Good Governance Terlalu Dominan

Pemantauan selama 27 Februari hingga 4 Maret 2012 menunjukkan bahwa isu good governance kembali menjadi isu yang paling hangat dibicarakan (67 berita atau 36,216% dari jumlah total 185 berita.red). Media yang paling banyak mengangkat isu ini adalah Serambi Indonesia (67 berita.red). Isu good governance yang dimaksud, di antaraya seputar masalah Penjabat (Pj) untuk bupati dan wali kota. Selain itu berita tentang banjir bandang yang terjadi di Tangse, Pidie, juga dominan diberitakan, dan pemberian bantuan oleh bakal calon gubernur/calon wakil gubernur serta  calon bupati/calon wakil bupati dan calon wali kota/calon wakil wali kota.

Pengawas Pemilu (Panwaslu) meminta para calon kepala daerah tersebut agar memberikan bantuan secara ikhlas tanpa mengharap dukungan pada Pilkada 9 April mendatang. Masalah logistik dan lingkungan Tangse, Kabupaten Pidie juga terus menjadi sorotan. Mulai dari terputusnya jalan, jembatan bailey (jembatan penyebrangan) yang belum bias difungsikan, sehingga masyarakat harus melewati aliran sungai untuk menyebrangkan kendaraan mereka.

Sementara itu, Prohaba didominasi oleh isu kriminalitas (29 berita, atau 49,152% dari jumlah total 59 berita dengan isu kriminalitas.red). Mulai dari kasus perampokan, pencurian, hingga masalah narkoba terus menjadi sorotan. Belakangan ini juga banyak terjadi kasus pembacokan, seperti yang terjadi di Aceh Utara terhadap tim sukses pasangan salah satu calon bupati di sana. Peneroran juga terjadi di Langsa terhadap tim sukses Irwandi/Muhyan, yang mana kasus ini belum diketahui mengarah kepada siapa pelakunya.

Sejumlah kasus pelanggaran juga dilakukan oknum kepolisian yang terlibat pemukulan, ada juga yang terjerat dan sampai dipecat secara tidak hormat gara-gara terbukti menggunakan sabu-sabu (SS). Isu lokal yang lainnya di Prohaba belum terlalu banyak muncul. Sepertinya fokus koran ini hanya pada masalah kriminal. Mulai dari kriminal yang terjadi di dunia internasional, nasional dan lokal.

Sejauh ini media belum ada media yang melakukan pelanggaran (yang ditemui di lapangan.red), hanya saja isu yang diangkat belum memenuhi harapan pembaca. Kalau melihat harian Serambi Indonesia, dapat dilihat bahwa media ini lebih banyak memunculkan isu politik, dan sedikit sekali mengangkat isu lainnya.  Padahal, jumlah halamannya lumayan banyak: 24 halaman. Begitu juga dengan Prohaba, yang kurang mengangkat isu lainnya yang dibutuhkan warga lokal. Misalnya saja, harga sembako yang hampir tidak pernah diberitakan lagi. Apakah mungkin karena dua media lokal ini masih menganggap semuanya normal?

Be Sociable, Share!

Tentang Penulis

Maina Sari, Lahir di Lambadeuk, Aceh Besar, 25 Agustus 1987. Lulusan Komunikasi Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN Ar-Raniry) Banda Aceh. Sekarang Aktif di Radio Flamboyant FM Banda Aceh dan Akumassa.

Lihat semua tulisan

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung - Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org



© Agustus 2008 - 2012 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Dongeng Rangkas // Naga // Radio akumassa //