Berita Penembakan yang Lama-kelamaan Bercabang Lalu Menghilang
Oleh Chandra Zefri Airlangga / pada 5 Februari 2012 / di Kriminal, Padangpanjang, Sumatera Barat // Belum ada komentar

Jenazah Kismarofit mendarat di BIM {Padang Ekspres, 23 Januari 2012}
Dari hasil pematauan selama tiga hari ini, dalam koran lokal Padang Ekspres, isu yang paling banyak adalah isu Good Gevernace, dari edisi Senin Tanggal 23 January 2012, sampai 25 January 2012, walaupun isu itu berbeda-beda di setiap edisinya.
Tapi selain Good Gevernace, isu HAM dan Kriminalitas juga hampir sama dominannya, di setiap edisinya. Dari mulai isu Kriminalitas, ’Warga Pului Puluik, Baying Utara, Pesisir Selatan yang jadi korban penembakan orang tak dikenal di Kampung Ura Pate, Mulia, Papua’ sampai isu HAM ‘Ratusan anggota kelompok tani tahap II KUD Tanjung Pangkal Nagari Lingkuang-Aua, Kabupaten Pasaman Barat, yang meminta hak sisa 200 hektar dari 400 hektar tanah semenjak tahun 2007 kepada PT Gersindo Minang Plantation (GMP), yang berujung pemblokiran lahan perusahaan’.
Sampai saat ini, masih belum ada informasi tentang adanya perhatian dari pemerintah setempat untuk menelusurinya lebih lanjut, dan dari setiap edisinya pun, tidak ada penyelesaiannya. Malah beritanya semakin lama semakin bercabang lalu menghilang. Contohnya, kasus Kismarofit, warga Puluik yang menjadi korban penembakan di Papua Dalam, menjadi headline di edisi Senin, 23 January 2012. Tetapi di edisi Selasa, 24 January 2012 kasus itu malah jadi berita tentang keluhan sulitnya mencari Calon Wali Nagari Kampung Pulut-Pulut, dan populernya Kampung Pulut-Pulut ini semenjak kematian Kismarofit, dan malah sudah bukan jadi headline lagi
Berdasarkan hasil pemantauan saya selama tiga hari ini, sangat disayangkan jika informasi yang seharusnya sampai tuntas diberitakan malah ujung-ujungnya semakin tidak jelas. Dan sangat di sayangkan lagi, hanya menjadi artikel kecil di antara artikel iklan-iklan koran.













