan angin kencang.

Banjir bandang yang terjadi di Wilayah Sambelia, memerlukan penanganan khusus, sehingga ke depan hal ini tidak kembali terulang-ulang. Karena itu diperlukan Grand Design yang melibatkan pemerintah Provinsi.  Hal tersebut dikatakan Buapati Lotim, HM Sukiman Azmi, usai rapat koordinasi dikantor Camat Sembalun, Sabtu sore ( 17/3 ) lalu. Sebelumnya, Bupati sempat meninjau dua lokasi pengungsian yang ada di Sembalun dan menyerahkan bantuan langsung yang dibawa, berupa 10 ton beras, ratusan paket makanan instan, biscuit, air mineral, dan ratusan bungkus sarung dan selimut.

Memasuki hari ke enam sejak Sembalun dan Sambelia dilanda badai, hujan dan angin kencang, yang mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan tersebut, kini kondisinya bersangsur pulih.  Sebagian penghuni posko  pengungsian berangsur angsur kembali, meski belum seluruhnya. Koordinator penanganan Bencana, Dandim 1615 Lotim Infantri Armansyah malah mengatakan jika kondisi saat ini kembali normal.  

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) NTB Dwi Sugiyanto mengungkapkan, jika perbaikan tiga jambatan yang rusak akibat banjir bandang di Lombok Timur membutuhkan dana hingga puluhan miliar.  Tiga jambatan yang putus akibat banjir bandang terletak di Sembalun, Obel-obel yang menghubungkan Sembalun dan Sambalia serta di Belanting. “Ada tiga titik memang jembatan yang rusak,” kata Dwi senin kemarin ( 19/3 ).   

Dari hasil pemantauan saya selama beberapa hari, dari 19 sampai dengan 24 Maret 2012  pada Lombok Post saya tidak menemukan isu lingkungan hidup yang berkaitan dengan bencana banjir dan angin kencang yang melanda Lombok, pada saat ini masih hangat-hangatnya dibicarakan masyarakat.

Sejauh ini Radar Lombok cukup tanggap dalam memberitakan berita-berita yang memang dibutuhkan masyarakat kalangan menengah kebawah.

Be Sociable, Share!

Tentang Penulis

Dilahirkan di Pemenang, Lombok Utara pada tanggal 31 Desember 1979. Ia adalah seorang wirausaha yang aktif dalam kegiatan di komunitas lokalnya, Komunitas Pasir Putih. Selain itu ia juga ambil bagian dalam kegiatan pemantauan media lokal berbasis komunitas bersama Forum Lenteng.

Lihat semua tulisan

2 Komentar pada "Tangani Banjir Sambelia Perlu Grand Design"

  1. Muh. Sibawaihi 26 Maret 2012 pukul 21:38 · Balas

    Alam…. Kalo udah gak rusak gak diperhatikan…..!!!! Alam selalu menajdi anak tiri….!!!!
    Di Pusuk,.,,, dan beberapa kawasan Kec. Pamenang n Tanjung dalam satu bulan ini… Lebih dari 15 kejadian alam…. Muali dari longsor.,…. dan pohon tumbang…. belum lagi dermaga bangsal yang rusak karna Ombak gede… Alam punya Bahasa Sendiri…. !!!

  2. Muh. Sibawaihi 26 Maret 2012 pukul 21:39 · Balas

    Sory.//… Kalo Udah rusak maksudnya… :-)

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung - Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org



© Agustus 2008 - 2012 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Dongeng Rangkas // Naga // Radio akumassa //