Meradangnya Racun atau Tubo Belerang di Danau Maninjau

Dalam pemantauan selama seminggu ini, dari edisi 13 sampai 19 Februari 2012, pada Koran Padang Ekspres dan Serambi Pos, isu yang paling dominan adalah  good governance.

Selain isu good governace, isu tentang lingkungan hidup, yaitu tentang Tubo Belerang yang terjadi di Danau Maninjau, juga sering diberitakan. Terbukti bahwa mulai dari edisi 13 sampai 16 Februari 2012, pada Koran Padang Ekspres, terus saja ada informasi tentang perkembangannnya. Diawali dengan berita tentang “Meradangnya Racun atau Tubo Belerang”, yang menyebabakan lebih dari seratus  ton ikan keramba mati, “Petani Ikan Siap Bersihkan Danau”, “Desakan Terbitkan Perda”, “Pinggiran Danau Maninjau Jumat Pekan Lalu di Hiasi Bangkai Ikan”, dan “Harga Ikan Anjlok Pascatubo Belerang di Danau Maninjau”. Akan tetapi, sangat disayangkan berita ini tidak menjadi headline di setiap edisinya. Selain itu, juga ada berita tentang Satpol PP yang diancam dan mendapatkan maki-makian oleh seorang perempuan pemilik panti pijat kawasan Atom Center, di jalan Imam Bonjol, Padang. Satpol PP pun tidak meneruskan razia di tempat tersebut, dan hanya berhasil menggiring seorang pria berinisial NN (56). Berita ini muncul pada edisi Selasa, 14 Februari, dan dalam edisi Rabu, 15 Februari. DPRD sangat menyayangkan Satpol PP mundur dan tak melakukan razia di Atom Center, Jalan Imam Bonjol itu. Dewan tersebut menilai ada indikasi patgulipat oknum Satpol PP dengan pelanggar perda. Namun, dalam koran Serambi Pos, berita yang sedang ramai diberitakan itu malah justru tidak ada dalam koran mingguan ini, dan yang menjadi headline adalah berita tentang Gunung Merapi yang berada di Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam, yang pada Hari Minggu, sempat mengeluarakn abu vulkanik berbau belerang setinggi 1.500 meter.

Sangat disayangkan, berita tentang Tubo Belerang yang terjadi di Danau Maninjau, pada edisi Jumat, 17 Februari, tidak ada kelanjutan informasinya sampai pada edisi Minggu, 19 Februari 2012.

Berdasarkan hasil pemantauan saya selama seminggu ini, berita Tubo Belerang ini tidak menjadi headline. Sungguh sangat disayangkan. Padahal, informasi ini sangat penting untuk masyarakat, karena berpengaruh pada harga jual ikan di pasar dan kerugian para petani keramba jala apung di Danau Maninjau yang disebabakan Tubo Belerang tersebut.

 

 

Be Sociable, Share!

Tentang Penulis

Chandra Zefry Airlangga bisa dipanggil Angga, merupakan seorang mahasiswa tingkat akhir di ISI Padang Panjang. pemuda kelahiran 20 January 1990 ini, aktif berkegitan di Komunitas Sarueh, yang sebelumnya juga pernah mengikuti workshop akumassa padang panjang yang diadakan oleh forum lenteng. sekarang ini dia juga berkontribusi dalam program pemantauan media berbasis komunitas sebagai pemantau perwakilan dari padang panjang sumatra barat.

Lihat semua tulisan

1 Komentar pada "Meradangnya Racun atau Tubo Belerang di Danau Maninjau"

  1. manshurzikri 21 Februari 2012 pukul 03:24 · Balas

    Bagus, Ngga. Terus pantau koran lokal di Sumbar itu, masa isu lingkungan hidup itu kurang mendapat perhatian dari media lokalnya sendiri? Ini harus diberitahukan kepada warga masyarakat Padang dan sekitarnya.

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung - Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org



© Agustus 2008 - 2012 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Dongeng Rangkas // Naga // Radio akumassa //