Wajar, Serangan Ulat Bulu Belum Mendominasi

Foto_Laporan_Mingguan_Surat_Kabar_Surabaya_Post_08&10_Maret_2012

Foto_Laporan_Mingguan_Surat_Kabar_Surabaya_Post_08&10_Maret_2012

Data-data yang terkumpul dari pemantauan dua surat kabar lokal Surabaya ( Radar Surabaya dan Surabaya Post ) dalam kurun waktu 05 – 11 Maret 2012, Isu Good Governance masih menjadi isu yang paling sering diberitakan dua surat kabar tersebut. Surabaya Post memberitakan 62 berita (92.537%) yang berkaitan dengan isu Good Governance, kemudian disusul pemberitaan yang berkaitan dengan isu lingkungan hidup, ada 4 berita (5.97%) dan 1 berita kriminalitas (1.492%) dari total 67 berita selama sepekan. Sedangkan Radar Surabaya, tercatat ada 56 berita (88.888%) yang berkaitan dengan isu Good Governance. Kemudian pada urutan kedua, 7 berita (11.111%) yang berkaitan dengan isu kriminalitas dari total 63 berita selama kurun waktu sepekan lalu. Total keseluruhan berita dari dua surat kabar ini adalah 130 berita.

Isu-isu Good Governance dalam skala nasional maupun lokal masih berkutat pada isu tindak pidana korupsi, pembanguna infrastruktur kota ( seperti Jalan Lingkar Barat Dalam (JLBD) Surabaya ), rapat peraturan daerah mengenai Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), usaha Komisi C DPRD Surabaya yang menginginkan pemkot serius menertibkan keberadaan tower (menara telekomunikasi) yang tak berizin. Meskipun masih ada waktu tiga minggu bagi Satpol PP untuk melaksanakan penertiban itu, namun Komisi Bidang Pembangunan ini menginginkan, aparat pemkot itu segera melakukan langkah konkret untuk penertiban.

Sedangkan untuk isu berkepanjangan Kebun Binatang Surabaya (KBS), Tim Pengelola Sementara (TPS) bakal mengetati pengawasan masuknya plastik kedalam lokasi KBS. Itu dilakukan setelah kematian Jerapah bernama Kliwon, yang mati akibat mengkonsumsi plastik berlebihan.

Isu lingkungan hidup sangat sedikit diberitakan oleh dua surat kabar ini. Salah satunya mengenai wabah ulat bulu yang mengancam kenyamanan sejumlah warga Surabaya. Berdasarkan data Dinas Pertanian (Dispertan) Surabaya, kini sudah ada delapan dari 31 kecamatan di Surabaya di serang ulat bulu, antara lain kecamatan Wiyung, Jambangan, Gayungan, Genteng, Semampir, Mulyorejo, Rungkut, dan Wonocolo (Surabaya Post 08 Maret 2012). Munculnya ulat bulu di delapan kecamatan di Surabaya dinilai pemerintah kota masih dalam batas wajar. Karena dalam satu pohon masih terserang kurang dari 50% dari keseluruhan  batang pohon (Surabaya Post 10 Maret 2012).

Selama pemantauan sepekan ini, terhadap dua surat kabar (Radar Surabaya dan Surabaya Post ) lokal Surabaya, isi berita masih berkutat pada pemberitaan seputar pemerintahan daerah maupun pusat. Sedangkan untuk isu yang tak kalah penting seperti lingkungan hidup masih jarang sekali diberitakan. [ jss ]

 

Be Sociable, Share!

Tentang Penulis

Salah seorang kontributor perwakilan surabaya-jawa timur dalam program pemantauan media berbasis komunitas ini lahir di Wonosobo, Januari 1988. Saat ini masih menyandang status sebagai mahasiswa di Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional " Veteran " Jawa Timur. Selain itu ia merupakan anggota dari Komunitas Kinetik Surabaya yang didirikan pada tahun 2010 dan bekerjasama dengan Forum Lenteng dalam program akumassa.

Lihat semua tulisan

1 Komentar pada "Wajar, Serangan Ulat Bulu Belum Mendominasi"

  1. Lulus Gita 13 Maret 2012 pukul 11:53 · Balas

    Kalo ulet bulunya udah masuk gedung dinas Pemprov atau DPRD mungkin baru akan menjadi headline

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung - Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org



© Agustus 2008 - 2012 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Dongeng Rangkas // Naga // Radio akumassa //