Berita Penjualan Saham PAM Jaya Menghilang
Oleh Lulus Gita Samudra / pada 12 Maret 2012 / di DKI Jakarta, Good Governance // 1 Komentar
Terhitung sejak tanggal lima hingga sebelas Maret 2012, dari surat kabar Berita Kota dan Warta Kota, telah terpantau 129 berita. Isu good governance masih mendominasi dengan prosentase 55,81% (dari total berita keseluruhan). Kemudian disusul isu kriminal dengan prosentase 26,36% (dari total berita keseluruhan). Sisanya, 17,83% terbagi-bagi dalam tiga isu pokok lainnya, perempuan dan/atau anak, HAM dan lingkungan hidup.
Untuk isu good governance, di halaman muka masih didominasi isu-isu nasional. Isu lokal hanya menjadi bingkaian kecil. Namun, informasi seputar pertarungan politik untuk memperebutkan kekuasaan eksekutif di Jakarta mulai ramai di halaman dalam. Khusus untuk Berita Kota, harian ini juga sudah membuka poling melalu SMS bertema Calon Gubernur DKI pilihan pembaca.
Masih mengenai isu good governance. Semenjak hari Senin kemarin, pada rubrik metropolitan, baik pada Warta Kota dan Berita Kota secara intensif memberitakan kasus penjualan saham PAM Jaya yang secara ilegal yang dilakukan mitra kerjanya, PT Palyja dan PT Aetra. Hal ini sangat menarik, karena kasus penjualan saham PAM menimbulkan kekhawatiran warga Jakarta yang selama ini kebutuhan air bersihnya bergantung pada jasa PAM Jaya. Kekhawatiran ini menyangkut permasalahan kemungkinan adanya monopoli saham yang bisa merugikan negara dan warga Jakarta itu sendiri.
Semua pihak terkait mulai diperiksa satu per satu oleh Kejaksaan Tinggi Jakarta, termasuk DIrektur Utama PAM Jaya, Sriwidayanto Kederi. Namun sayangnya, berita ini hanya mendapat bagian di halaman dalam, tidak di halaman muka. Padahal informasi yang menyangkut hak warga Jakarta untuk mendapatkan kebutuhan air bersih ini sangatlah penting. Lebih disayangkannya lagi, kemunculan berita ini berhenti hingga hari Kamis, tidak muncul lagi pada hari-hari selanjutnya.
Sebelumnya saya sempat mencurigai berita ini sengaja dihilangkan, karena hal ini biasa terjadi di media massa ketika perusahaan yang sedang terlibat kasus, tiba-tiba memasang iklan secara besar-besaran di media tersebut agar kasusnya tidak terangkat. Namun, saya tidak mau berspekulasi dengan landasan asumtif belaka. Namun, yang terpenting, biar bagaimanapun juga sebaiknya isu penjualan saham PAM Jaya bisa menjadi prioritas kebijakan redaksi. Karena, hal ini bersangkutan langsung dengan kelayakan hidup warga Jakarta.
















1 Komentar pada "Berita Penjualan Saham PAM Jaya Menghilang"
siapa yang untouchable, siapa yang touchable???hayoooo!!!