Mark Up Banggar Menjadi Pilihan Utama

Oleh / pada 6 Februari 2012 / di DKI Jakarta, Good Governance // Belum ada komentar

DPRD DKI JAKARTA (DOC: SUARAJAKARTA.COM)

Dari hasil pantauan media lokal Jakarta yang diwakili oleh Berita Kota dan Warta Kota, selama satu minggu, isu Good Governance menjadi sajian terbanyak dengan kuantitas 65 berita dari 131 berita. Isu tersebut pada saat ini fokus membahas dugaan mark-up renovasi ruang rapat Banggar DPR di Senayan, Jakarta Selatan, yang nilainya mencapai Rp 20,3 miliar. Dari kedua media tersebut tidak memuat kolom editorial. Namun dari kuantitas berita, dapat dianggap bahwa kedua media tersebut mencoba membentuk opini publik terkait masalah mark-up dana renovasi Banggar DPR.

Seakan tidak mau terlewatkan, dalam beberapa berita terkait isu good governance, kedua media tersebut juga beberapa kali membuat berita tentang dugaan mark-up dana renovasi dan pembangunan gedung baru untuk DPRD DKI Jakarta yang nilainya hampir sama dengan renovasi ruang Banggar di DPR. Atau seminimalnya dalam kemunculan berita dugaan Mark-Up ruang Banggar DPR, sedikit diselipkan berita dugaan Mark-Up DPRD DKI.

Kemudian kuantitas kemunculan berita diikuti oleh isu kriminal dengan jumlah 33 berita dari total 131 berita. Fokus dari dua media lokal tersebut, tidak ada fokus yang mendalam terkait isu Kriminal. Berbagai macam berita topik kriminal silih berganti. Namun jika ditarik garis besar yang cukup menjadi sorotan adalah kasus-kasus perampokan dengan senjata api yang kerap terjadi di Ibu Kota, khususnya wilayah Jakarta Utara.

Setelah isu Good Governance dan Kriminal, kedua media tetap memunculkan berita HAM, Perempuan dan/atau Anak dan Lingkungan Hidup. Namun tidak ada fokus tertentu dalam isu-isu tersebut. Hanya saja dalam satu hari di hari Senin, Berita Kota memuat fokus isu Perempuan dan/atau Anak, terkait hilangnya Ruspitasari (13) yang diduga lari dari rumah. Dalam hal ini media itu memunculkan artikel khusus yang memuat pendapat Kak Seto dan ahli perkembangan anak, Ami Saragih.

Secara kesimpulan dalam perilaku bermedia, cukup disayangkan, kedua media tersebut banyak mengemas berita dengan bahasa yang berlebihan.

Be Sociable, Share!

Tentang Penulis

Lulus Gita Samudra masih dalam studi tingkat akhir di Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta. Pria kelahiran Jakarta tahun 1989 ini, juga turut aktif di Forum Lenteng sebagai Sekretaris Redaksi akumassa.org. Sebelumnya ia pernah mengikuti workshop akumassa Depok pada tahun 2011. Kini ia sedang membangun sebuah komunitas berbasis massa di Depok, bernama Suburbia.

Lihat semua tulisan

Tinggalkan Komentar

comm comm comm

www.akumassa.org adalah bagian dari program akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng sebagai sebuah program pemberdayaan komunitas dengan berbagai media komunikasi, antara lain: video, teks, dan suara. akumassa memiliki strategi: penggerakan motivasi, memproduksi karya, pendokumentasian, berkelanjutan, pemberdayaan medium filem dan video, berbagi informasi serta merekam potensi lokal dengan cara berkolaborasi dengan komunitas dampingan.

akumassa:
Jl. Raya Lenteng Agung No.34 RT.007/RW.02
Lenteng Agung - Jakarta Selatan
DKI Jakarta 12610
Telp. (+6221) 78840373

www.akumassa.org // info@akumassa.org



© Agustus 2008 - 2012 ( akumassa )

// Forum Lenteng // Jurnal Footage // Dongeng Rangkas // Naga // Radio akumassa //